Buruknya Kepemimpinan Wasit Rusak Persaingan Liga Champions Eropa

Text : M Rusjdi Alatas | Photo / Video : Zimbio | Editor: Andi Wahyudi | 20 April 2017

SPORTKU.COM

Sejumlah keputusan buruk sang wasit dianggap telah menghancurkan nilai-nilai sportifitas sepak bola. Perlukah campur tangan teknologi agar fair play?

Empat tim terbaik yang berhak maju ke babak semifinal Liga Champions Eropa sudah ditentukan. Persainganpun dipastikan akan semakin memanas, karena semua tim kini memiliki peluang yang sama untuk bisa menuliskan nama mereka sebagai juara.

Namun kenikmatan para pecinta sepak bola untuk bisa menyaksikan tim kesayangannya mereka bersaing di atas lapangan hijau sudah tak lagi sama. Karena wasit yang seharusnya menjadi pengadil pertandingan, justru juga turut memegang peran besar dalam menentukan siapa tim yang berhak menang.

Ya, situasi ini jelas sangat mengecewakan, karena usaha keras para pesepak bola yang berjuang sekuat tenaga, bisa dengan mudahnya terbuang sia-sia karena keputusan wasit yang sudah tak lagi bisa dipercaya.

Buktinya jelas terpampang dalam laga leg kedua babak perempat final Liga Champions Eropa antara Real Madrid dan Bayern Muenchen. Dalam laga tersebut, sejumlah keputusan buruk wasit di atas lapangan akhirnya membuat usaha luar biasa wakil Jerman terbuang percuma. Padahal, Muenchen yang di leg pertama harus menelan kekalahan 1-2, bisa saja melaju ke babak selanjutnya bila wasit yang memimpin pertandingan kala itu, Victor Kassai, tak mengeluarkan sejumlah keputusan yang menguntungkan Real Madrid selaku tuan rumah.

Dalam laga yang berlangsung sangat ketat tersebut, Kassai setidaknya mengeluarkan dua keputusan fatal yang jelas-jelas menguntungkan bagi El Real. Maka sangat wajar bila Executive Chairman Bayern Muenchen, Karl-Heinz Rummenigge tak bisa menyembunyikan kekecewaannya saat ditemui sejumlah media usai laga.

''Untuk pertama kalinya, saya merasakan amarah yang sangat besar di dalam diri saya. Kami telah dicurangi. Kami telah dicurangi dalam arti yang sebenarnya,'' ungkap pria 61 tahun tersebut seperti dilansir ESPNFC.

Namun tentunya apa yang dikatakan Rummenigge tak sepenuhnya benar. Memang, Kassai bisa dikatakan telah membuat kesalahan yang sangat fatal, meski demikian sebagai wasit profesional yang dipercaya memimpin pertandingan penting Liga Champions Eropa, rasanya nyaris mustahil bagi pengadil asal Hunggaria ini untuk dengan sengaja mengambil keputusan yang tak profesional.

Sebagai manusia yang juga memiliki keterbatasan, Kassai tentunya tak bisa luput dari kesalahan. Terlebih lagi, terkadang keputusan seorang wasit kepala juga sangat dipengaruhi oleh dua asistennya yang berada di di sisi kiri dan kanan lapangan. Dan bukan hanya Kassai, sejumlah wasit di berbagai kompetisi di dunia juga terkadang membuat keputusan yang dianggap mengecewakan.

Sayangnya, sepak bola kini telah berevolusi menjadi sebuah olahraga yang membutuhkan kesempurnaan. Makin banyaknya tim yang diperkuat oleh pemain-pemain berkemampuan di atas rata-rata, membuat para pecinta sepak bola tak lagi bisa menerima hal-hal yang dianggap mencederai nilai fair play dan sportifitas.

Untuk itu, tuntutan penggunaan teknologi belakangan semakin kencang disuarakan. Setelah FIFA secara resmi menerapkan teknologi garis gawang untuk meniadakan kesalahan wasit dalam memutusakan masuk atau tidaknya bola ke dalam gawang, kini permintaan penggunaan video assistant referee-pun marak disuarakan.

Pelatih Manchester United, Jose Mourinho adalah salah satu yang menginginkan teknologi ini segera diterapkan. Kekecewaannya terhadap sejumlah keputusan wasit yang dianggap merugikan timnya di atas lapangan, membuat ia merasa kalau teknologi tersebut sudah sangat dibutuhkan.

UEFA sebagai otoritas sepak bola Eropa sebenarnya sudah mulai mempertimbangkan untuk menggunakan teknologi ini di kompetisi yang mereka gelar seperti Liga Eropa dan Liga Champions Eropa. Namun hingga kini teknologi tersebut masih diujicobakan demi memastikan efektifitas penggunaannya di atas lapangan.

''Untuk Video assistant referees saat ini sedang dilakukan uji coba, jadi mari kita lihat bagaimana sistem ini bisa menjaga (kualitas) jalannya sebuah pertandingan,'' jelas pernyataan resmi UEFA yang dikutip Mirror.

Tingkat persaingan yang semakin ketat memang menuntut semua pihak untuk tampil sempurna. Pun demikian dengan sepak bola yang pastinya melibatkan banyak kepentingan, mulai dari industrinya hingga tetek bengek lainnya. Sejatinya, teknologi sah-sah saja digunakan untuk mempermudah dan mempercepat wasit dalam mengambil keputusan. Akan sangat menarik jika laga bermutu diimbangi dengan keputusan wasit yang adil.

 

  • facebook share
  • twitter shere

RELATED NEWS

Sepak Terjang Zarco di MotoGP

Sepak Terjang Zarco di MotoGP

TOPIC OF THE WEEK
Aksi 'Tipu-tipu' Pebalap ARRC

Aksi 'Tipu-tipu' Pebalap ARRC

TOPIC OF THE WEEK
Vinales, Jagoan Baru MotoGP

Vinales, Jagoan Baru MotoGP

TOPIC OF THE WEEK
Toyota Team Indonesia Kembali Bangkit

Toyota Team Indonesia Kembali Bangkit

TOPIC OF THE WEEK

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company