Insiden Syahrul Amin, Pelajaran Berharga Bagi Pebalap Nasional

Text : Suhartono | Editor: Dedi Hermawan | 5 February 2017

Ulah Syahrul Amin Di Arrc Thailand

SPORTKU.COM

Nama Syahrul Amin melejit lewat balap nasional. Berkompetisi di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Indospeed Race Series (IRS), Syahrul Amin mendapatkan prestasi yang luar biasa pada musim ini. Dua gelar bergengsi dia dapatkan sekaligus dalam ajang ini. Di mana Syahrul Amin mentasbihkan dirinya sebagai juara nasional Kelas Sport 150cc dan Sport 250cc.

Menjadi juara nasional di dua kelas sekaligus memang bukan perkara mudah bagi pebalap kelahiran Papua ini. Di Kelas Kejurnas Sport 150, perjalanannya pun cukup sulit. Saat balapan baru masuki Seri 1, pebalap Bahtera Racing ini harus kena diskualifikasi. Sempat naik podium tertinggi, dia kena penalti karena menggunakan gigi timing kem bukan standard.

Sementara itu, perjalanan Syahrul Amin untuk merebut gelar juara nasional di Kelas Sport 250 terbilang cukup mudah. Pada Seri 1 Syahrul Amin finish keempat, kalah dari Wilman Hammar rekan setimnya yang finish di podium teratas. Pada Seri 2, Syahrul Amin finish terdepan. Kemenangan Syahrul Amin berlanjut di Seri 3 dan Seri 4. Namun di Seri penutup Syahrul Amin hanya finish kedua, dirinya harus kalah dari pebalap senior Imanuel Pratna.

Kemenangan Syahrul Amin dengan double winner sebagai juara nasional mendapat penghargaan khusus dari PT Yamaha Indonesia Motor Manfacturing (YIMM). Sebagai bentuk apresiasinya, Yamaha memberikan kesempatan kepada Syahrul Amin untuk bertarung di balap tingkat Asia, yakni Asia Road Racing Championship (ARRC). Ini pun menjadi balapan pertama Syahrul Amin di Asia.

Berbekal tiket wildcard, Syahrul Amin pun melenggang ke balap ARRC, tepatnya di seri grand final yang digelar di Sirkuit Chang Buriram, Thailand akhir pekan kemarin. Tampil di balapan bergengsi ini juga menjadi pengalaman berharga Syahrul Amin musim ini. Tak hanya pengalaman, tapi juga untuk menambah jam terbangnya.

M. Abidin, GM After Sales & Motor Sports Yamaha Indonesia topic-of-the-week-1b2398ca1e

“Kami memberikan wildcard untuk balap Asia sebagai bukti bahwa pembibitan pebalap dan tim terbukti konsisten dan komitmen kita untuk bisa berkompetisi yang lebih tinggi bersama Yamaha," ujar Abidin, GM After Sales & Motor Sports PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

“Ini merupakan pengalaman pertama saya balap di sirkuit International Buriram Thailand, bukan hanya set-up motor dan adaptasi racing line, juga regulasi sirkuit pun menjadi poin penting bagi saya. Ini pula menjadi tahapan belajar saya untuk bekal di tahun depan," bangga Syahrul Amin yang tampil di Kelas Asia Production 250cc (AP250) dengan besutan Yamaha R25.

Namun sayang, pengalaman berharga Syahrul Amin ini berujung negatif. Turun perdana di ARRC sebagai rider wildcard, namun justru dijatuhi hukuman oleh Two Wheels Motor Racing (TWMR) selaku promotor ARRC.

Ini terkait dengan sikap atau perilaku Syahrul Amin saat di tengah lintasan saat berlangsungnya Race 2, Minggu (4/12). Tentunya hal ini memperburuk citra Syahrul Amin, bahkan juga mencoreng nama baik pebalap Indonesia lainnya.

Syahrul Amin harus merima hukuman tidak bisa berkompetisi di kancah Asia selama enam bulan. Dimulai saat test pramusim, artinya hingga September 2017 mendatang. Hal ini karena saat balapan, berdasarkan video ARRC, Syahrul Amin terlihat menggunakan siku dan lutut untuk mengganggu lawan. Tindakan ini dianggap berbahaya.

Aksi Syahrul Amin saat menggunakan kaki dan tangan mengganggu pebalap lain
topic-of-the-week-a68b8d04f2

"Mohon maaf Syahrul telah berbuat seperti ini. Yamaha sangat kecewa sama saya, saya minta maaf kepada Yamaha yang sebesar-besarnya," singkat Syahrul Amin kepada SPORTKU.com.

Syahrul Amin sendiri memang dikenal cukup agresif saat balap. Saat berkompetisi di ajang balap nasional pun dirinya juga banyak disorot oleh pebalap lain. Sepertinya, sikap sportif harus menjadi harga mati bagi setiap pebalap. Jadi pebalap juga harus siap kalah dan siap menang. Semoga ini bisa menjadi pembelajaran bagi semua pebalap.

"Iya, memang banyak komentar pebalap nasional yang bilang bahwa style balap Syahrul terlalu agresif dan membahayakan pebalap lain, walaupun sejauh ini Syahrul tidak pernah bermain nakal atau membahayakan saya. Tapi memang seharusnya Syahrul bisa mendengar atau instropeksi diri tentang keluhan pebalap lain," ungkap Wahyu Aji Trilaksana, juara ARRc 2016 Kelas Underbone 130cc (UB130).

"Apalagi balap di tingkat Asia peraturanya sangat ketat dan kamera ada di mana-mana. Saya turut prihatin dengan sanksi yang diteriam Syahrul, Syahrul adalah pebalap berprestasi. Tapi ya itu lah peraturan balap, ada konsekuensinya, semoga bisa menjadi pembelajaran untuk syahrul dan pebalap lain. Tetap semangat Syahrul," pungkas Wahyu Aji.

Apa yang dialami oleh Syahrul memang harus menjadi pelajaran, baik untuk dirinya maupun pebalap lain. Menggeber motor di lintasan memang bakal menguras tenaga dan pikiran. Dibutuhkan kontrol emosi yang matang saat bersaing dengan pebalap lainnya. Meski begitu, kita juga tidak perlu tergopoh-gopoh mencap kealpaan Syahrul tersebut.

Yang pasti Syahrul harus memetik hikmah dari peristiwa ini. Sanksi dilarang membalap di Asia selama 6 bulan teramat menyakitkan, tapi ini juga ladang ujian bagi Syahrul untuk terus mengasah keterampilan dan kematangan emosi untuk menjadi pebalap profesional di masa yang akan datang.

Wahyu Aji, juara Underbone 130cc di ARRC
topic-of-the-week-71856fb6d5

  • facebook share

RELATED NEWS

Pesan Ducati Untuk Rossi

Pesan Ducati Untuk Rossi

TOPIC OF THE WEEK
Bursa Transfer Pebalap MotoGP 2018

Bursa Transfer Pebalap MotoGP 2018

TOPIC OF THE WEEK
Sepak Terjang Esapekka Lappi

Sepak Terjang Esapekka Lappi

TOPIC OF THE WEEK
KEJURNAS SUPERMOTO MASIH CARI IMEJ

KEJURNAS SUPERMOTO MASIH CARI IMEJ

TOPIC OF THE WEEK

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company