Susi Susanti 'Pesimis' dengan DPR

Text : Republika | Editor: Maya Soeparwoto | 2 September 2016

SPORTKU.COM

Susi Susanti tanggapi aksi penyambutan Ketua DPR, Ade Komarudin untuk peraih medali emas Olimpiade 2016, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

"Kalau DPR benar-benar memang peduli dan perhatian terhadap olahragawan, ini momennya. Jangan hanya pencitraan, tiba-tiba nongol (di penyambutan), tapi tidak ada andil dalam persiapan atlet menuju Olimpiade," kata Susy Susanti saat ditemui di Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (1/9/2016).

Salah satu hal yang ditekankan Susy yaitu adanya jaminan hari tua bagi atlet Indonesia. Ia sangat mengapresiasi kebijakan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi yang memberikan dana pensiun bagi atlet peraih medali Olimpiade. Peraih medali emas diberikan Rp 20 juta per tiga bulan, peraih perak Rp 15 juta per tiga bulan dan peraih perunggu Rp 10 juta per tiga bulan.

Namun kebijakan tersebut, lanjut Susy, baru sebatas Peraturan Menpora (Permenpora). Jika Imam Nahrawi sudah tidak menjabat lagi, ia mengkhawatirkan kebijakan tersebut akan berubah kembali. Maka itu, ia menginginkan jaminan hari tua atlet agar menjadi Undang Undang yang disetujui DPR.

"Kalau sudah menjadi UU kan sudah pasti. Karena kebijakan bisa berubah seiring berganti pemimpin. Kalau Pak Imam ganti, nanti berubah lagi kebijakannya," jelasnya.

Namun ia pesimis dengan sikap para anggota DPR yang belum berpihak kepada para atlet yang telah berjuang bagi bangsa dan negara di kancah dunia. Memang, di Komisi X DPR terdapat dua mantan atlet yaitu Yayuk Basuki dan Moreno Soeprapto.

"Tapi mereka bilang sendiri memang susah (menghasilkan UU yang berpihak terhadap atlet). Mereka sudah berjuang, tapi yang lain kan orang partai yang tidak berpihak kepada atlet," ujar peraih medali emas Olimpiade 1992 ini.

Jika memang sudah dirancang menjadi UU, ia mengusulkan untuk memberikan jenjang pensiun hari tua kepada atlet berdasarkan prestasinya. Misalnya paling atas peraih medali Olimpiade, kemudian di bawahnya peraih gelar juara dunia dan di bawahnya lagi peraih medali Asian Games.

Menurutnya jika hanya memberikan dana jaminan hari tua kepada atlet peraih medali Olimpiade, hanya sangat sedikit sekali atlet yang diberikan jaminan. Sedangkan atlet yang meraih prestasi di level Asia Tenggara dan Asia juga banyak.

Ia mengatakan saat ini menjadi momen yang sangat tepat untuk membuat rancangan UU terkait jaminan hari tua atlet. Saat ini masyarakat sedang euforia terkait keberhasilan Tontowi/Liliyana meraih medali emas Olimpiade 2016.

Masyarakat juga sedang kembali melirik olahraga bulu tangkis sebagai masa depan anaknya kelak dengan melihat bonus dari pemerintah yang memberikan Rp 5 miliar untuk peraih emas Olimpiade.

"Kami sudah lama mengusulkan ini, tapi hanya janji-janji saja. Kita harusnya malu dengan Lee Chong Wei yang belum sekalipun meraih emas Olimpiade tapi Pemerintah Malaysia sudah menjanjikan Rp 100 juta untuk dana pensiunnya nanti. Kalau tidak dihargai, siapa yang mau jadi atlet," ucap Susi yang menjadi staf ahli di PBSI ini.

 

  • facebook share

RELATED NEWS

Undian All England Jadi Persoalan

Undian All England Jadi Persoalan

BADMINTON
Curhat Firman Soal BATC 2018

Curhat Firman Soal BATC 2018

BADMINTON
Budiharto: Tim Putri Melebihi Ekspektasi

Budiharto: Tim Putri Melebihi Ekspektasi

BADMINTON
Kemenpora Kucurkan Bonus

Kemenpora Kucurkan Bonus

BADMINTON

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company