Ali Adrian Bercerita Pengalaman Pahitnya di Dunia Balap

Text : Suhartono | Photo / Video : Sonny Hastara | Editor: Andi Wahyudi | 6 April 2017

Pengalaman Pahit Ali Adrian

SPORTKU.COM

Ali Adrian, salah satu pebalap kebanggaan Indonesia berbagi cerita menarik seputar dunia balap yang dia geluti selama ini.

Pria kelahiran Jakarta, 29 September 1993 silam itu memang sudah memiliki hobi balap sejak kecil. Ketika usianya masih 3 tahun, Ali Adrian sudah akrab dengan motor balap pemberian orang tua. Yamaha PW 50cc menjadi motor pertama yang dimiliki oleh Ali Adrian.

"Singkat cerita awal mula tahu motor memang dari Bapak. Bapak dulu sempat lama di dunia otomotif. Saat usia saya masih tiga tahun, saya dibelikan motor Yamaha PW 50cc. Jadi dulu ketika sudah pulang main motor muter-muter di rumah. Gak kepikiran mau jadi pebalap," buka Ali Adrian dalam ramah tamahnya bersama awak media.

Seiring waktu berjalan, Ali Adrian mulai menemukan jati dirinya. Dukungan orang tua menambah semangat Ali Adrian untuk terus menekuni hobi 'berkuda' dengan motor miliknya. Meski saat itu memang belum terpikirkan menjadi seorang pebalap seperti sekarang ini.

"Tapi karena di rumah semakin ramai, akhirnya di bikinin sirkuit di rumah. Sempat juga diarahin ke balap gokart. Main gokart sekitar dua kali tapi gak serius dan usia 12 tahun baru mulai serius di motor. Orang tua bilang lakukan yang terbaik, pilihan ada di kamu," sambungnya.

Ali Adrian sendiri memulai kariernya profesionalnya sejak tahun 2008 silam, ketika usianya baru menginjak 15 tahun. Saat itu Ali Adrian malang melintang di berbagai ajang balap nasional. Di tahun 2009, Ali Adrian berhasil naik ke podium dan menjadi juara tiga ajang Indonesia Motorsport Championship di Kelas 150cc.

Satu tahun kemudian, pebalap bernama lengkap Ali Adriansyah Rusmiputro itu mengulang kesuksesan dengan kembali menduduki peringkat ketiga ajang Indonesia Motorsport Championship di Kelas 250cc. Kemudian dia juga memegang juara satu pada Kejurnas 2011 Kelas 250cc serta runner up pada Kejurnas 2011 Kelas 150cc.

Tak puas dengan prestasinya di ajang balap nasional, Ali Adrian mulai memperluas jaringan. Pada tahun 2012, Ali Adrian mengikuti balapan internasional di Sirkuit Losail, Qatar dalam ajang Losail Asia Championship. Turun di Kelas 600cc, Ali Adrian tampil memukau dengan finish di podium ke-2.

"Pertama kali ke Eropa tahun 2012. Dan hasilnya di luar ekspektasi dengan finish di 10 besar. Memang dari dulu pengin di balap dengan jalur MotoGP. Dan kebetulan ketemu David Garcia yang akhirnya menawarkan balap di Moto2," lanjut Ali.

Pengalaman pahit pernah menghiasai perjalanan kariernya. "Tahun 2014 dan 2015 sempat banting tulang, betapa beratnya karena balapan hanya satu atau dua seri dalam satu musim dan orang lihat kayaknya saya gak serius. Sebenarnya sejak tahun 2014 sudah didukung Pertamina, tapi baru 2017 ini benar-benar didukung penuh selama satu musim oleh Pertamina."

Pada tahun 2013, Ali Adrian juga tercatat menduduki peringkat tujuh dalam ajang European Junior Cup (Superbike Championship). Di tahun 2015, Ali Adrian berhasil tiga kali berturut-turut menjadi juara satu dalam ajang Bike Promotion Race yang diselenggarakan di Spanyol.

Masuki pertengahan 2016, Ali Adrian mengikuti ajang RFME Campeonato de Espana di Sirkuit Motorland Aragon, Spanyol. Start paling belakang atau dari grid 33, Ali Adrian bisa tembus posisi 4. Setelah itu, Ali Adrian mendapat kesempatan untuk tampil di ajang CEV International Championship Kelas Moto2 yang digadang-gadang sebagai gerbang para pebalap menuju MotoGP.

Bisa dibilang sejak tahun 2012 hingga 2016, Ali Adrian semakin intens mengikuti berbagai ajang kejuaraan internasional dan terus menunjukkan peningkatan. Hingga akhirnya kini di tahun 2017 Ali Adrian banting setir ke World Supersport (WSSP) 300. Dia menjadi pebalap Indonesia satu-satunya di ajang tersebut.

"Saya melihat bakat Ali Adrian dalam handling motor ketika usia dua tahun. Sempat saya arahkan ke gokart dan cukup bagus. Sampai one day, Ali Adrian datang ke saya ketika usia 13 tahun untuk memilih balap motor. Dari awal saya melihat Ali Adrian riding style-nya memang di motor sport. Kalau di motor bebek malah kaku," ujar sang ayah, Erin Rusmiputro.

Beruntung, Ali Adrian saat ini memiliki David Garcia yang menjadi manajernya di bawah Pertamina Almeria Racing Team. David Garcia sendiri memiliki dua sirkuit yaitu Almeria dan Andalusia yang memudahkan Ali Adrian mempergunakan trek tersebut untuk latihan. David Garcia juga sukses mengantar Tito Rabat merajai Moto2 musim 2014. Tentu ini membangkitkan semangat Ali Ardian untuk terus berkembang.

Baca Juga
Kendala Ali Adrian di Seri Permbuka WSSP 300 Aragon 2017

  • facebook share
  • twitter shere

RELATED NEWS

Dua Putri Motocross Team

Dua Putri Motocross Team

PROFILE
Hobi Lain Pereli Ronny JS

Hobi Lain Pereli Ronny JS

PROFILE
Debutan Pesona Indonesia MX Team

Debutan Pesona Indonesia MX Team

PROFILE
Jagoan Ngoceh Di Arena Balap

Jagoan Ngoceh Di Arena Balap

PROFILE

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company