MXGP Indonesia 2017, Event Internasional Rasa Tarkam

Text : Suhartono | Photo / Video : Suhartono | Editor: Dedi Hermawan | 8 March 2017

SPORTKU.COM

Nama Indonesia dipertaruhkan di event Motocross Grand Prix (MXGP). Dan sebuah event akan diingat publik, karena kesuksesan atau karena ketidaksuksesannya.

Perencanaan MXGP Indonesia 2017 muncul pertama kali di media pada bulan Maret 2016 di Thailand. Saat itu selepas sesi kualifikasi MXGP Thailand, Presiden Youthstream, Giuseppe Luongo dan FIM/CMS Director Tony Skillington menggelar jumpa pers.

Dalam jumpa pers bersama media lokal di sana, saat itu juga dihadiri oleh Walikota Pangkal Pinang, Muhammad Irwansyah S.sos Msi. Hadir juga Gubernur Bangka Belitung Rustam Effendi dan A. Judiarto dari Lightning Production. Keseriusan Indonesia untuk kembali menjadi tuan rumah MXGP memang sangat getol.

Maklum, bumi tercinta Indonesia terakhir kali menjadi tuan rumah MXGP tercatat pada tahun 1997. Yang mana saat itu Kota Bandung, Jawa Barat menjadi lokasi digelarnya event bergengsi ini. Ketika itu, ajang MXGP masih bernama FIM Motocross World Championship.

Untuk menyukseskan MXGP di Indonesia, Youthstream pun akhirnya menunjuk A. Judiarto selaku pemilik Lightning Production menjadi EO lokal. Artinya segala sesuatu mulai dari persiapan hingga pelaksanaan event MXGP Indonesia menjadi tanggung jawabnya.

Kisah perjalanan MXGP Indonesia 2017 pun terus bergulir. Hingga pemerintah pun ikut berkolaborasi. Melalui kementerian terkait seperti dari Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) dan Kemenpar (Kementerian Pariwisata) menjadi dua instansi yang tergiur dengan MXGP.

MXGP Indonesia 2017 pun menjadi proyek bancakan Kemenpora dan Kemenpar. Namun yang lebih berada di depan adalah Kemenpar. Karena ajang MXGP sekaligus dijadikan sebagai lahan untuk mempromosikan potensi wisata Pangkal Pinang maupun Indonesia pada umumnya melalui slogan Wonderful Indonesia.

Tak tanggung-tanggung, Kemenpar pun menggelontorkan dana hingga Rp10 Miliar dalam ajang MXGP Indonesia 2017. Belum lagi dari Kemenpora dan para sponsior lainnya seperti maskapai penerbangan swasta Sriwijaya Air. Maskapai penerbangan milik Chandra Lie dan Hendry Lie itu kabarnya menyetor dana segar Rp5 Miliar.

Melihat banyaknya yang tergiur dengan event MXGP, tentu semua berharap akan kesuksesan ajang bergengsi ini. Apalagi dana yang terkumpul untuk kesuksesan MXGP Indonesia juga tak sedikit. Jumlah uang tertera di atas mungkin hanya sebagian kecil yang dibuka ke publik.

Sampai hari 'H' penyelenggaraan event MXGP Indonesia di Pangkal Pinang, tepatnya di Area Sport Center GOR Sahabudin pada tanggal 4-5 Maret lalu, semua dibikin kaget. Bukan karena megahnya event MXGP Indonesia namun karena masih banyaknya hal yang belum disiapkan oleh panitia lokal.

Dibilang tidak siap, terutama soal sirkuit. Saat SPORTKU.com tiba di lokasi digelarnya MXGP, Sabtu (4/3), beberapa pekerja masih terlihat sibuk menyempurnakan sirkuit. Alat berat seperti bulldozer dan excavator masih beroperasi untuk menyempurnakan trek sirkuit. Padahal seharusnya trek sudah siap 100 persen, karena pada hari sabtu, biasanya digunakan untuk latihan dan kualifikasi.

Namun toh tetap saja sirkuit tak bisa selesai seperti yang diharapkan oleh banyak pihak. Terutama oleh para crosser dan tim yang datang dari berbagai negara. Imbasnya pun cukup parah. Dengan sirkuit yang tak siap, beberapa agenda terpaksa ditiadakan oleh Youthstream sebagai pemilik event.

Di hari Sabtu, (4/3), para crosser hanya memiliki waktu untuk latihan bebas saja. Padahal di hari tersebut ada jadwal kualifikasi. Namun melihat kondisi trek yang rusak parah karena berlumpur tebal, maka diambil keputusan untuk meniadakan babak kualifikasi. Hasil latihan bebas dijadikan patokan untuk menentukan posisi start.

Bukan hanya itu, di hari Minggu, (5/3), kejadian yang tak diharapkan akhirnya muncul. Setelah peniadaan babak kualifikasi, Race 2 kelas utama MXGP yang juga disebut MX1 batal dilaksanakan. Kondisi trek memang sangat memprihatinkan sehingga langkah ini dianggap yang terbaik oleh Youthstream dan FIM.

Kondisi trek yang rusak juga berimbas pada kelas MX2. Di Race 2 para crosser yang seharusnya melakukan balapan sebanyak 20 lap hanya diwajibkan 9 lap. Parahnya lagi, aksi balap para crosser diakhiri dengan kibaran bendera merah atau red flag.

Tak pelak, kondisi ini membuat para crosser dan tim kecewa berat. Bukan hanya mereka, tapi juga para penggemar balap motocross yang sudah datang di Pangkal Pinang. Para crosser dunia pun banyak yang memberikan komentar bernada miring atas penyelenggaraan MXGP Indonesia 2017. Terutama komentar mereka soal kondisi sirkuit yang amburadul.

Namun, bicara mengenai sirkuit yang rusak, ada yang beranggapan karena faktor cuaca. Hujan memang terjadi di sana selama beberapa hari bahkan saat event MXGP berlangsung. Akan tetapi kembali lagi ke persiapan, jika semuanya sudah disiapkan sejak jauh hari, maka hujan seharusnya tak akan merusak event ini. Perencanaan yang matang dan profesional bisa terlihat ketika sebuah event dihadapkan pada suatu persoalan. Jadi, rasanya tidak fair jika menjadikan hujan sebagai biang kerok utamanya. 

Catatan penting lainnya yaitu minimnya sosialisasi MXGP Indonesia. Event bergengsi tersebut ibarat petasan yang melempem tersiram air. Nyaris tidak ada ledakan publikasi yang menarik atensi publik menyaksikan MXGP. Tak heran jika Menteri Pariwisata, Arief Yahya sempat sewot gara-gara event MXGP sepi publikasi.

Padahal, jika publikasi menyebar luas, dukungan bakal datang berlimpah, baik dalam bentuk partisipasi langsung atau dukungan doa. Ingat loh, pecinta motocross di republik ini cukup berlimpah. Bisa dibilang, setiap akhir pekan selalu saja ada event motocross, baik itu skala regional, lokal atau tarkam (antar kampung) sekalipun.

Nah, berkaca dari event akhir pekan kemarin, sudah selayaknya setiap event berkelas internasional harus dikerjakan secara profesional. Keterlibatan semua pihak harus diakomodir secara proporsional dengan tujuan menyukseskan event tersebut. Ketika bicara soal nasionalisme, sudah seharusnya kita menyingkirkan ego pribadi atau kelompok untuk mencapai goal yang lebih besar lagi: harumnya nama Indonesia dalam skala global. Tabik!

  • facebook share
  • twitter shere

RELATED NEWS

KEJURNAS SUPERMOTO MASIH CARI IMEJ

KEJURNAS SUPERMOTO MASIH CARI IMEJ

TOPIC OF THE WEEK
Menanti Pembalasan Honda Racing Indonesia

Menanti Pembalasan Honda Racing Indonesia

TOPIC OF THE WEEK
Rossi, Kemana Ambisimu?

Rossi, Kemana Ambisimu?

TOPIC OF THE WEEK
McLaren dan Honda Resmi Bercerai

McLaren dan Honda Resmi Bercerai

TOPIC OF THE WEEK

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company