Kemenangan Sempurna Peugeot Di Rally Dakar

Text : Andi Wahyudi | Photo / Video : Peugeot,Red Bull | 23 January 2017

SPORTKU.COM

Kemenangan tim Peugeot Total di arena Rally Dakar 2017 menjadi momentum yang sangat emosional. Tidak hanya bagi para pebalapnya, tapi juga bagi eksistensi pabrikan mobil berlogo Singa tersebut. Yup, Peugeot memang bukan pendatang baru di gelaran akbar tersebut.

Menelisik catatan perjalanan Rally Dakar (dulu bernama Rally Paris-Dakar), Peugeot sudah menjejakan rodanya di reli terganas tersebut sejak tahun 1987, dimana baru pada tahun itu tim pabrikan mobil diperbolehkan turun di Rally Paris-Dakar. Dengan pereli Ari Vatanen dan navigator Bernard Giroux yang menunggangi mobil Peugeot 205 T16 Grand Raid, pabrikan mobil Prancis tersebut mencoba peruntungannya di Rally Paris-Dakar 1987. Hasilnya, duet Vatanen/Giroux sukses menempati posisi pertama Rally Paris-Dakar 1987.

Peugeot 205 T16 Grand Raid

peugoet-dakar-2017-42af978548

Selanjutnya pada 1988, Peugeot juga berhasil menempatkan perelinya, Juha Kankkunen/Piironen di podium pertama. Dua kali kemenangan berturut-turut dengan mobil yang sama, tentu membuat pamor Peugeot semakin diperhitungkan. Selanjutnya pada tahun 1989, kedigdayaan Peugeot semakin terlihat dengan berhasil naik podium di Rally Paris-Dakar 1989. Tahun tersebut, Peugeot berhasil meraih double podium dengan pereli Vatanen/Berglund (podium 1) dan pereli Ickx/Tarin (podium 2) yang mengendarai Peugeot 405 T16 Grand Raid.

Puncaknya, tahun 1990, Peugeot sukses meraih triple podium dengan pereli Vatanen/Berglund (juara 1), Waldegard/Fenouil (juara 2) dan Ambrosino/Baumgartner (juara 3). Vatanen dan Waldegard mengendarai Peugeot 405 T16 Grand Raid, sedangkan Ambrosino mengendarai 205 T16 Grand Raid. Tahun 1990 rupanya menjadi tahun pamungkas bagi Peugeot di Rally Paris-Dakar. Tahun-tahun berikutnya, pabrikan mobil tersebut absen dari reli Paris-Dakar.

Peugeot 405 T16 Grand Raid

peugoet-dakar-2017-fd19da0466

Baru pada tahun 2015, Peugeot menyatakan hadir kembali di reli yang sekarang bertitel Rally Dakar. Peugeot hadir dengan mobil 2008 DKR bersama pereli Stephane Peterhansel/Jean Paul Cottret, Carlos Sainz/Lucas Crus dan Cyril Despres/Gilles Picard.

Dari tiga pereli tersebut, semuanya bukan orang baru di Rally Dakar. Peterhansel dan Despres sendiri dikenal sebagai pebalap motor di Rally Dakar dan sudah beberapa kali memenangkan reli tersebut. Sementara Carlos Sainz adalah pereli yang sudah banyak makan asam garam. Mobil 2008 DKR yang dikendarai juga bukan mobil sembarangan. Dibekali mesin V6 Bi-turbo berkapasitas 3.2liter dan memiliki power 340Hp dan torsi 60mKg dan bisa dipacu hingga 200kpj.

Namun, nama besar ketiganya bukanlah jaminan. Di Dakar 2015, Peugeot babak belur. Tidak satupun berhasil naik podium. Kegagalan tersebut bisa dimaklumi. Ini lantaran Peugeot tidak mempunyai data soal Rally Dakar yang sekarang digelar di benua Amerika. Peugeot hanya memiliki data Rally Paris-Dakar yang digelar di benua Afrika -itupun data jadul. Perbedaan iklim dan kontur Amerika dan Afrika memang berpengaruh secara signifikan. Apalagi, mobil 2008 DKR dinilai terlalu gemuk dan kurang lincah.

Peugeot 2008 DKR versi 2015

peugoet-dakar-2017-foto-peugeot-motorsport-red-ded2226be3

Amburadul di Dakar 2015 membuat insinyur Peugeot pusing tujuh keliling. Mengapa 2008 DKR begitu mudah takluk di Dakar? Padahal spesifikasi 2008 DKR sudah dirancang sedemikian rupa untuk bisa terjun di benua Amerika. Alhasil, selama setahun, para insinyur Peugeot berkutat untuk menyempurnakan tunggangan tersebut.

Memasuki tahun 2016, Peugeot hadir di Dakar dengan mobil 2008 DKR yang telah disempurnakan. Di Dakar 2016, Peugeot menambah satu lagi perelinya, yaitu masuknya juara WRC 9 kali, Sebastien Loeb. Loeb memperkuat skuad Peugeot sebelumnya: Peterhansel, Carlos Sainz dan Cyril Despres. Peugeot 2008 DKR kali ini hadir dengan sederet perubahan yang cukup drastis. Mobil ini diklaim lebih powerfull dibanding versi sebelumnya. Powernya bertambah 10hp menjadi 350hp twin turbo diesel, torsinyapun didongkrak lebih baik lagi.

Secara dimensi, 2008 DKR model 2016 juga lebih rendah serta memiliki overhang yang lebih pendek dibanding model sebelumnya. Peugeot 2008 DKR ini juga memiliki distribusi berat yang lebih merata dan stabil. Sistem suspensinya juga di desain ulang. Perangkat roda juga dianalisa. Pelek diganti dengan bahan magnesium yang kuat dan ringan, sehingga bobot mobil secara keseluruhan bisa menyusut. Peugeot pun rajin mengikuti berbagai lomba reli seperti China Silk Road Rally dan Rally of Morocco untuk evaluasi.

Peugeot 2008 DKR versi 2016

peugoet-dakar-2017-foto-peugeot-motorsport-red-36e6f393c3

Keseriusan Peugeot pun berbuah manis. Dakar 2016, Stephane Peterhansel sukses meraih podium juara. Peterhansel sukses menumbangkan Nasser Al-Attiyah (MINI) yang juara 2015. Cyril Despres menyelesaikan Dakar di posisi 7 dan Loeb di posisi 9. Carlos Sainz terpaksa pulang lebih cepat lantaran mobilnya mengalami insiden.

Peugeot memang banyak mengambil pelajaran dari Dakar 2015, sehingga di tahun 2016, Peugeot tampil lebih mantap. Tapi tidak hanya disitu. Memasuki 2017, Peugeot hadir dengan mobil baru, 3008 DKR. Sudah pasti, 3008 DKR diklaim lebih mumpuni dibanding 2008 DKR.

Bicara teknis, Peugeot 3008 DKR ini dipersenjatai dengan mesin diesel V6 bi-turbo dengan kapasitas 3.000 cc yang mampu melontarkan tenaga sebesar 340 bhp. Dengan bermodalkan mesin tersebut, jagoan baru Peugeot ini mampu mencapai kecepatan maksimal hingga 200kpj. Mobil yang terbuat dari bahan karbon fiber ini memiliki panjang 4,31 meter, dan lebar 2,20 meter serta wheelbase 3 meter.

Di Dakar 2017, bintang Peugeot bersinar kembali. Seolah mengulangi peristiwa 1990, Peugeot berhasil meraih triple podium: Peterhansel/Cottret (podium 1), Sebastien Loeb/Elena (podium 2) dan Despres/Castera (podium 3). Pebalap Carlos Sainz kembali gagal lantaran mobilnya terbalik dan hancur saat menempuh etape 4.

Aksi Stephane Peterhansel di Dakar 2017

peugoet-dakar-2017-bf04dcd74d

Bermodal pengalaman 2 musim sebelumnya, Peugeot sukses menaklukan lintasan 9.000km yang terbentang sepanjang Paraguay, Bolivia dan Argentina. Selain dukungan mobil yang tampil sempurna, kemampuan membaca navigasi juga menjadi bagian dari kemenangan Peugeot. Hal itu diakui oleh Peterhansel sendiri. "Kami memiliki kemampuan navigasi yang baik. Meski sempat mengalami kendala tapi semuanya berlangsung baik," aku Peterhansel yang dijuluki Mr. Dakar.

Harus diakui performa tim Peugeot Total di Dakar 2017 terlihat sempurna. Semua pereli dibebaskan untuk bersaing menjadi yang terbaik. "Tidak ada team order," tegas Bruno Famin, Direktur Peugeot Sport. Mereka juga tampil taktis dengan bermain aman setelah menempuh setengah perlombaan. Kemampuan membaca navigasi menjadi salah satu kunci kemenangan, juga didukung oleh performa mobil yang mumpuni dan membawa mereka ke tangga podium. Satu lagi yang membuat mereka bangga dan (mungkin) sedikit besar kepala: ketiganya adalah pereli Prancis yang mengendarai mobil buatan Prancis, dan menang. Sempurna!

Kemenangan Stephane Peterhansel di Dakar 2017

peugoet-dakar-2017-foto-peugeot-motorsport-red-66dbe6a258

  • facebook share
  • twitter shere

RELATED NEWS

Kebangkitan Toyota Team Indonesia 2017

Kebangkitan Toyota Team Indonesia 2017

TOPIC OF THE WEEK
Sepak Terjang Zarco di MotoGP

Sepak Terjang Zarco di MotoGP

TOPIC OF THE WEEK
Wasit Rusak Liga Champions Eropa

Wasit Rusak Liga Champions Eropa

TOPIC OF THE WEEK
Aksi 'Tipu-tipu' Pebalap ARRC

Aksi 'Tipu-tipu' Pebalap ARRC

TOPIC OF THE WEEK

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company