Nih, Pola Permainan Timnas Indonesia Dibawah Asuhan Luis Milla

Text : M Rusjdi Alatas | Photo / Video : Greg Bima | Editor: Andi Wahyudi | 8 March 2017

SPORTKU.COM

Tiga kali sudah Luis Milla menggelar seleksi Timnas Indonesia U22. Sebentar lagi, bakal diumumkan 25 pemain yang masuk skuat U22.

Patut ditunggu memang, karena dengan diumumkannya nama-nama pemain tersebut, kita akan mendapat gambaran bagaimana sebenarnya karakter pemain yang dibutuhkan Milla. Dan dari situlah kita bisa meraba pola permainan seperti apa yang akan di terapkan Milla pada tim asuhannya.

Asisten pelatih Timnas Indonesia U22, Bima Sakti memang sempat menyatakan kalau Milla senang menerapkan pola 4-3-3. Namun tampaknya pola itu belum pasti bakal di terapkan di Timnas U22. Karena nyatanya, Milla banyak menerapkan sejumlah pola berbeda di sepanjang karir kepelatihannya.

''Milla memang suka formasi 4-3-3. Namun apakah itu akan diterapkan untuk tim nasional Indonesia, ya, tergantung kebutuhan,'' tutur Bima Sakti.

Saat pertama kali dipercaya menukangi timnas usia muda Spanyol, Milla memang sering menerapkan pola permainan 4-5-1. Dengan pola tersebut, Milla berhasil membawa Timnas U19 Spanyol menembus babak final Europeean U19 Championship di 2010.

Namun saat dipercaya menukangi Timnas U21 Spanyol, Milla kemudian meninggalkan formasi 4-5-1 yang biasa digunakannya. Di masa ini, Milla lebih sering menerapkan pola 4-2-3-1 dan variasi pola 4-3-3. Meski terkadang Milla sempat beberapa kali menggunakan pola 4-4-2.

Luar biasanya, dengan pola ini Milla hanya menelan 1 kekalahan dari 18 pertandingan. Dan ia juga sukses membawa Timnas U21 Spanyol keluar sebagai juara Piala Eropa U21.

Sayangnya, pola yang sama tak cukup efektif saat diterapkan pada Timnas Spanyol kala berlaga di ajang Olimpiade 2012. Dari tiga pertandingan, Milla tak sekalipun mampu membawa timnya memetik kemenangan dengan hanya mampu menuai sekali hasil seri dan kalah di dua laga lainnya.

Saat dipercaya menjadi pelatih Al Jazira, Milla justru tampak tak punya pola permainan yang jelas. Ia kerap menggonta-ganti pola permainan dari 3-5-2, 4-4-2, 4-3-3, dan 3-4-3. Hasilnya, dari 6 pertandingan Al Jazira hanya mampu memetik satu kemenangan, 2 hasil imbang, dan 3 kali kalah. Catatan tersebut kemudian membuat Milla langsung di depak dari bangku kepelatihan.

Saat diberi kepercayaan menukangi tim La Liga (Real Zaragoza), Milla kemudian tampak lebih rutin menggunakan pola 4-2-3-1. Meski sesekali juga menerapkan 4-3-3 dan 4-4-2, namun Milla tampak lebih nyaman menggunakan satu orang striker utama dengan dua pemain sayap sebagai pendukungnya. Dan tampaknya, pola itu juga yang akan ia terapkan kepada Timnas Indonesia U22.

''Ideal kami akan menggunakan satu striker dengan dua pemain sayap. Tapi kami akan menyesuaikan dengan lawan yang akan kami hadapi,'' terang Milla usai memimpin seleksi tahap ketiga di Sekola Pelita Harapan (SPH), (7/3).

Hingga saat ini, hanya ada empat nama striker yang sudah dipanggil Milla dalam tiga tahap seleksi Timnas U22. Mereka adalah Ahmad Nur Hardianto, Marianus Manewar, Dimas Drajat, dan Dendi Sulistyawan.

  • facebook share

RELATED NEWS

Barcelona Tumbangkan Real Betis

Barcelona Tumbangkan Real Betis

FOOTBALL
Ibra Dikontak MU Minggu Ini

Ibra Dikontak MU Minggu Ini

FOOTBALL
Pilihan yang Diambil Gareth Barry

Pilihan yang Diambil Gareth Barry

FOOTBALL
AHM Gelar Kompetisi Futsal

AHM Gelar Kompetisi Futsal

FOOTBALL

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company