Banyak Kecurangan di Dua Seri ARRC 2017

Text : Suhartono | Photo / Video : ARRC | Editor: Andi Wahyudi | 19 April 2017

SPORTKU.COM

Perjalanan Seri 2 Asia Road Racing Championship (ARRC) 2017 di Sirkuit Chang, Buriram, Thailand masih diwarnai praktek-praktek kecurangan.

Sirkuit Chang, Buriram, Thailand yang berlokasi di Provinsi Buriram, Thailand atau sekitar 392 kilometer dari Ibu Kota Bangkok baru saja menggelar balapan paling bergengsi di kawasan Asia. Masuki putaran kedua musim ini, Two Wheels Motor Racing selaku promotor ARRC menyajikan tontonan menarik lewat aksi para pebalapnya.

Sirkuit Chang yang memiliki trek sepanjang 4.554meter dengan 12 tikungan menjadi bukti kehandalan para pebalap. Total ada empat kelas yang dilombakan selama dua hari, 14-15 April lalu. Diantaranya Kelas Supersport 600cc, Asia Production 250cc, Underbone 150cc, dan one make race (OMR) Suzuki Asian Challenge.

Balapan berjalan lancar dengan penuh drama di lintasan. Bagi para pebalap, event ini tentu cukup berkesan. Tapi sayangnya, sebagai balapan dengan level tertinggi di Asia ini hingga saat ini masih diwarnai praktek-praktek kecurangan. Baik oleh pebalap maupun tim.

Ron Hogg yang menjadi penyelenggara ARRC pun harus bertindak tegas ketika menemui adanya kecurangan dari pebalap. Bahkan pihak penyelenggara ARRC pun memberikan sanksi yang cukup berat bagi pebalap yang dinilai melakukan kesalahan. Khususnya dalam hal pelanggaran regulasi.

Salah satu yang menerima sanksi dari ARRC adalah pebalap Indonesia, Wahyu Aji Trilaksana. Putra asli Banyumas, Jawa Tengah ini terendus memanipulasi bobot motor balapnya, Yamaha MX King 150. Meski hal tersebut dibantah oleh Wahyu Aji, namun sanksi sudah keluar.

Wahyu Aji yang tampil di Kelas Underbone 150cc (UB150) sudah tampil apik sejak sesi kualifikasi. Pebalap andalan Yamaha Racing Indonesia (YRI) tersebut berhasil kemas waktu terbaik dengan meraih pole position. Namun hasil itu terpaksa dianulir oleh panitia.

Saat balapan berlangsung, Wahyu Aji tak bisa memulai balapan dari grid terdepan. Dirinya dipaksa melakukan balapan dari posisi paling belakang (grid 15). Soal indikasi kecurangan mengenai adanya pengurangan bobot motor pun dibantah oleh Wahyu Aji. Tapi sia-sia, dia tetap harus start dari belakang.

"Waktu kualifikasi berat keseluruhan kurang 2ons. Mungkin gara-gara di Thailand panas banget jadi berat badanku turun. Karena dari Johor gak ada perubahan apa-apa pada motor," ungkap Wahyu Aji kepada SPORTKU.com yang pada Race 1 gagal finish karena masalah mesin.

Beruntung, Wahyu Aji bisa tampil dengan baik pada Race 2 dengan menjuarai balapan. Kemenangan Wahyu Aji di Race 2 UB150 pun menjadi berita manis untuk para pecinta balap di Indonesia. Meski start dari grid belakang, namun dirinya bisa mengumandangkan lagu Indonesia Raya.

Kisah lain soal kecurangan di ARRC Thailand 2017 lalu datang dari mantan pebalap Moto2 Anthony West. Bahkan untuk pebalap dari Australia ini sanksinya sangatlah berat. Anthony West diturunkan paksa dari podium juara. Dirinya pun marah besar atas sanksi dari ARRC.

Anthony West yang balapan dengan kuda besi Yamaha R6 ditengarai menggunakan camshaft non standart pabrikan. Hal ini tak sesuai dengan regulasi dari promotor. Hasil balap Anthony West memang mengejutkan. Di Race 1 bisa finish ke-3. Sedangkan di Race 2 finish terdepan. Tapi semua hasil manis itu sirna.

Nyanyian bernada kemarahan Anthony West pun langsung dia tulis melalui jejaring sosial facebook. Lagi dan lagi, Anthony West menolak tuduhan main curang saat tampil di Kelas Supersport 600cc. Menurutnya, camshaft yang dia gunakan sudah lolos saat scrutineering dan merupakan STD (standart) dari Yamaha.

Bukan hanya soal regulasi yang banyak dilanggar oleh para pebalap dan tim. Para pebalap ARRC juga masih terbilang labil dan tak bisa menahan emosi. Hal ini terjadi di Seri 1 ARRC Johor, Malaysia beberapa waktu lalu. Dua pebalap terlibat aksi pukul saat balapan tengah berlangsung.

Pebalap Mohd Affendi Rosli terekam dari kamera pemantau melakukan aksi pemukulan kepada pebalap Norizman Ismail. Perlakuan tidak terpuji pebalap Malaysia itu berlangsung di Race 1. Atas perbuatannya, pebalap dari tim Hi Rev Rapido SCK Honda Racing ini dikenai sanksi tidak boleh tampil di ARRC Thailand.

Sudah seharusnya, event kelas regional Asia ini menjadi arena untuk menguji skill para pebalapnya. Memang, kebanyakan pebalap masih masuk kategori remaja dimana kestabilan emosinya masih kurang. Namun itu bukan alasan.

Sejatinya, arena lomba harus diikuti oleh pribadi-pribadi yang memiliki jiwa sportif. Sebab olahragawan sejati tidak hanya berpikir untuk menang melulu. Kemenangan adalah hadiah atas jerih payah seorang pebalap berlatih dan mengasah keterampilannya. Yang utama adalah bagaimana para pebalap dan juga tim, sanggup menyuguhkan balapan yang menghibur, penuh adrenalin namun tetap fair play.   

  • facebook share

RELATED NEWS

Bursa Transfer Pebalap MotoGP 2018

Bursa Transfer Pebalap MotoGP 2018

TOPIC OF THE WEEK
Sepak Terjang Esapekka Lappi

Sepak Terjang Esapekka Lappi

TOPIC OF THE WEEK
KEJURNAS SUPERMOTO MASIH CARI IMEJ

KEJURNAS SUPERMOTO MASIH CARI IMEJ

TOPIC OF THE WEEK
Menanti Pembalasan Honda Racing Indonesia

Menanti Pembalasan Honda Racing Indonesia

TOPIC OF THE WEEK

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company