Para Tim Dan Crosser Nasional Menanti Tindakan Tegas Imi

Text : Suhartono | Editor: Andi Wahyudi | 28 July 2016

SPORTKU.COM

Dunia motorcross Indonesia terus mendapat tekanan dari para pebalapnya sendiri. Seakan mengalami kemunduran, ajang balap paling tinggi di Tanah Air yakni Kejurnas Motocross 2016 seperti digembosi dari dalam. Persaingan tak sehat demi gelar juara menjadi tontonan menarik selama beberapa seri terakhir ini.

Masuki Seri 5 yang digelar di Sirkuit Gapurangin Rahayu Ciamis, Jawa Barat pada akhir pekan kemarin, Kejurnas Motocross masih menjadi ajang persaingan tidak sehat para crosser. Tentu hal ini melahirkan citra buruk untuk dunia balap di Indonesia khususnya motocross. Bukan contoh baik bagi para crosser muda yang disuguhi 'aksi curang' para seniornya.

Carut marut Kejurnas Motocross 2016 bahkan sudah dimulai sejak Seri 1. Saat itu Seri 1 Kejurnas Motocross 2016 yang digelar di Pati, Jawa Tengah ini akhirnya memang gagal. Dan hanya menjadi balapan eksebisi bagi para crosser yang sudah terlanjur hadir di sana. Sirkuit yang tak layak pakai menjadi alasan balapan ini harus digelar tanpa poin.

Kekisruhan tak terhenti sampai di sini. Meski balapan tanpa poin, namun para pebalap masih all out untuk bisa menjadi juara. Hingga akhirnya ada aksi kekerasan yang dilakukan oleh Deny dan para timnya (Malioboro City Racing Team) terhadap Satya Sunarso. Bahkan saat itu sang korban sampai melaporkan tindakan pemukulan atau pengeroyokan tersebut ke pihak kepolisian.

Kejurnas Motocross 2016 carut marutmotocross, kejurnas motocross, kejurnas, agi agassi, aldi lazaroni, imi, ikatan motor indonesia, crosser, pebalap, cross

Insiden tersebut menjadi catatan tersendiri bagi IMI (Ikatan Motor Indonesia), induk organisasi otomotif tertinggi di Tanah Air. Tak mau berlarut dalam belenggu tragis di Kejurnas Pati, balapan yang sama lanjut ke Magelang, Jawa Tengah dan Banjar Patroman, Jawa Barat. Dua seri ini berlangsung mulus dan sukses tanpa ada kendala berarti.

Namun hal serupa kembali terulang. Pada penyelenggaraan Seri 4 Kejurnas Motocross 2016 di Dieng, Jawa Tengah, event balap paling akbar di Indonesia ini menjadi arena main curang oleh oknum rider. Agi Agassi, crosser asal Jawa Barat ini ditengarai melakukan aksi blocking terhadap Aldi Lazaroni, pebalap asal Yogyakarta.

Aksi Agi yang dinilai merugikan, mendapat protes dari kubu Aldi. Padahal saat itu Aldi ikut balap hanya sebagai ajang pemanasan, bukan untuk mengejar poin juara seperti halnya Agi. "Saya kan memang gak ada poin dan saya melakukan balapan tidak ingin juga merugikan pebalap lain yang berebut poin di Kejurnas," kata Aldi.

Melayangkan protes kepada pihak IMI, namun justru rasa kecewa yang diterima kubu Aldi Lazaroni. Di mana kasus ini seperti disudahi begitu saja oleh IMI. Agi Agassi tak menerima sanksi, dirinya hanya diberi teguran lisan oleh IMI. Kekecewaan pasti dirasakan oleh kubu Aldi.

Lanjut ke Seri 5 di Ciamis akhir pekan kemarin, lagi-lagi Agi Agassi melakukan hal serupa. Kali ini Agi harus bersinggungan dengan Ivan Harry, crosser asal Semarang, Jawa Tengah. Aksi blocking Agi bahkan membuat Ivan keluar trek. Tak menyerah sampai di sini, Ivan pun melakukan balasan yang juga membuat Agi keluar trek.

Balapan selesai sampai finish. Namun keributan justru terjadi di area paddock. Dimulai saat Agi mendapat panggilan ke meja juri untuk mendapat teguran mengenai apa yang terjadi di tengah lintasan. Agi dengan motor KTM miliknya melaju ke meja juri. Namun, sengaja atau tidak, motor Agi menyenggol Along.

Kejurnas Motocross 2016 diwarnai aksi 'nakal' para crosserMotoCross, irc international motocross championship 2012, sirkuit harvest city, kejuaraan motocross, agi agasi, juara nasional 2012, Dumasari INK SSR Honda PF-One Orca

Hal tersebut menjadi pemicu keributan. Tak terima dengan tindakan tersebut, hingga akhirnya terjadi tindakan pemukulan oleh Agi kepada Along. Meski hal ini mendapat bantahan dari Agi. "Kalau memukul tidak, saya dan Along hanya dorong-dorongan saja. Namun saya tidak tahu sampai akhirnya ada yang bilang saya memukul Along," ujar Agi.

Kejadian ini membuat para tim dan crosser lain ikutan geram. Mereka menilai seharusnya tindakan Agi mendapat teguran dari IMI. Teguran di sini tentunya bukan hanya sebatas lisan dan nasehat-nasehat belaka, namun sanksi tegas. Akan tetapi apa yang diharapkan oleh para crosser dan tim tak pernah terjadi.

"Komentar saya IMI tidak tegas. Kalau IMI tegas pasti semua pebalap bakal disiplin. Kalau hanya peringatan-peringatan terus, ya besok bakal seperti ini lagi. Masa sudah kesekian kalinya main kasar ditambah pemukulan di area paddock masih gak ada tindakan (dari IMI). Ini mencurigakan. Padahal kalau pebalap lain langsung kena sanksi tegas lho, seperti di Kelas SE 65cc, Zidan langsung kena sanksi tanpa peringatan saat menendang pebalap lain di Kejurnas Dieng," papar Aldi.

Ancha Parawansyah dari tim AHRS juga berpendapat sama soal kejadian di dua seri Kejurnas Motocross 2016 kemarin. Menurutnya, di sini pimpinan lomba seharusnya bisa langsung memberikan sanki kepada pelaku. Bukan hanya sebatas teguran saja.

"Ke yang lain dia berani keluarin sanksi. Tapi Agi di kasus ini sudah beberapa kali kejadian, kok ga berani kasih sanksi. Harapan saya, petugas IMI harus bisa lebih tegas tidak memihak dan perlu ada regenerasi. Pebalap yang masih muda kan banyak," katanya.

"Tidak apa-apa (IMI berat sebelah), justru nanti hukum alam yang berbicara. Sekarang saja Agi sudah dimusuhin semua pebalap. Apalagi kalau tidak ada sanksi, pasti akan semakin buruk kejadiannya. Kan di IMI juga ada Komisi Disiplin. Kalau melakukan pemukulan di paddock kan sudah jelas ada sanksinya. Biar mereka yang menetapkan. Apalagi history pebalap tersebut sudah terlalu sering bermasalah," cetus Irwan Ardiansyah, salah satu pemilik tim balap cross.

"Jadi pertanyaan, karena Agi sudah sering melakukan pelanggaran. Seperti saat perebutan gelar juara nasional (MX2) 2015 lalu. Di Powertrack bikin ulah sampai berantem dengan Azim Zulfikar. Tapi sejauh ini belum ada sanksi tegas dari IMI, hanya peringatan lisan saja. Sanksi seharusnya sudah cabut KIS (Kartu Ijin Start) karena sudah sering bikin ulah," ungkap Daniel Tangka, pemilik tim Husqvarna.

"Yang saya sayangkan, crosser-crosser yang masih kecil ini. Mereka harus melihat contoh jelek dari para seniornya. Intinya kita ingin melihat aksi dari IMI. Nanti kita lihat bagaimana tindakan dari IMI," pungkas Daniel Tangka.

  • facebook share
  • twitter shere

RELATED NEWS

Wasit Rusak Liga Champions Eropa

Wasit Rusak Liga Champions Eropa

TOPIC OF THE WEEK
Aksi 'Tipu-tipu' Pebalap ARRC

Aksi 'Tipu-tipu' Pebalap ARRC

TOPIC OF THE WEEK
Vinales, Jagoan Baru MotoGP

Vinales, Jagoan Baru MotoGP

TOPIC OF THE WEEK
Toyota Team Indonesia Kembali Bangkit

Toyota Team Indonesia Kembali Bangkit

TOPIC OF THE WEEK

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company