Bukan Kim, Tapi Ini Penyebab Kegagalan Persib

Text : M Rusjdi Alatas | Photo / Video : PSSI FAI | Editor: Dedi Hermawan | 6 March 2017

SPORTKU.COM

Gagalnya Persib Bandung melaju ke babak final Piala Presiden 2017 jelas sangat menyesakan bagi para pendukung setia mereka.

Terlebih lagi, sejak awal turnamen Persib menjadi salah satu klub faforit juara lantaran performa menjanjikan yang mereka tunjukan di setiap pertandingan.

Namun semua keyakinan itu perlahan hilang kala Persib harus menelan kekalahan 2-1 di leg pertama semi final Piala Presiden, Kamis (2/3/2017). Meski akhirnya berhasil memetik kemenangan 2-1 di leg kedua, namun hasil itu nyatanya belum cukup aman untuk membawa Persib melaju ke babak final. Dan kegagalan mereka di babak adu penaltipun mengharuskan mereka merelakan gelar juara.

''Saya sebagai pelatih minta maaf. Kekalahan kami dari Pusamania Borneo Fc lewat adu penalti adalah tanggung jawab saya karena saya yang menentukan susunan penendang dalam adu penalti,'' terang Djajang usai pertandingan.

Kegagalan Kim Kurniawan melakukan eksekusi penalti memang membuat Persib harus gagal menembus babak final. Tapi kemudian pantas untuk menganggap Kim sebagai penyebab utama kegagalan Maung Bandung? Rasanya tidak bisa dibenarkan, karena sejumlah pemain besar Eropa bahkan pernah juga melakukan kesalahan serupa.

Mungkin akan lebih tepat bila kegagalan ini dijadikan oleh Djajang Nurdjaman untuk mengevaluasi lini pertahanannya. Karena meski berhasil menyarangkan 12 gol di enam laga Piala Presiden 2017, Persib memiliki presentase kebobolan yang bisa dibilang cukup mengecewakan.

Dari enam pertandingan di Piala Presiden 2017, Persib telah mengalami enam kali kebobolan. Dan bila dirata-rata, maka Persib kebobolan satu gol di setiap laganya. Hal ini berbanding terbalik dengan PBFC yang walaupun hanya mampu mencetak 4 gol dari enam pertandingan, namun hanya merasakan tiga kali kebobolan.

''Secara permainan, kami sebenarnya unggul. Tim lawan hanya memiliki 1 peluang dari sepak pojok, namun peluang itu sukses mereka maksimalkan dan membiat kami kalah meskipun di akhir 90 menit kami unggul 2-1,'' terang pelatih yang akrab disapa Djanur tersebut.

Walau tak mampu lagi merebut gelar juara, namun Persib masih memiliki peluang untuk menduduki posisi ketiga. Semoga saja, Djanur tak terlalu larut dalam kegagalan Persib kali ini dan segera melakukan evaluasi demi kembali menyempurnakan skuat asuhannya.

''Saya memohon maaf kepada Bobotoh yang sudah mendukung kami dengan luar biasa. Soal laga perebutan peringkat 3, tentu, kami akan maksimalkan dan berusaha sebaik mungkin untuk merebutnya,'' tutur Djajang.

Hal ini jelas menunjukan kalau pemegang gelar juara Piala Presiden 2015 ini masih memiliki masalah pada lini pertahanan.

  • facebook share

RELATED NEWS

Kontroversi Main di Luar Negeri

Kontroversi Main di Luar Negeri

FOOTBALL
Kata Aji Santoso Soal Persela

Kata Aji Santoso Soal Persela

FOOTBALL
Buffon Raih Penghargaan

Buffon Raih Penghargaan

FOOTBALL
Kumpulan Model Rambut Paul Pogba

Kumpulan Model Rambut Paul Pogba

FOOTBALL

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company