SPORTKU.COM

Pemecatan Claudio Ranieri dari bangku kepelatihan Leicester City tentunya sangat mengejutkan. Terlebih usai gelar pelatih terbaik dunia yang baru diterimanya.

Keberhasilan Ranieri membawa Leicester City memenangkan gelar juara Liga Primer Inggris bahkan menjadi sejarah yang tak mungkin bisa dilupakan. Karena sepanjang 133 tahun sejarah berdirinya The Foxes, Ranieri adalah pelatih pertama yang mampu menghadiahkan gelar juara di kompetisi kasta tertinggi.

Bahkan keberhasilan Leicester City memenangkan gelar juara menjadi inspirasi banyak orang di seluruh dunia. Karena tim yang di musim sebelumnya harus berjuang untuk bisa keluar dari zona degradasi, justru berhasil mengakhiri musim 2015/2016 dengan hanya menelan tiga kekalahan.

Tapi posisi Leicester yang kini hanya berjarak satu poin dari jurang degradasi, akhirnya membuat manajemen klub harus mengesampingkan semua catatan sejarah yang telah diukir Ranieri. Dan hanya sehari usai menelan kekalahan di leg pertama babak 16 besar Liga Champions Eropa kontra Sevila, pihak klub memutuskan untuk memecat pelatih asal Italia.

Tapi hingga kini sosok pelatih yang bakal mengganti posisi Ranieri belum juga diumumkan. Namun ada sejumlah nama pelatih yang memiliki peluang besar untuk menggantikan posisi Ranieri setidaknya hingga berakhirnya musim 2016/2017 ini.

Guus Hiddink

pengganti-ranieri-418868f36f2372a.jpg

Pelatih asal Belanda yang satu ini sudah tak pernah lagi menginjakan kaki di dunia sepak bola usai meninggalkan Chelsea di akhir musim 2015/2016 lalu. Namun sederet nama klub raksasa yang pernah dinahkodainya, tentu menjadi bukti bagaimana kualitas Guus Hiddink dalam meracik permainan.

Sayangnya, Guus Hiddink telah menyatakan kalau Chelsea adalah klub terakhir yang akan diarsitekinya. Untuk itu, Leicester pastinya harus memiliki alasan yang lebih meyakinkan, selain hanya untuk menghindarkan The Foxes dari jurang degradasi demi memaksa Hiddink kembali dari masa pensiunnya.

Roberto Mancini

pengganti-ranieri-462410038852b8f.jpg

Sejak meninggalkan Inter Milan di tahun 2016 silam, Roberto Mancini belum juga kembali ke bangku kepelatihan. Padahal sederet gelar juara yang berhasil ia hadiahkan kepada beberapa klub raksasa jelas membuktikan kepiawaian sang pelatih asal Italia.

Mancini bahkan memiliki catatan cukup memuaskan di kancah Liga Inggris bersama Manchester City. Walau sempat bermain untuk Leicester di tahun 2001, namun The Foxes dipastikan butuh usaha ekstra untuk bisa merayunya. Karena sepanjang karir kepelatihannya, Mancini tak pernah menukangi tim papan bawah.

Nigel Pearson

pengganti-ranieri-859331983b31240.jpg

Pelatih berusia 53 tahun ini memang menjadi kandidat terkuat untuk menggantikan Ranieri. Dan bukan kali pertama bagi Nigel untuk duduk di bangku kepelatihan Leicester City.

Di tahun 2008, Nigel sempat dipercaya sebagai pelatih kepala hingga 2010. Tapi di tahun 2011 ia kembali dan berhasil membawa Leicester lolos ke kancah Liga primer Inggris dua musim lalu. Sayangnya di akhir musim 2014/2015 ia harus tersingkir dan digantikan oleh Ranieri.

Dengan statusnya yang masih menganggur usai didepak dari Derby County, tentu Leicester punya peluang bagus untuk bisa kembali merayu Pearson duduk di bangku kepelatihan.

Alan Pardew

pengganti-ranieri-31937f3230ca913.jpg

Crystal Palace mendepaknya dari bangku kepelatihan pada Desember 2016 silam karena beranggapan Alan Pardew tak cukup bagus untuk bisa memenuhi target klub. Namun nyatanya, hingga kini Palace tetap saja masih terlunta-lunta meski telah meski telah menempatkan wajah baru di bangku kepelatihan mereka.

Mungkin Pardew memang tidak begitu menjanjikan untuk dipercaya sebagai pelatih jangka panjang. Namun dengan hanya 13 laga tersisa di Liga primer Inggris, rasanya tak salah bila memberi kepercayaan kepadanya untuk sekedar menghindarkan Leicester dari jurang degradasi.

Gary Rowett

pengganti-ranieri-598864fdd324d55.jpg

Setelah didepak Birmingham City tahun 2016 lalu, Gary Rowett belum juga mendapat pinangan. Ia sempat santer dikabarkan bakal duduk di bangku kepelatihan Swansea City, namun di menit-menit akhir The Swan justru mengumumkan nama Paul Clement sebagai pelatih anyar mereka.

Meski usianya baru 42 tahun dan hanya memiliki empat tahun pengalaman melatih di dua klub berbeda, rasanya tidak terlalu buruk bagi Leicester untuk mendatangkannya demi sekedar menghindarkan diri dari peringkat tiga terbawah.


assets/ams/default/expandable-cover.png button billboard

ADVERTISEMENT

assets/ams/default/standard.png

ADVERTISEMENT

assets/ams/default/standard.png