Lebih Dekat Dengan Sri Wahyuni Peraih Medali Perak Olimpiade 2016

Text : Republika | Editor: Maya Soeparwoto | 10 August 2016

Lebih Dekat Dengan Sri Wahyuni

SPORTKU.COM

Sang peraih medali perak Olimpiade Rio menagawali karier dengan sebuah keisengan. Benarkah?

Adalah Sri Wahyuni Agustina. Perempuan kelahiran Bandung, 13 Agustus 1994. Yang kini merupakan mahasiswa aktif di jurusan Hukum, Universitas Bhayangkara, Bekasi. Kini, namanya melambung usai menuai medali perak Olimpiade di Rio de Janeiro.

Berawal dari keisengan, usaha atlet angkat besi asal Kampung Bojong Pulus, Desa Banjaran Wetan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung ini berbuah manis. Lifter yang memiliki 32 medali itu berhasil memperoleh perak pada Olimpiade Rio 2016 di Brasil.

Ayah Yuni, (panggilan akrab keluarganya), Candiana berbicara banyak soal sosok putrinya itu. Sejak kecil Yuni sudah berminat di dunia olahraga. "Waktu kecil minatnya ke maraton tapi lama-lama fokusnya ke angkat besi," katanya Selasa (9/8/2016).

Candiana mengungkapkan alasan terbesar Yuni menjadi atlet adalah ingin membahagiakan keluarganya dan membantu adik-adiknya untuk bersekolah. "Alhamdulillah sudah bisa transfer (uang) untuk keperluan sekolah adik-adiknya," kata Candiana.

Yuni merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Mempunyai satu kakak dan dua adik. Candiana bersyukur anaknya fokus menekuni dunia olahraga, tidak tergoda oleh lingkungan sekitarnya terutama teman-teman seumurannya di sekitar rumahnya sudah menikah dan mempunyai anak.

"Alhamdulillah dia tidak tergoda, soalnya latihan dia benar-benar disiplin tidak ada waktu untuk memikirkan nikah," ujar Candiana.

Padatnya Jadwal Latihan Yuni

Ibu Yuni, Rosita juga mengaku sangat bahagia dan terharu atas keberhasilan putrinya di Olimipade Rio. Menurutnya, Yuni merupakan anak cerdas dan kuat sejak kecil. Pun, perihal makan, Yuni tidak mengonsumsi makanan yang mahal.

"Waktu kecil dia makannya bebas, tapi paling disukai tahu remas dan ikan pindang. Kalau sekarang sudah besar sukanya baso dan seblak," kata Rosita.

Yuni tidak memiliki banyak waktu bersama keluarga. Lantaran padatnya jadwal latihan yang dilakoni Yuni. Rosita mengatakan ketidakberadaan Yuni di rumah sering menjadi pembicaraan keluarganya.

Rosita menceritakan pada bulan puasa dan Hari Raya Lebaran lalu, Yuni tidak bisa pulang lantaran jadwal latihan yang padat. "Sedihnya ketika buka puasa, keluarga terasa tidak lengkap, adik-adiknya juga merasa kangen," ujarnya.

Rosita mengatakan sejak duduk di bangku SMP hingga kuliah, Yuni menetap di mess (tempat latihan dan asrama) yang berlokasi di Bekasi. Jika pulang ke Bandung, Yuni hanya diberi waktu tiga hari saja karena jadwal latihan sudah menunggunya.

Terhitung empat bulan Yuni belum pulang ke Bandung. Menurut kedua orangtuanya, rencananya Yuni akan pulang ke Bandung pada 15 Agustus 2016 mendatang. Setelah pulang dari Brasil, kata Candiana, Yuni akan fokus latihan kembali untuk persiapan PON, SEA Games dan Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.

 

 

  • facebook share

RELATED NEWS

Bolt: Selamat Tinggal, Terima kasih

Bolt: Selamat Tinggal, Terima kasih

OLYMPIC
Farah: Media Inggris Hancurkan Saya

Farah: Media Inggris Hancurkan Saya

OLYMPIC
Perpisahan Pilu Bolt, Inggris Berjaya

Perpisahan Pilu Bolt, Inggris Berjaya

OLYMPIC
Farah Berpisah Dengan Perak

Farah Berpisah Dengan Perak

OLYMPIC

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company