SPORTKU.COM

Dua bikers ' buas' asal Indonesia melakukan misi perjalanan touring untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke kawasan ASEAN.

Perjalanan Adet Vriono dan Rial Hamzah dalam tajuk 'Ride 2 ASEAN' punya pesan penting. Perjalanan mereka yang sudah dimulai sejak 19 Februari lalu itu diperkirakan akan menempuh jarak hingga 17.744 kilometer. Dengan puluhan ribu perjalanan yang mereka tempuh, rencananya akan diselesaikan dalam 34 hari.

Laju arah dua bikers Tanah Air tersebut saat ini dikabarkan tengah memasuki wilayah Thailand. Sebelumnya, mereka memulai rute perjalanan dari Jakarta dan berlanjut ke Pulau Sumatera. Lalu mereka menuju Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Balai (Asahan) untuk menyeberang ke Port Klang, Malaysia.

"Tantangan terbesar berkendara di Sumatera dengan kondisi hujan sangat menguji skill riding dan fisik kami berdua, fokus dalam berkendara kami tingkatkan menjadi 2 kali lipat dalam menghadapi berbagai rintangan terutama lubang, bis dan truk. Tetapi lubang dan jalan rusak adalah musuh utama kami," ujar Adet Vriono yang geber Kawasaki Versys 650.

Banyak halangan dan rintangan yang harus dilewati oleh Adet Vriono dan Rial Hamzah. Mulai dari cuaca hujan hingga sengatan terik matahari tak menghalangi laju mereka. Namun tak sedikit pemandangan indah yang menggambarkan sebagian wilayah Indonesia bisa mereka nikmati.

Puas menikmati perjalanan di kawasan Sumatera, mereka langsung menyebrang ke Malaysia. Di Negeri Jiran, keduanya berkunjung ke Festival Wilayah Motor Malaysia. Tak lupa, mereka saling bertukar suvenir. Adet Vriono dan Rial Hamzah memberikan slayer dengan motif batik yang menjadi ciri khas Indonesia.

Hari ke-8 (27/2) usai dari Kuala Lumpur mereka menuju Thailand melewati border Bukit Kayu Hitam Malaysia dengan jarak 475 kilometer yang ditempuh sekitar lima jam perjalanan. “Sebelumnya kami bertemu dengan Eid Sidek, biker Malaysia yang hafal seluk beluk touring di Malaysia dan Thailand,” ujar Rial Hamzah yang mengandalkan Suzuki VStom 650.

Setibanya di Negeri Gajah Putih, mereka justru menemui masalah. Karena adanya peraturan baru, Adet Vriono dan Rial Hamzah tak bisa membawa masuk motornya. Yang boleh masuk hanya sepeda motor dari Malaysia, Singapore dan Laos.

“Kami pun beragumentasi dengan petugas sesuai peraturan internasional jika pakai carnet, motor tentunya boleh memasuki suatu negara. Cukup lama kami berdebat yang pada akhirnya motor sepeda motor tetap tidak diperbolehkan masuk. Jika ingin memasuki Thailand harus mendapatkan permit dari D.L.T (Department Land Transpot, semacam Dinas Perhubungan),” terang Adet Vriono.

Tak juga menemui solusi, Adet Vriono dan Rial Hamzah pun memutuskan untuk bermalam di Danok yang berjarak sekitar 100 kilometer dari border Thailand. Baru pada esok harinya mereka melanjutkan perjalanannya ke Songkla, 150 kilometer dari border untuk memproses dokumen.

Sulit mencari jalan keluar untuk bisa membawa masuk motor dari Indonesia ke Thailand. Jalan satu-satunya mereka harus menyewa motor 50.000 bath (sekitar Rp20 juta-an) untuk menikmati perjalanan di Thailand selama 5 hari.

“Kami kecewa tidak bisa diijinkan masuk Thailand menggunakan sepeda motor kami. Akhirnya kami kembali ke Indonesia untuk menunggu pembuatan surat permohonan Temporay Permit kendaraan agar masuk Thailand yang prosesnya sekitar 15 hari dan membuat multiple visa Thailand,” tutup Adet Vriono.

Baca Juga
7Gear Rilis Jaket Touring Terbaru
Komunitas XYI Wilayah Sulawesi 1 Gelar Kopdargab Perdana

assets/ams/default/expandable-cover.png button billboard

ADVERTISEMENT

assets/ams/default/standard.png

ADVERTISEMENT

assets/ams/default/standard.png