SPORTKU.COM

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir akhirnya angkat bicara terkait kasus korupsi yang menjerat bawahannya.

Seperti diketahui sebelumnya, Penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah menetapkan Dodi Iswandi (Sekretaris Jenderal KOI) dan Anjas Rivai (Bendahara KOI) sebagai tersangka dugaan korupsi dana sosialisasi Asian Games 2018. Dan rencananya, pihak kepolisian juga akan memanggil sejumlah pengurus KOI dan Erick Thohir untuk dimintai keterangan terkait kasus tersebut.

Namun Erick mengaku sama sekali tidak merasa terbebani dengan pemanggilan ini. Sebagai warga negara yang baik, Erick mengaku akan secara penuh membantu kepolisian untuk membantu menuntaskan kasus tersebut.

''Sebagai warga negara Indonesia yang baik dan turut kepada hukum, apabila dipanggil oleh kepolisian saya akan taat dan hormati pemanggilan tersebut. Kalau memang terbukti bersalah, saya siap dipenjara, tapi yang jelas hal ini jangan dipolitisir,'' jawab Erick Thohir.

Meski demikian, hal ini tetap saja menjadi sebuah tamparan keras bagi KOI. Karena salah satu dari empat sukses yang ingin dicapai KOI (Komite Olimpiade Indonesia) dan INASGOC (Indonesia Asian Games Organizing Committee) dalam pelaksanaan Asian Games 2018 adalah sukses administrasi. Hal itu merupakan indikator keberhasilan yang tak kalah penting dengan tiga sukses lainnya, yakni penyelenggaraan, prestasi olahraga, dan pemberdayaan ekonomi.

KOI dan INASGOC sebenarnya sejak awal telah bekerjasama dengan lembaga pengawasan pemerintah, baik itu BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), dan Kepolisian mengingat penyelenggaraan pesta olahraga bangsa Asia itu menggunakan dana APBN yang sangat besar. Hal ini dilakukan agar dalam proses persiapan menjadi tuan rumah Asian Games 2018 yang kurang dari dua tahun lagi tidak menemui halangan.

assets/ams/default/expandable-cover.png button billboard

ADVERTISEMENT

assets/ams/default/standard.png

ADVERTISEMENT

assets/ams/default/standard.png