Jangan Lagi Berharap Ada Keajaiban Bagi Barcelona

Text : M Rusjdi Alatas | Photo / Video : UEFA | Editor: Andi Wahyudi | 12 April 2017

SPORTKU.COM

Rasanya kali ini Barcelona tak bisa lagi berharap keajaiban datang di leg kedua babak perempat final Liga Champions Eropa.

Di musim-musim sebelumnya, mungkin kita sudah bisa memastikan kalau Juventus bakal melenggang ke babak semi final dengan mudah. Tapi bila melihat keajaiban yang terjadi pada Barcelona di leg kedua babak 16 besar Liga Champions Eropa, tentunya kemenangan 3-0 yang diraih Juventus masih belum cukup untuk menyingkirkan Barcelona dari perebutan tiket semifinal.

Karena PSG yang menghancurkan Barcelona dengan skor 4-0 di leg pertama, nyatanya malah gagal lolos ke perempat final lantaran harus menerima gelontoran 6 gol di markas Barcelona. Karena tak bisa dipungkiri, Campnou memang memiliki aura magis bagi para pemain Barcelona.

Lionel Messi, Neymar, Luis Suarez yang dini hari tadi tak bisa bermain cukup maksimal, bisa saja tampil bak kesetanan saat tampil di hadapan puluhan ribu pendukung setia La Blaugrana. Karena itulah kenapa skor 3-0 masih belum cukup untuk bisa meloloskan Juventus.

Tapi Juventus tentunya sudah mengambil cukup banyak pelajaran dari kesalahan yang dibuat PSG. Karena itu, akan sulit pula bagi Barcelona untuk kembali berharap keajaiban berada di pihak mereka.

''Ini masih belum usai. Sepak bola adalah permainan yang tak bisa diduga, dan kami bahkan harus bermain dengan keberanian yang lebih besar lagi di laga selanjutnya,'' ujar Massimilliano Allegri. ''Mereka (Barcelona) mencetak 6 gol ke gawang PSG, jadi kami tentunya akan berusaha untuk mencetak gol.''

''Para pemain ingin melaju hingga babak final, dan kami harus bekerja keras untuk mencapai itu. Kami tahu ini akan sangat sulit,'' imbuh sang juru taktik Juventus tersebut seperti dikutip Telegraph.

Bila melihat yang terjadi di laga dini hari tadi, memang tak bisa dipungkiri kalau ketidakhadiran Sergio Busquets menjadi masalah besar bagi Barcelona. Karena untuk menutup posisi yang ditinggalkan Busquets, Luis Enrique akhirnya harus melakukan perubahan cukup signifikan.

Didorongnya Javier Mascherano untuk menempati posisi gelandang jangkar, membuat Enrique akhirnya harus menurunkan Jeremy Mathieu di posisi bek tengah. Dan keputusan tersebut juga terpaksa harus merubah susunan dua bek tengah lainnya seperti Pique dan Umtiti, karena Mathieu nyatanya kurang bisa berkembang bila ditempatkan pada sisi sebelah kanan.

Dan itulah yang menjadi titik lemah Barcelona di babak pertama. Dybala yang sedang onfire, akhirnya berkali-kali menyulitkan sisi kiri pertahanan Barcelona hingga terciptanya gol pertama. Dan ini jelas merupakan hasil dari kegagalan taktik yang diterapkan Luis Enrique. Padahal, Enrique bisa saja menerapkan formasi dengan menggunakan empat pemain bertahan, ketimbang harus menggunakan tiga pemain belakang.

''Saya selalu optimis, tapi saya juga bisa merasa sangat terpuruk. Saya 100 persen bertanggung jawab atas apa yang terjadi, dan itu tidak mudah. Tapi mulai besok kami harus bangkit dan berpikir untuk membalikan keadaan,'' ungkap Enrique.

''Ini memang seperti mimpi buruk, tapi ini adalah bagian dari sepak bola, seperti layaknya kehidupan itu sendiri,'' imbuhnya.

Memang, tidak menutup kemungkinan bagi Barcelona untuk bisa bermain luar bisa di leg kedua pekan depan, namun anda juga harus memperhatikan bagaimana rapihnya permainan Juventus semalam. Meski Barcelona masih mendominasi penguasaan bola, namun sangat sulit bagi La Blaugrana untuk bisa melepaskan ancaman tepat ke gawang Si Nyonya Tua.

Dari 16 tendangan yang dilepas Barcelona, hanya empat diantaranya yang mengarah tepat ke gawang. Hal ini jelas menunjukan kalau Barcelona tak punya cukup ruang untuk benar-benar memberi ancaman. Dan peran Khedira serta Pjanic sebagai gelandang, sangat berdampak besar dalam menyaring arus serangan yang dibangun Barcelona.

Berbeda dengan Juventus, meski hanya mampu melakukan 32% penguasaan bola, namun "Si Nyonya Tua" ini mampu melepaskan 8 tembakan tepat ke arah gawang dari 14 percobaan. Tentu angka tersebut bisa menggambarkan bagaimana mudahnya para pemain Juve menerobos bentang pertahanan Barcelona.

Di lini depan, Messi juga tampak mengalami kesulitan untuk bisa mengeluarkan kemampuannya. Sempitnya celah pertahanan tuan rumah, membuat bintang utama Barcelona ini harus jauh-jauh mundur ke belakang untuk menjemput bola. Dan dengan usianya yang bakal menginjak 30 tahun dua bulan mendatang, tentunya Messi sudah tidak lagi punya cukup stamina dan kelenturan untuk melewati 4-5 pemain yang mengerubunginya setiap kali memegang bola.

Karena itu, kini Juventus hanya butuh untuk bisa kembali mengulang permainan apik mereka di leg kedua pekan depan. Dan rasanya terlalu naif bila kita kembali mengharapkan keajaiban bagi Barcelona.

  • facebook share
  • twitter shere

RELATED NEWS

Revolusi Madrid, Tantangan Baru Zidane

Revolusi Madrid, Tantangan Baru Zidane

FOOTBALL
Vieri Ejek Transfer Inter Milan

Vieri Ejek Transfer Inter Milan

FOOTBALL
Donnarumma: Saya Ingin Seperti Neuer

Donnarumma: Saya Ingin Seperti Neuer

FOOTBALL
2000 Aparat Amankan Pertandingan Persib-Persija

2000 Aparat Amankan Pertandingan Persib-Persija

FOOTBALL

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company