Lima Penyebab Derby Manchester Akan Berlangsung Panas

Text : Republika | Photo / Video : Jazzy Jaber | Editor: Maya Soeparwoto | 10 September 2016

SPORTKU.COM

Laga Manchester United kontra Manchester City, Sabtu (10/9/2016) diprediksi bakal 'meledak' dan panas.

Derby Manchester, bukan cuma sarat gengsi dan ketegangan, namun pertandingan tim sekota tersebut menjadi acuan di Liga Primer, Inggris, penentu klub yang layak memimpin liga musim ini.

Persaingan duo Manchester pun bukan cuma rivalitas antar klub dan pemain, tapi sampai ke tingkat pelatih. Dua klub tersebut, sama-sama punya pelatih anyar. Bukan pula satu kebetulan, dua pelatih yaitu, Jose Mourinho dan Joseph 'Pep' Guardiola kerap beradu tak-tik menentukan tim juara ketika keduanya melatih di La Liga Spanyol, dan juga ketika keduanya merebutkan gelar Liga Champions.

Berikut lima alasan, mengapa derby Manchester di Old Trafford, Sabtu (10/9/2016) WIB, bakal menyajikan pertandingan panas.

1. MU dan City mengejar posisi puncak di Klasemen Liga Inggris 2016/20117. Duo Manchester, sama-sama membanggakan 100 persen kemenangan di tiga pekan terakhir liga. Tim sekota itu, berbagi poin sama di papan klasemen sementara dengan jumlah sembilan. Namun, selisih gol membuat City sementara berada di puncak klasemen. Setan Merah berada di rangking ketiga di bawah Chelsea yang juga punya sembilan poin.

City mengawali pekan pertama liga saat mengandaskan Sunderland 2-1 di Etihad Stadium. Di pekan yang sama, laga tandang MU berhasil mengandaskan tuan rumah  AFC Bournemouth dengan skor 1-3. Pada pekan kedua, laga kandang di Old Trafford mengambil poin penuh 2-0 saat menjamu Southampton.

Kemenangan besar MU diimbangi City saat laga tandang ke Stoke City dengan skor  1-4. Selanjutnya, di pekan ketiga MU hanya mampu menang tipis 0-1 saat melawan Hull City. Sedangkan City berhasil unggul 3-1 atas West Ham United. Kemenangan 100 persen kedua klub, hanya selisih 2 gol. City, mencatatkan 9 gol dari tiga partai yang sudah lewat, dan MU dengan 7 gol.

2. Duo Manchester punya pikiran sama untuk pulih dari kemiskinan prestasi di musim kompetisi tahun lalu. Harus diakui, musim Liga Inggris 2015/16 menjadi kekecewaan besar bagi klub sekota ini. Dua klub yang selama ini mendominasi pemain-pemain mahal, namun miskin prestasi. MU gagal mempertahankan dominasi gelar juara dengan mengakhiri liga di posisi ke-5.

Kepelatihan Louis Van Gaal ketika itu pun gagal membawa MU meraih tropi Liga Champion dan berakhir dengan pemecatan. Namun MU masih baik dengan berhasil meraih tropi Piala FA, satu-satunya gelar yang didapat Setan Merah musim lalu.

Sedangkan City, juga sama jeleknya. Kepelatihan Manuel Pallegrini hanya mampu membawa the Citizen di peringkat ke-4 Liga Inggris. Mengakhiri liga tanpa satupun gelar juara. Satu-satunya 'prestasi' yang diberikan Pallegrini yaitu, mempertahankan keberadaan klub itu di Liga Champions 2016/17. Namun, berada di Liga Champions tak mampu menyelamatkan pelatih Italia itu dari pemecatan.

3. Derby Manchester laga pembuktian para pemain mahal. Miskin prestasi duo Manchester musim lalu, membawa keputusan masing-masing klub menggelontorkan dana triliunan rupiah untuk memboyong sejumlah pemain mahal. Rombak total komposisi pemain di MU, memecahkan rekor beli pemain dalam sejarah Liga Inggris, yang mencapai 145 juta poundsterling atau setara dengan Rp 2,5 triliun.

Daftar belanja MU terbesar ketika memboyong pemain sayap Juventus FC dari Serie A Italia, Paul Pogba. Transfer pemain Prancis itu, memecahkan rekor dunia setotal tak kurang dari Rp 1,5 triliun. MU juga berhasil mendaratkan bomber gaek, Zlatan Ibrahimovic dari Paris Saint German (PSG) dan bek Eric Bailly serta gelandang Henrik Mkhitaryan.

Triliunan rupiah yang digelontorkan MU terbilang sedikit dibandingkan besaran dana yang digelontorkan City. City menjadi klub yang terboros di bursa transfer musim panas lalu, dengan menghabiskan 168 juta pounds. Pembelian pemain termahal City musim ini, ketika klub milik taipan Timur Tengah itu, memboyong John Stones dari Everton senilai 47 juta poundsterling. City juga berhasil mendatangkan striker Nolito dan  Leroy Sane serta penjaga gawang Claudio Bravo.

4. Pertarungan duo Manchester adalah 'perang' keahlian Pep Guardiola versus Jose Mourinho. Dua pelatih ini sebetulnya lahir dari keahlian lapangan yang sama. Keduanya sama-sama besar di FC Barcelona rentang periode 1996 sampai 2000. Di era itu, Pep Guardiola masih seorang pemain sedangkan Mourinho seorang asisten pelatih. Keduanya berada di bawah asuhan dan komando pelatih di Camp Nou Sir Bobby Robson.

Namun keduanya mulai menampakkan rivalitas ketika sama-sama sebagai pelatih, sampai hari ini. Rivalitas keduanya bermula ketika Mourinho melatih di Serie A bersama Intermilan dan Pep Guardiola di La Liga Spanyol bersama Barcelona. Kedua pelatih tersebut bersaing mendapatkan gelar tropi Liga Champions 2009/10 dan 2010/11.

Dari empat kali pertemuan kedua klub, Guardiola membawa Barcelona menang dua kali. Sedangkan Mourinho cuma membawa Intermilan menang sekali. Satu laga lainnya, berakhir imbang.

Persaingan keduanya semakin sengit ketika Mourinho menerima tawaran Real Madrid sebagai pelatih. Kesempatan tersebut membuka peluang pelatih asal Portugal itu 'menghabisi' Pep Guardiola bersama Barcelona. Real Madrid dan Barcelona memang dua raksasa La Liga yang tak pernah akur. Kehadiran dua pelatih itu, tentu membuat laga yang berjuluk El Classico semakin memanas.

Dari 11 partai El Classico rentang musim 2010 sampai 2012, Mourinho pun sebetulnya tak mampu mengimbangi Pep Guardiola. Catatan kedua pelatih di semua level kompetisi, Pep Guardiola unggul dengan membawa lima kali kemenangan untuk Barcelona. Sedangkan Mourinho, cuma membawa Real Madrid menang dua kali. Empat laga lainnya, keduanya imbang.

Pada 2013, kedua pelatih kembali beradu di Liga Champions namun dengan klub yang berbeda. Guardiola melatih Buyern Munchen dan Mourinho kembali ke klub yang pernah membesarkan karier kepelatihannya di Liga Inggris, Chelsea. Kedua pelatih kembali beradu taktik di Piala Super Eropa 2013. Di laga tersebut, kedua klub bermain imbang namun mengantarkan Munchen sebagai juara lewat adu penalti.

Dari semua partai kedua pelatih, Guardiola tercatat masih di atas Mourinho dengan tujuh kali kemenangan. Sedangkan Mourinho hanya tiga kali berhasil membawa klubnya unggul. Enam laga kedunya, berakhir imbang. Selain bersaing di pingir lapangan, Mourinho dan Pep Guardiola pun sama-sama bersaing menjadi pelatih terbaik di dunia versi FIFA di rentang 2009 sampai 2012. Namun lagi-lagi, Mourinho tak pernah sekalipun bisa mengalahkan Guardiola.

5. Derby Manchester adalah laga 'berdarah'. Dua pelatih dengan latar belakang rivalitas yang tinggi dan dua klub sekota yang sejatinya memang bersaing ketat, membuat derby Manchester disebut media-media di Inggris sebagai laga 'berdarah'. Sky Sport mengatakan, dari ruang ganti, pemain kedua tim biasanya sudah saling sindir dan mengejek satu sama lain.

Pertengkaran lantaran ejekan para pemain, biasanya berujung aksi di lapangan. Aksi panas para pemain, semakin dibumbui para suporter masing-masing klub. Karakter para suporter di Inggris, membuka peluang derby Manchester tahun ini, menjadi yang terpanas dari semua lini.

Namun, derby panas sebelum ini, City memang belum berhasil mematahkan dominasi MU. Sepanjang sejarah perjumpaan kedua tim, sudah melakukan 147 partai tanding di semua level kompetisi. MU mencatat 58 kali kemenangan, 31 kemenangan di antaranya terjadi di Old Trafford. Sementara City, tercatat 43 kali kemenangan dengan 18 di antaranya saat laga tandang.

Sedangkan di lima pertemuan terakhir kedua tim, MU mencatat tiga kali kemenangan dan satu seri. Sementara City, hanya mampu sekali menang 4-0 pada musim kompetisi 2014 lalu.

 

Baca Juga:
Jelang Derby Manchester Dirundung Cedera Pemain
Guardiola: Saya Menghormati Mourinho

 

 



  • facebook share

RELATED NEWS

Ponaryo Pensiun Akhir Musim

Ponaryo Pensiun Akhir Musim

FOOTBALL
Menilik Peluang TImnas Lolos Semifinal

Menilik Peluang TImnas Lolos Semifinal

FOOTBALL
Neymar Digugat Sang Mantan

Neymar Digugat Sang Mantan

FOOTBALL
Inter Datangkan Wonderkids Asal Portugal

Inter Datangkan Wonderkids Asal Portugal

FOOTBALL

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company