SPORTKU.COM

The Asian Surfing Championships pertama kali terhelat pada tahun 2010 dan telah melahirkan banyak surfer dan juara kelas dunia. Tak hanya itu sja, kejuaraan ini juga menaikkan skala surfing di Asia Tenggara dengan drastis.

Pada 29 November 2016, final ASC di Taiwan menyisakan 2 surfer untuk bersaing yaitu Raditya Rondi dari Bali dan Dede Suryana dari Jawa Barat. Kedua surfer tersebut sudah diakui kemampuannya dengan keduanya yang pernah menjadi juara ASC, hanya hasil di hari tersebut yang akan mengukuhkan salah satunya.

Di tengah cuaca yang hujan, berangin dan keras, Dede Suryana, surfer Quiksilver, keluar sebagai pemenang dan juara ASC untuk kali kedua serta mengukuhkan dirinya sebagai surfer Indonesia terbaik.

Dede Suryana, putra kebanggaan Cimaja, pertama kali belajar berselancar di usia 7 tahun. Untuk mewujudkan mimpinya di dunia surfing, Dede pindah ke Bali di usianya yang baru saja menginjak 15 tahun dan mengasah kemampuannya tanpa henti bersama surfer lainnya dan ombak terbaik di Indonesia.

Sejak usia muda tersebut, Dede telah berkeliling dunia, menjadi juara ASC dan menjadi sampul di berbagai majalah surfing internasional, seperti Surftime, Curve, Surf Trip dan Surfer.

Dengan keberhasilan meraih gelar juara ini untuk kali kedua, Dede berkomentar, "Terimakasih banyak kepada para sponsor yg sudah memberikan saya peluang dan kesempatan untuk bersaing secara sehat dan memberikan semangat. Kemenangan ini saya dapat karena dukungan yang besar dari Quiksilver, Luke Studer Surfboard, Camden, Afterhour, keluarga, teman serta semangat dan cita cita saya untuk bisa jadi juara."

Dede Suryana

 

assets/ams/default/expandable-cover.png button billboard

ADVERTISEMENT

assets/ams/default/standard.png

ADVERTISEMENT

assets/ams/default/standard.png