14 Atlet Nasional Gunakan Doping Di Ajang Pon Xix Dan Peparnas Xv

Text : M Rusjdi Alatas | Photo / Video : Kemenpora | Editor: Andi Wahyudi | 17 February 2017

SPORTKU.COM

Sungguh menyedihkan melihat wajah olahragaga nasional. Nilai-nilai kejujuran dan sportifitas yang harusnya menjadi dasar, kini mulai tergadaikan demi mengejar gelar.

Contoh nyatanya terjadi pada gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX dan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XV yang berlangsung di Jawa Barat 2016 silam. Ajang yang harusnya menjadi batu loncatan bagi para atlet membuktikan kalau mereka layak menembus level internasional, justru dilakoni dengan cara memalukan.

Tak kurang dari 14 atlet yang mengikuti ajang tersebut, nyatanya terbukti menggunakan doping untuk menunjang performa mereka kala mengikuti gelaran olahraga terbesar di Indonesia. Maka pemerintahpun tak segan untuk kemudian mencabut gelar juara dan menarik kembali gelontoran bonus yang mereka terima.

''Dua dari Peparnas dan dua belas dari atlet PON, berdasarkan hasil temuan di lab dan wawancara atlet Peparnas bersangkutan sepertinya mereka minum jamu dan bukan disengaja untuk doping tetapi di dalam jamunya ada unsur yang termasuk di kategori doping,'' urai Ketua Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI), Zaini Kadhafi, saat mengunjungi Kementerian Pemuda dan Olahraga, (17/2).

''Jika dari lab positif doping maka ada dua efek yakni status juaranya, bonus dan lain sebagainya langsung dicabut, terkecuali di pemeriksaan kedua negatif. Hukuman selanjutnya yakni maksimal dua tahun tidak boleh mengikuti kejuaraan resmi bukan seumur hidup, seumur hidup jika dokter timnya ikut terlibat,'' lanjutnya.

Menpora yang menerima penjelasan tersebut kemudian berharap kedepannya seluruh pelaku olahraga bisa diberi edukasi terkait obat maupun suplemen yang tak boleh dikonsumsi para olahragawan demi mencegah terulangnya kejadian serupa. Selain itu, Menpora juga merasa kalau Indonesia sudah saatnya untuk memiliki lab pemeriksaat doping sendiri. Pasalnya hingga kini Indonesia masih bergantung ke sejumlah negara tetangga seperti India, untuk melakukan tes doping.

''Kedepan setiap atlet dan pelatih harus di warning dari awal untuk tidak mengkonsumsi obat apapun, jamu apapun terkecuali atas rekomendasi dokter di semua multi even dan single even. Pendidikan anti doping harus di mulai dari usia dini,'' ujar Menpora Imam Nahrawi.

''Mohon nanti dimaksimalkan dengan dikordinasikan dari sekarang melalui Corcom, lewat OCA dan lain sebagainya, kita harus memanfaatkan peluang, harus punya lab, saya akan support, dorong baik sarana dan prasarananya khususnya saat Asian Games 2018, Presiden pun berulang-ulang mengatakan hal semacam itu dan itu butuh kerja keras kita, silahkan dilanjutkan penyelesaian ke-14 atlet itu,'' imbuhnya.

  • facebook share
  • twitter shere

RELATED NEWS

NHK Uji Helm Balap

NHK Uji Helm Balap

HOT ISSUE
Shell Eco-Marathon 2017

Shell Eco-Marathon 2017

HOT ISSUE
Crosser Ryan Dungey Pensiun Balap

Crosser Ryan Dungey Pensiun Balap

HOT ISSUE
Aplikasi Olahraga Selama Ramadan

Aplikasi Olahraga Selama Ramadan

HOT ISSUE

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company