Tip Berolahraga Selama Ramadan

Text : Adi Supriyatna | Photo / Video : Adi Supriyatna | 4 June 2017

SPORTKU.COM

Bagi umat Muslim, bulan Ramadan adalah waktunya beribadah, dengan berpuasa di siang hari serta ibadah lainnya di malam hari.

Dengan demikian, banyak orang yang kemudian menurunkan aktivitas fisiknya menurun, termasuk untuk berolahraga.

Padahal, selama bulan Ramadan bukan berarti menghindari aktivitas olahraga 100 persen. Artinya olahraga tetap dibutuhkan agar menjaga performa untuk mendukung aktivitas harian.
Lantas, bagaimana olahraga yang baik selama bulan Ramadan.

Menurut dr. Alia Basalamah dari Fitness First Indonesia, olahraga tetap diperlukan selama bulan Ramadan. Hanya saja ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar sesorang tetap bisa mendapatkan manfaat dari olahraga tersebut. Apa saja? Berikut tipsnya.

Waktu yang tepat
Berolahraga selama bulan Ramadan perlu dilakukan pada waktu yang tepat agar aktivitas tersebut justru tidak malah mengganggu jalannya ibadah puasa.

Menurut dr. Alia, waktu berolahraga yang baik adalah sekitar 1 jam sebelum berbuka puasa dan 1 jam setelah berbuka.

Bagi seseorang yang biasa mengkonsumsi makanan dalam porsi yang besar, sebaiknya perlu menyediakan waktu jeda yang lebih panjang sebelum berolahraga - lebih dari satu jam setelah bersantap. Tujuannya agar ada waktu bagi makanan yang dikonsumsi untuk terserap tubuh dengan baik.

Bila tidak, hal itu malah akan mempengaruhi proses latihan atau olahraga. Misalnya, sesorang akan mengalami mual, pusing atau gejala lainnya ketika berolahraga.

Santap sahur
Bersantap sahur wajib dilakukan agar seseorang bisa mendapatkan manfaat yang optimal. Bila malas untuk bersantap sahur, hal itu sebenarnya akan membuat tubuh berpuasa menjadi lebih dari 13 jam atau lebih panjang.

Ketika seseorang ingin melakukan latihan atau berolahraga sebelum berbuka, tanpa bersantap sahur, ada kemungkinan dia akan merasa pusing, lemas atau mengalami masalah yang lain.

Intensitas latihan
Intensitas latihan atau berolahraga di bulan Ramadan juga arus disesuaikan. Saat berolahraga, intensitas latihan yang dilakukan sebaiknya di bawah dari hari biasa atau normal. Bila menerapkan intensitas standar atau pada hari biasa, maka tubuh pasti tidak akan siap.

Istirahat yang cukup
Selain itu, seseorang juga perlu memiliki waktu istirahat yang cukup guna memberikan waktu recovery atau pemulihan bagi tubuhnya. Dengan begitu, tubuh bisa beraktivitas lagi dan tetap stabil.

“Jadi, jangan sampai, misalnya ikut night run, malam-malam, habis itu enggak istirahat, enggak sahur. Besoknya langsung puasa. Nyari perkara ini dia sama badannya,” ujar dr. Alia.

dr. Alia juga menambahkan, seseorang yang memutuskan akan berolahraga pada malam hari juga harus mengetahui, bahwa level performa tubuh di malam hari tidak akan sama dengan siang hari. Sebab kedua kondisi tersebut memiliki kadar oksigen yang berbeda.

 

Baca juga:
SAMBUT RAMADAN, FITNESS FIRST LUNCURKAN APLIKASI OLAHRAGA UNIK 

  • facebook share

RELATED NEWS

Kebiasaan Aneh Wahyu Aji

Kebiasaan Aneh Wahyu Aji

DID U KNOW
Suplemen untuk Pesepeda

Suplemen untuk Pesepeda

DID U KNOW
Seberapa Pentingkah Team Order?

Seberapa Pentingkah Team Order?

DID U KNOW
Trik Agar Selamat Saat Crash!

Trik Agar Selamat Saat Crash!

DID U KNOW

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company