SPORTKU.COM

Leicester City yang tampil meragukan sejak awal musim 2016/2017, berhasil membuat perubahan dan kembali ke jalur yang benar.

Leicester City membuktikan kalau mereka belum berhenti untuk mengejar mimpi, saat berhasil menumbangkan Sevilla di leg kedua babak 16 besar Liga Champions Eropa. Leicester yang kalah 2-1 di leg pertama, akhirnya berhasil lolos ke babak perempat final usai menumbangkan Sevilla dengan skor 2-0 dan merubah kedudukan agregat menjadi 3-2.

''Ini luar biasa, saya tidak bisa mempercayainya. Kami adalah pendatang baru di Liga Champions, tak pernah menyangka bisa sampai sejauh ini,'' ungkap Kapten The Foxes, Wes Morgan seperti dilansir Mirror.

Morgan sendiri adalah pencetak gol pertama bagi Leicester di laga kontra Sevilla yang berlangsung di King Power Stadium, Rabu (15/3/2017). Di awal babak kedua, Leicester berhasil menambah keunggulan lewat gol yang dicetak Marc Albrighton.

Sevilla sebenarnya tak pernah berhenti berusaha untuk merubah kedudukan, tapi sayangnya, usaha mereka semakin berat setelah Samir Nasri di hadiahi kartu kuning kedua di menit 74.

Namun yang paling menghancurkan mental pemain Sevilla tentu saja adalah gagalnya Steven Nzozi memanfaatkan peluang emas sepuluh menit jelang laga usai.

Nzozi yang dipercaya menjadi eksekutor penalti, nyatanya tak bisa menuntaskan tugasnya dengan sempurna. Bola sepakannya yang terlalu lemah, masih terlalu gampang dipatahkan oleh Kasper Schmeichel yang berdiri di bawah mistar gawang.

''Ini adalah pertandingan berat menghadapi salah satu tim terkuat. Pada babak kedua bahkan terasa sangat sulit untuk menjaga intensitas permainan. Tapi rekan-rekan saya sangat brilian hingga membuat mereka (Sevilla) kesulitan menciptakan peluang,'' ungkap penjaga gawang Leicester Kasper Schmeichel.

Kini Leicester hanya tinggal menunggu siapa yang akan menjadi lawan mereka di babak perempat final nanti. Meski bisa dipastikan kalau langkah mereka di perempat final akan sangat sulit, namun pelatih Leicester City, Craig Shakespeare tampaknya masih sangat yakin kalau keberuntungan mereka musim lalu masih akan mempengaruhi perjalanan mereka di musim ini.

Buktinya, Shakespeare percaya kalau anak asuhnya sangat mungkin mengalahkan tim-tim raksasa seperti Real Madrid dan Barcelona, serta kembali mengukir sejarah dengan memenangkan gelar juara Liga Champions Eropa.

''Kami tahu hanya tim dengan kualitas luar biasa yang tersisa di turnamen ini. Tapi kami berada di sana (babak perempat final) untuk menjadi penyeimbang, kami tidak boleh membuat kesalahan. Mungkin kami hanya akan menjadi sebuah paket kejutan bagi tim-tim raksasa,'' ucap Shakespeare.

assets/ams/default/expandable-cover.png button billboard

ADVERTISEMENT

assets/ams/default/standard.png

ADVERTISEMENT

assets/ams/default/standard.png