SPORTKU.COM

Ternyata, sejak tahun 2008, Michael Essien tercatat telah menghabiskan total 737 hari untuk berjibaku dengan cedera yang dideritanya.

Bergabungnya Michael Essien bersama Persib Bandung langsung menjadi perhatian banyak kalangan. Tidak hanya di Indonesia, tapi beberapa media asing juga tak mau kalah memberitakan bergabungnya mantan gelandang Chelsea itu dengan klub kebanggaan masyarakat Jawa Barat.

Tapi sangat wajar memang bila kedatangan Essien begitu mengundang banyak perhatian, maklum saja, Essien adalah pemain yang berhasil memenangkan gelar Liga Champions Eropa pertama yang bergabung dengan klub Indonesia. Dan dengan latar belakangnya, pemain berusia 34 tahun ini memiliki kemampuan di atas rata-rata pemain Liga 1 pada umumnya.

Buktinya Pelatih Persib, Djajang Nurdjaman, memberikan Essien tugas sebagai gelandang serang. Padahal, di sepanjang karirnya, Essien lebih sering berperan sebagai gelandang jangkar.

''Saya memang butuh Essien sebagai gelandang serang. Pemain di posisi itu sangat dibutuhkan Persib,'' terang Djajang.

''Essien punya kemampuan untuk gelandang bertahan dan gelandang serang. Dribling dan shooting-nya sangat bagus,'' tambah pelatih yang akrab disapa Djanur tersebut.

Tapi tentu patut dipertanyakan, kenapa Essien memilih untuk bergabung dengan klub Indonesia disaat sejumlah mantan bintang Eropa lainnya memutuskan untuk melanjutkan karir mereka di China dan Amerika? Terlebih lagi, klub-klub di kedua negara tersebut lebih berani menjanjikan mantan-mantan pemain bintang ini bayaran yang menggiurkan.

Batalnya Essien bergabung dengan klub asal Thailand dan Australia tentunya juga perlu dicari tahu alasannya. Karena bukan tidak mungkin kedua klub tersebut membatalkan rencana mereka untuk mendatangkan Essien karena takut dengan sejarah cedera yang dimiliki sang pemain asal Ghana.

Ya, Essien yang kini telah berusia 34 tahun memang pernah menjadi yang terbaik di lapangan tengah. Saat masih menukangi Chelsea, Jose Mourinho bahkan tanpa ragu menyebut Essien sebagai gelandang terbaik dunia.

''Essien adalah pemain terbaik di lapangan. Dia memenangi setiap duel di lini tengah dan memberikan sesuatu berbeda untuk tempo laga,'' kata Mourinho saat membawa Chelsea menumbangkan Real Betis di fase grup Liga Champions Eropa musim 2004/2005.

Tapi sayangnya, performa Essien di atas lapangan kemudian menurun drastis setelah mengalami cedera pada ligamen lututnya di tahun 2008. Kala itu, Essien yang masih berseragam Chelsea harus menepi hingga 173 hari lamanya.

Sejarah cedera Essien (Sumber:Transfermarkt, Grafis: Yogi)

25-nama-seleksi-pertama-96119b30a0f42d4.jpg

Tapi Essien termasuk salah satu yang beruntung, karena tidak sedikit pesepak bola yang harus mengakhiri karirnya setelah mengalami cedera pada ligamen lututnya. Namun Essien membuktikan kalau cedera yang dideritanya tak akan menghalangi ia untuk bisa kembali ke atas lapangan.

Meski Essien setelahnya masih terus diberi kepercayaan, namun kerusakan pada ligamen membuat ia tak lagi sama. Essien setelah itu sering dibekap cedera, dan sejak 2008, Essien telah menghabiskan total waktu selama 737 hari atau lebih dari dua tahun lamanya untuk berjibaku dengan cedera yang dideritanya.

Namun Essien sempat menyatakan kalau sejarah cedera yang ia punya, tak akan pernah mempengaruhi cara bermainnya di atas lapangan. Essien bahkan sadar benar kalau bekas cederanya bisa saja kembali merepotkannya. Tapi ia mengaku sudah tahu apa yang harus ia lakukan agar cedera tidak lagi mengganggu karirnya sebagai pesepakbola.

''Lutut saya sama sekali tidak memberikan masalah. Saya hanya harus menjaga tubuh saya agar tetap fit dan siap memberikan yang terbaik kepada tim. Gaya permainan saya juga tidak akan berubah. Saya masih sama,'' jelasnya.

''Di saat anda mengalami cedera seperti ini, rasanya sangat sulit untuk bisa kembali, tapi saya mengalir begitu saja. Saya tidak terlalu memaksakan diri saya dan saya hanya mendengarkan apa yang dikatakan dokter kepada saya. Dan begitu saya sudah fit dan kembali berlatih, saya akan memberikan yang terbaik,'' terang Essien seperti dilansir SB Nation pada 19 Juli 2013 silam.

Namun Persib Bandung tentu tahu benar sejarah cedera yang dimiliki pemain barunya. Semoga saja Djajang Nurdjaman memiliki cara untuk tetap menjaga Essien pada performa terbaiknya.

assets/ams/default/expandable-cover.png button billboard

ADVERTISEMENT

assets/ams/default/standard.png

ADVERTISEMENT

assets/ams/default/standard.png