Jangan Mimpikan Piala Dunia, Bila Tak Peduli Pemain Muda

Text : M Rusjdi Alatas | Photo / Video : Hanan Hatta | Editor: Andi Wahyudi | 20 February 2017

SPORTKU.COM

Sebagai negara yang rakyatnya maniak sepak bola, Indonesia pastinya sudah sejak lama memimpikan tim nasionalnya berlaga di ajang Piala Dunia.

Tapi sayang, mimpi itu hingga kini masih sangat jauh dari realita. Karena nyatanya, jangankan di level dunia, Indonesia bahkan tak bisa berbicara banyak saat harus berhadapan dengan negara-negara tetangga di regional Asia Tenggara.

Lalu apa yang salah? Apakah karena kita tak punya cukup talenta? Atau mungkin harusnya kita sudah sejak lama hapus kecintaan pada sepak bola dan hanya fokus pada olahraga tepok bulu angsa, yang sudah menyumbangkan medali emas di Olimpiade?

Jawabannya: tidak ada yang salah! Karena dengan jumlah penduduk yang lebih dari 250 juta kepala, Indonesia sebenarnya memiliki begitu banyak talenta. Hanya saja, kita tidak pernah mau membuka mata dan melihat seberapa pentingnya pengembangan usia muda.

Coba anda lihat negara-negara berlabel raksasa sepak bola seperti Spanyol, Inggris, Brasil, ataupun Belanda. Mereka bukannya secara tiba-tiba mengumpulkan sejumlah pemain kelas dunia untuk mengisi skuat tim nasionalnya, tapi ada pengembangan berjenjang sehingga tiap tahunnya lahir nama-nama besar yang bahkan dihargai sangat mahal oleh tim-tim Eropa yang menggunakan jasa mereka.

Berbeda dengan Indonesia. Setiap tahunnya, negeri yang memiliki lebih dari 17 ribu pulau ini sebenarnya melahirkan sejumlah talenta luar biasa. Buktinya di tahun 2016 silam Indonesia keluar sebagai juara di turnamen sepak bola usia muda (Gothia CUp) yang diikuti oleh 36 negara.

Atau bila anda masih kurang percaya, coba buka Wikipedia, pada artikel Danone Nations CUp, anda akan melihat nama Reynaldi Saela yang pada 2014 silam berhasil terpilih sebagai penjaga gawang terbaik di turnamen yang diikuti oleh sekitar 2,5 juta pemain usia muda dari seluruh dunia.

Masalahnya, sejumlah talenta yang harusnya bisa membanggakan nama negara ini akhirnya hilang begitu saja, lantaran tak memiliki wadah untuk terus mengasah dan mengembangkan kemampuan mereka.

Untuk itulah PSSI kini coba merubah cara pandang mereka. Di bawah kepengurusan barunya, federasi sepak bola yang lahir sebagai simbol perjuangan anak bangsa di era penjajahan Belanda, kini berencana untuk mengelar kompetisi usia muda secara serentak di seluruh penjuru Indonesia.

''Kita sedang persiapkan Liga Nasional U15 yang nanti akan diputar di setiap Asprov. Kami berharap disaat kompetisi liga pro dimulai, kompetisi turunannya seperti U15 dan Soeratin (U17) juga bisa berjalan berbarengan,'' ungkap Deputi Sekjen Bidang Sepak Bola PSSI, Fany Iriawan kepada SPORTKU.

Tak hanya itu, seiring dengan semangat perbaikan sepak bola nasional yang digelorakan pemerintah, PSSI juga sudah menyuarakan agar olahraga si kulit bundar bisa masuk ke dalam kurikulum sekolah dasar.

''Kalau saya tidak salah angkanya ada sekitar 285 ribu guru di level TK dan SD yang tersebar di seluruh Indonesia. Dan mereka ini nantinya kami harapkan minimal bisa memiliki lisensi kepelatihan D AFC. Maka dengan begitu para guru ini bisa menjadi kepanjangan tangan PSSI dalam melakukan pembinaan usia dini,'' terang Fany.

Untuk itu, menurut Fany, PSSI saat ini juga sedang menyiapkan sebuah kurikulum yang diharapkan bisa menyeragamkan pola yang digunakan semua pelatih sepak bola usia muda di seluruh Indonesia. Dengan begitu, di masa depan Indonesia bisa memiliki deretan pemain dengan visi permainan yang sama, sehingga tak perlu lagi ada program pelatihan jangka panjang setiap kali Timnas Indonesia bersiap mengikuti ajang internasional.

''Tentunya semua program itu tak akan bisa berjalan tanpa ada kurikulum yang benar. Oleh karena itu, saat ini kami sedang menyiapkan sebuah kurikulum yang nantinya akan digunakan oleh semua pelatih pengembangan usia muda,'' jelas Fany.

''Sekarang Direktur Teknis kami, Danurwindo sedang menyiapkan kurikulum itu. Mungkin di bulan April kami sudah akan memulai pilot project, dan di bulan Mei kurikulum itu sudah bisa digunakan oleh semua sekolah sepak bola di Indonesia,'' imbuhnya.

Menurut Fany, PSSI juga sadar benar, kalau sejumlah turnamen usia muda kelas dunia memang sengaja dipersiapkan oleh FIFA untuk negara-negara yang ingin menjadi peserta di gelaran Piala DUnia. Untuk itu, PSSI berharap dalam waktu dekat Indonesia bisa mulai partisipasinya dalam semua perhelatan kelompok usia yang digelar FIFA.

''FIFA punya gelaran World Cup U17, yang pesertanya hampir dipastikan akan ikut di gelaran Piala Dunia U19. Setelah itu pemain-pemain yang sama juga memiliki kesempatan untuk menjadi peserta di Piala Dunia U21. Dengan begitu, hampir pasti negara pesertanya bisa ikut di gelaran Olimpiade. Bila sudah ikut Olimpiade, sangat mungkin negara itu bisa ada di putaran final Piala Dunia,'' tutur Fany.

''FIFA menyiapkan semua jenjang ini untuk memudahkan negara-negara yang ingin menjadi peserta Piala Dunia. Untuk itu kita harus bisa memanfaatkan semua ini dengan sebaik-baiknya. Kerena saya percaya, bila kita fokus pada pengembangan usia muda, maka langkah kita menuju Piala Dunia akan sangat terbuka,'' pungkasnya.

Tapi sebagian dari anda tentu tak mau langsung percaya dengan semua rencana federasi sepak bola Indonesia. Karena di beberapa kepengurusan sebelumnya, juga sangat banyak rencana manis dan menjanjikan yang pada akhirnya tetap hanya menjadi sebuah wacana belaka.

Lalu apa kemudian hal itu membuat kita harus selalu antipati dengan semua rencana dan program PSSI? Atau mungkin kini kita bahkan juga sudah tidak boleh lagi bermimpi?

Tapi coba anda ingat, dasar utama pembentukan karakter usia muda adalah 'semangat'. Lalu apakah pantas, hanya lantaran rasa kecewa, kita kubur mimpi anak-anak bangsa?

Kenapa tidak kita bantu saja calon-calon bintang masa depan Indonesia untuk terus memupuk mimpi mereka, sambil kita awasi para elit di federasi sepak bola Indonesia mewujudkan semua program dan gagasannya.

  • facebook share

RELATED NEWS

Sudarmono Samai Kisah Dovizioso

Sudarmono Samai Kisah Dovizioso

TOPIC OF THE WEEK
Di Balik Penampilan Cemerlang Sampdoria

Di Balik Penampilan Cemerlang Sampdoria

TOPIC OF THE WEEK
Rahasia Kesaktian City Musim Ini

Rahasia Kesaktian City Musim Ini

TOPIC OF THE WEEK
Integritas Felipe Massa

Integritas Felipe Massa

TOPIC OF THE WEEK

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company