Wawrinka Juara Amerika Terbuka 2016, Djokovic Bertanding Dengan Kaki Berdarah

Text : Maya Soeparwoto | 12 September 2016

SPORTKU.COM

Unggulan ketiga Stanislas Wawrinka berhasil menjuarai Amerika Terbuka, menaklukkan nomor satu dunia Novak Djokovic.

Dengan skor 6-7 (1) 6-4 7-5 6-3, Minggu (11/9/2016) waktu setempat, Wawrinka raih gelar di Grand Slam.

Pada awal game Djokovic membuat awal penampilan yang kuat tetapi ternyata harus berjuang melawan krisis fisik setelah empat jam bertanding.

Saat ini Wawrinka telah memenangkan tiga final Grand Slam dan 11 final terakhirnya berturut-turut. Ia sekaligus menjadi pemenang tertua US Open sejak Ken Rosewall 35 tahun pada tahun 1970.

"Tujuan saya adalah untuk memberikan semua yang saya miliki untuk menjadi yang terbaik," kata Wawrinka

"Saya tidak pernah memiliki tujuan untuk memenangkan Grand Slam tetapi saya berusaha sebisa mungkin. Pertandingan demi pertandingan saya lewati dengan bermain lebih baik."

Djokovic, 29, sang juara bertahan mencoba untuk memenangkan gelar Grand Slam ketiga di tahun 2016 dan 13 dalam karirnya.
Namun ia diperlukan pengobatan untuk ibu jari kakinya yang lecet pada set terakhir, sekaligus mengeluarakan keluhan kepada wasit dan wasit turnamen sebelum pertandingan.

"Stan, maaf! Saya tidak tahan," teriak Djokovic kepada Wawrinka selama istirahat.

Jari kaki Djokovic yang berdarah saat ditangani tenaga medis pada final US Open, Minggu (11/9/2016)

Setelah pertandingan, Djokovic mengatakan: "Selamat, Stan, juga untuk tim Anda. Hari ini Anda layak untuk menang. Anda tampil sebagai pemain yang berani pada saat yang menentukan dan dia layak akan gelarnya."

"Saya datang ke sini tanpa tujuan menang" sambung Djokovic

Wawrinka telah memenangkan hanya empat dari 23 pertandingan sebelumnya melawan Djokovic tapi dua dari mereka memenangkan gelar Grand Slam dan final US Open kali ini telah memberikan hal yang baik baginya sekali lagi.

Djokovic telah menghabiskan sembilan jam di lapangan hingga ke final, ini lebih sedikit dibandingkan dengan 18 untuk Wawrinka.

Namun, saat skor 5-2 memimpin Wawrinka menghilang justru membuat dirinya menemukan arah dan itu diperlukan sebagai pemicu adrenalin seklaigus memberikan Djokovic untuk waktu rehat.

Wawrinka mengklaim satu-satunya titik pentingnya adalah saat reli panjang yang menakjubkan dan juga serangan balik. Groundstroke-nya mulai mengalir saat ia mengambil kendali final pada set kedua.

Ada tanda-tanda awal dari beberapa ketidaknyamanan fisik saat Djokovic memukul lebih dari dua smash di 3-0 pada set ketiga tapi sekali lagi ia memecahkan kembali, mengubah break point ketiga dari poin 14.

Pada set keempat Wawrinka tampak jauh lebih kuat dan keraguan hanya muncul ketika Djokovic meminta pelatih untuk mengobati cederanya dan ini adalah sesuatu yang membuat Wawrinka gusar.

Djokovic terus memburu sebanyak yang dia bisa, meskipun kaki berlumuran darah, tapi Wawrinka berhasil mengkonversi match point kedua untuk mengklaim gelar besar ketiganya selama bertahun-tahun.

"Ini luar biasa," tambahnya. "Saya datang ke sini tanpa tujuan memenangkan tapi saat menginjakkan kaki di lapangan memebuat hasrat untuk memenangkan pertandingan, ujar Wawrinka

"Saya bermain banyak pertandingan, saya merasa benar-benar kosong. Ada begitu banyak emosi dengan penonton, atmosfer, stadion, ini adalah hal yang menakjubkan."

"Pada tingkat ini, setelah bermain tujuh pertandingan, delapan bulan pada musim ini, jelas kondisi Anda tidak prima tapi setelah datang ke final Grand Slam Anda akan memberikan yang terbaik," kata Djokovic

"Kami berdua juga merasakan hal ini. Kami berdua merasa bahawa pertandingan ini menuntut kami bermain hari ini, tapi Wawrinka menjadi yang teraatas, ia adalah pemain yang lebih baik, lebih tangguh secara mental." tutup Djokovic

Novak Djokovic dan Stan Wawrinka usai final US Open, Minggu (11/9/2016)

 

Baca Juga:
Angelique Kerber Juara Amerika Terbuka dan Gelar Nomor Satu Dunia

 






 

  • facebook share

RELATED NEWS

Menanti Pertarungan Sengit Petenis Wanita

Menanti Pertarungan Sengit Petenis Wanita

TENNIS
Sharapova Dapat Wildcard Amerika Terbuka

Sharapova Dapat Wildcard Amerika Terbuka

TENNIS
Saat Federer Ditumbangkan Pemain Muda

Saat Federer Ditumbangkan Pemain Muda

TENNIS
Federer Hadapi Final Piala Rogers

Federer Hadapi Final Piala Rogers

TENNIS

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company