Dua Perenang Olimpiade As Ditahan, Diduga Kesaksian Palsu Kasus Perampokan

Text : Maya Soeparwoto | Media Source: NY Times | 18 August 2016

SPORTKU.COM

Dua perenang Amerika Serikat, Gunnar Bentz dan Jack Conger terpaksa membatalkan penerbangan saat hendak pulang ke negara mereka.

Hal ini terkait mereka pemanggilan dari pemerintah otoritas Brasil dan mereka terpaksa tertahan selama beberapa jam pada Rabu malam, kata para pejabat Olimpiade.

Para perenang AS ini baru diperbolehkan kembali ke negaranya setelah memenuhi panggilan pihak investagasi tentang kejadian perkara perampokan, demikian ujar pejabat tim Olimpiade AS

Kasus perampokan yang telah memenuhi  berita utama di seluruh dunia, peraih medali emas Ryan Lochte mengatakan bahwa setelah meninggalkan pesta Minggu pagi, ia, Conger, dan Bentz dan satu perenang Amerika lainnya dirampok oleh orang-orang yang mengaku sebagai petugas polisi.

Kasus yang mempermalukan reputasi pihak kepolisian Brasil ini kini justru mengundang sebuah pertanyaan, apakah ada indikasi laporan para altlet AS adalah sebuah kebohongan belaka atau kemungkinan sengaja dibuat untuk mendongkrak reputasi mereka.

Dalam percakapan pada hari Rabu dengan media NBC, Matt Lauer, Ryan Lochte yang telah kembali ke Amerika Serikat telah merubah rincian kejadian perkara. Sebelumnya Lochte mengatakan bahwa penyerang telah menodongkan pistol di keningnya, namun lalu dia merubah penjelasannya bahwa senjata itu diarahkan ke padanya (secara umum).

Pada kesaksian sebelumnya Lochte juga menjelaskan bahwa dia dirampok setelah para pria tersebut mengidentifikasi diri mereka sebagai polisi di dalam taksi. Namun pada hari Rabu, Lochte menjelaskan bahwa taksi berhenti di sebuah pomp bensin sehingga mereka bisa menggunakan kamar mandi.

Lochte melanjutkan keterangan bahwa ia telah dirampok setelah kembali ke dalam taksi. Lochte beralibi dengan jawabannya yang inkonsistensi disebabkan oleh traumatik yang akhirnya berujung stress. Lochte kembali menegaskan pada wartawan NBC bahwa dirinya adalah korban.

Kasus ini sebenarnya membuka hubungan baru, sebuah kolaborasi antara aparat penegak hukum Amerika Serikat dan Brasil. Di mana selama berbulan-bulan menjelang Olimpiade, beberapa negara bekerja sama untuk meningkatkan kemampuan Brasil menggagalkan serangan teroris. Tapi kini para pejabat Amerika sepertinya dibuat repot dengan ditahannya perenang Gunnar Bentz dan Jack Conger.

"Kami telah melihat laporan media bahwa dua atlet warga AS ditahan," kata John Kirby, juru bicara Departemen Luar Negeri AS. "Kami siap untuk memberikan semua bantuan"

Setelah menempuh beberapa jam sejak para perenang ditarik kembali dari pesawat, tidak jelas keterangan di mana mereka ditahan. Bahkan saat bertanya kepada para pejabat Olimpiade Amerika Serikat, juru bicara U.S.O.C. Patrick Sandusky, mengatakan, "Saat ini kami sedang mengumpulkan rincian data dan belum bisa memberikan keterangan"

Sebelumnya pada hari Rabu, hakim Brasil mengeluarkan perintah untuk mencegah Lochte, peraih 12 medali Olimpiade, dan Jimmy Feigen, meninggalkan negara itu karena keraguan muncul tentang pernyataan mereka.

Sandusky menolak berkomentar ketika ditanya mengapa para pejabat Amerika Serikat Olimpiade telah membiarkan Conger dan Bentz untuk naik pesawat meninggalkan Brasil.

Kini pihak Polisi Pariwisata Rio telah melakukan penyitaan paspor agar proses investigasi bisa berlanjut.

"Anda dapat melihat korban tidak menampakkan tanda-tanda secara fisik atau psikologis dalam keadaan terguncang, bahkan mereka sempat bercanda," kata Hakim Keyla Blanc de CNOP dalam sebuah pernyataan, mengacu pada video saat para perenang kembali dari acara pesta dan kembali ke perkampungan atlet.

Mr. Sandusky mengatakan bahwa polisi telah mencari dua perenang pada Rabu, tetapi mereka tidak lagi berada di perkampungan atlet. Sandusky menambahkan bahwa protokol keamanan dari Komite Olimpiade mencegahnya menginformasikan lokasi para atlet saat ini.

Pengacara Lochte, Jeff Ostrow  mengatakan "Negara ini memiliki beragam keburukan, dari masalah ekonomi, kejahatan dari manajemen Olimpiade. "Klien saya telah bekerja sama secara menyeluruh dengan otoritas Brasil dan berdiri di belakang pernyataannya. "

Jeff juga mengatakan kepada USA Today bahwa mereka awalnya tidak memberitahu Komite Olimpiade Amerika Serikat tentang apa yang telah terjadi karena takut akan mendapat masalah.

Lochte dan Feigen merincikan kepada penyidik Brasil bahwa mereka meninggalkan pesta di klub Prancis, yang dibuat untuk mempromosikan negara selama Olimpiade. Tapi pada catatan waktu hasil rekaman cctv menunjukkan para perenang meninggalkan klub di 05:50, sekitar satu jam sebelum mereka tiba di Olympic Village apad pukul 06:56.

Ada lagi titik kejanggalan yang diungkapkan  Lochte dan Feigen. Mereka menjelaskan dalam kondisi sudah mabuk setelah meninggalkan pesta. Jadi mereka tidak bisa mengingat warna taksi yang mereka pakai atau di mana tepatnya serangan itu terjadi. Sayangnya polisi belum menemukan sopir taksi yang mengantarkan mereka ke perkampungan atlet.

Seorang jaksa di Rio, André Buonora, mengatakan bahwa para perenang AS  tersebut bisa menghadapi tuduhan atas kesaksian palsu jika mereka telah terbukti berbohong kepada penyidik.

 

  • facebook share

RELATED NEWS

Renang Indonesia Pecahkan Rekor ASEAN

Renang Indonesia Pecahkan Rekor ASEAN

SWIMMING
Emas Pertama Indonesia

Emas Pertama Indonesia

SWIMMING
Tekad Kuat Perenang Tanpa Kaki

Tekad Kuat Perenang Tanpa Kaki

SWIMMING
Perginya Legenda Renang Indonesia

Perginya Legenda Renang Indonesia

SWIMMING

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company