Inilah 5 Etape Kunci di Giro d'Italia 2017

Text : Adi Supriyatna | Photo / Video : Cyclingnews | Editor: Andi Wahyudi | Media Source: Cyclingnews | 5 May 2017

SPORTKU.COM

Giro d'Italia telah menjadi salah satu tur terberat di dunia dan pada tahun ini, tur ini kembali menantang para pebalap dunia.

Giro d'Italia tahun ini akan melintasi empat negara. Berbeda dengan sebelumnya, tur kali ini memiliki jarak yang lebih jauh hingga 100km lebih dari tur tahun lalu, dengan 8 etape pegunungan kategori menengah (medium) dan 5 etape kategori tinggi, 5 finish di puncak gunung dan 2 race melawan waktu (time trial).

Beberapa etape awal yang berada di pegunungan akan membuat race terasa berat. Salah satu pesaing di GC (klasemen umum) dari tim Movistar, Nairo Quintana, menyatakan bahwa juara tur ini adalah mereka yang mampu menaklukkan gunung, meski panjangnya jarak pada time trial pada tahun ini bisa mengubah keadaan.

Dari sekian banyaknya etape yang akan dilombakan, berikut 5 etape kunci pada Giro d'Italia 2017:

[1] Etape 9 - Montenero di Bisaccia – Blockhaus (149km)

Blockhaus pertama kali muncul di Giro d'Italia pada tahun 1967 dan Eddy Merckx tercatat sebagai pebalap pertama yang merebut kemenangan.
Selanjutnya Blockhaus muncul beberapa kali dan selalu muncul pada enam edisi terakhir - empat diantaranya sebagai etape akhir. Terakhir adalah pada tahun 2009, ketika Franco Pellizotti menang dengan melakukan solo. Hanya saja kemenangan Pellizotti “tergores” dari catatan setelah dia memiliki catatan nilai tidak sesuai pada paspor biologisnya.

Pendakian Blockhaus, secara resmi, dimulai dengan jarak lebih dari 13 kilometer. Namun sebelumnya, peloton akan mendaki sepanjang 20 kilometer. Alhasil para pebalap justru harus berjuang sebelum memulai pendakian yang sebenarnya.

Tanjakan dimulai dengan rata-rata gradien antara enam dan tujuh persen, dan selanjutnya meningkat hampir 10 persen setelah tiga kilometer pertama dan 14 persen di pertengahan puncak.

Blockhaus adalah satu-satunya pendakian pada hari itu. Namun etape ini masih mendapatkan status bintang empat - kategori tertinggi kedua di Giro d'Italia. Etape sepanjang 149 km ini adalah salah satu yang terpendek dari keseluruhan balapan.

[2] Etape 10: Foligno - Montefalco (39,8 km ITT)

Giro d'Italia tahun ini memiliki dua race individual time trial (ITT). Yang pertama berlangsung setelah hari istirahat kedua. Setelah melintasi dua puncak, akan ada kesempatan untuk menyamakan waktu bagi beberapa pebalap, atau mungkin memperpanjang keunggulan yang sudah didapatkan sebelumnya.

Tom Dumoulin menyebut etape ini sebagai rute yang 'indah'. Ia juga menggambarkan etape ini sebagai etape yang tidak teknikal, tapi "pasti naik dan turun". TT dimulai di jalan yang lebar dan datar, yang memberi modal kepada pera pebalap untuk mencuri waktu. Hal itu berlangsung sampai 12 kilometer, di mana jalan mulai bergelombang.

Pendakian di sini tidak begitu menantang sehingga para pebalap akan membutuhkan road bike. Tapi bisa dipastikan bahwa Time Trial kali ini bukanlah tes yang sebenarnya. Yang pertama adalah pendakian pendek yang meningkat, dengan rata-rata empat sampai lima persen, sebelum area mendatar ke San Marco, yang diikuti oleh turunan yang cepat dan berputar.

Sprint terakhir ke finis adalah hambatan panjang dan ada beberapa tikungan tajam pada beberapa kilometer terakhir.

[3] Etape 16: Rovetta - Bormio (222km)

Aksi pembuka pada minggu terakhir merupakan etape Ratu (Queen Stage). Etape ini memiliki tiga kategori pendakian, termasuk Cima Coppi - poin tertinggi dalam balapan ini. Hal itu akan dijumpai setelah hari istirahat ketiga dan menjadi tantangan tambahan bagi para pebalap. Kebanyakan, akan ada pebalap yang sakit pada hari istirahat atau seseorang yang tidak “memiliki” kaki lagi alias kelelahan.

Berawal di Rovetta, pebalap akan melewati turunan pendek sejauh 10km, diikuti sedikit naik sebelum menuju pendakian pertama hari ini di Passo del Mortirolo. Tempat ini adalah pendakian yang mantap dengan hampir delapan persen pada sembilan kilometer pertama, sebelum kembali naik dengan tajam dengan gradien hingga 16 persen.

Sebuah turunan akan menghadang pebalap sebelum menuju Grosio, sebelum melewati garis finish di Bormio.

Stelvio yang terkenal, akan muncul di depan peloton saat rute mencapai 100km yang brutal di Pegunungan Alpen Timur. Mendaki sejauh 21km, ini adalah yang tertinggi kedua di Pegunungan Alpen dan memiliki 48 jalur melingkar yang dipotong di sisi gunung dan balapan ke Swiss dengan sebuah turunan teknikal yang membawa para pebalap.

Kemudian naik ke puncak Stelvio untuk kedua kalinya, dari sisi Swiss, melalui Umbrailpass - sebuah tanjakan sepanjang 13km dengan gradien rata-rata 8 - 9 persen. Rute ini akan dilanjutkan dengan turunan sepanjang 20km hingga ke finish, di mana pebalap seperti Vincenzo Nibali akan mencari cara untuk meraup keuntungan.

[4] Etape 18: Moena - Ortisei/St. Ulrich (137km)

Pekan terakhir Giro d'Italia adalah etape di pegunungan tinggi. Etape ini sebagai awalan dan menjadi rute terpendek. Etape ini memiliki 5 tanjakan berat, termasuk 2 tanjakan kategori 1.

Pendakian dimulai dari Passo di Pordoi, Passo Valparola, Passo Gardena, Passo di Pinei Panidersattel dan Pontives, tanjakan terakahir kategori satu.

[5] Etape 21: Monza - Milan (28km ITT)

Untuk pertama kalinya sejak 2012, etape terakhir Giro d'Italia tidak akan digelar parade dan balapan akan berkahir dengan time trial (TT). Dengan demikian, kemenangan (gelar juara umum) masih mungkin diraih oleh pebalap yang tertinggal di pegunungan.

Pada lintasan yang berjarak 29km ini terdapat turunan dan memiliki beberapa tikungan yang rumit, yang akan membuat race ini menjadi sangat cepat dan seru.

Secara umum race tahun ini memang memiliki karakter yang sama dengan tahun 2012, dimana pebalap yang kalah di pegunungan, masih mungkin untuk bisa menang. 

Nairo Quintana, favorit juara Giro d'Italia 2017

nairo-quintana-menang-di-960219e386399b6.jpg 

Baca juga:
VINCENZO NIBALI TUNGGANGI SEPEDA SPESIAL DI GIRO D'ITALIA

  • facebook share
  • twitter shere

RELATED NEWS

5 Pemain Termahal Premier League

5 Pemain Termahal Premier League

TOP 5
Lima Fakta tentang Alvaro Morata

Lima Fakta tentang Alvaro Morata

TOP 5
Lima Keuntungan Neymar ke PSG

Lima Keuntungan Neymar ke PSG

TOP 5
5 Kandidat Juara MotoGP 2017

5 Kandidat Juara MotoGP 2017

TOP 5

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company