Ducati Bangun dari Tidur Panjangnya

Text : Suhartono | Photo / Video : Ducati | Editor: Dedi Hermawan | 13 June 2017

Ducati Bangun dari Tidur Panjangnya

SPORTKU.COM

Ducati bangun dari tidur panjangnya. Mungkin itu kalimat yang tepat untuk menggambarkan kondisi Ducati saat ini.

Awal musim ini memang tak banyak yang menyebut nama pebalap Ducati untuk dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2017. Pabrikan asal Italia ini memang terus mengalami masa sulit semenjak ditinggal pebalap andalan mereka Casey Stoner pada tahun 2010 silam.

Bersama pebalap Australia tersebut Ducati meraih masa kejayaannya dengan menjadi juara dunia MotoGP pada tahun 2007. Di mana tahun tersebut merupakan musim pertama Ducati bersama Stoner. Tiga musim berikutnya, Stoner membawa Ducati menduduki posisi klasemen akhir di urutan ke-2 dan ke-4 (2009-2010).

Ducati pun pernah merekrut mendiang Nicky Hayden. Namun bersama pebalap asal Amerika itu, Ducati tak mampu keluar dari keterpurukan. Sejak 2009 hingga 2013, Hayden membalap untuk tim merah Ducati. Hasil terbaik Hayden hanya berada di posisi klasemen akhir ke-7 di tahun 2010.

Nah, semenjak kepergian Stoner, berbagai ramuan pun dicari oleh Ducati untuk kembali berada dalam masa keemasannya. Wajar, Ducati memang tak bisa dipisahkan dari Stoner. Hingga kini dialah satu-satunya pebalap yang berhasil membawa Ducati menjadi juara dunia.

Langkah besar Ducati juga diambil pada tahun 2011. Saat itu Ducati dengan berani memboyong Valentino Rossi ke kandangnya. Dua musim bersama Ducati hingga tahun 2012, Rossi juga tak bisa memberikan banyak solusi untuk mengentaskan Ducati dari keterpurukan. Justru saat bersama Ducati inilah karir terburuk Rossi tercipta. Musim 2011 hanya bertengger di urutan 7 klasemen akhir dan di 2012 menduduki posisi ke-6.

Mungkin bisa diprediksi jika masa kejayaan Ducati akan kembali pada musim ini. Dengan pebalap lawasnya Andrea Dovizioso, Ducati mulai bisa memasuki persaingan podium bersama Yamaha dan Honda. Dovizioso bukan pebalap kemarin sore berada di pelukan Ducati.

Sejak musim 2013 lalu, pebalap Italia ini sudah menambatkan hatinya untuk Ducati. Karirnya pun terus meningkat seiring prestasi yang dia capai. Musim pertama bersama Ducati, Dovizioso mengakhiri balapan di posisi 8. Tahun berikutnya di posisi 5, dan tahun 2015 ke-7 sementara musim lalu di posisi ke-5.

Banyak menelan berbagai pengalaman bersama Ducati, tentu menjadi modal penting Dovizioso untuk musim ini agar bisa tampil lebih kompetitif. Terbukti nyata. Dalam laganya di 7 seri MotoGP 2017, Dovizioso menjadi salah satu pesaing terkuat untuk pebalap Movistar Yamaha Maverick Vinales.

Membuka musim 2017 dengan podium kedua, Dovizioso lambat laun terus menapaki kesuksesannya. Dimulai saat laga kandangnya di Sirkuit Mugello, Italia pada 4 Juni lalu. Dovizioso yang memulai balapan dari posisi grid ke-3 berhasil keluar sebagai pemenang. Hasil ini sekaligus menjadi kemenangan pertama Dovizioso dan Ducati musim ini.

Nama pebalap kelahiran 23 Maret 1986 silam Forlimpopoli, Italia inipun semakin moncer. Hanya berselang satu minggu usai menang di Mugello, Dovizioso kembali memberikan penampilan apiknya di Sirkuit Catalunya, Spanyol. Lagi-lagi pebalap bernomor 04 ini menangi balapan di kandang Marc Marquez, Dani Pedrosa, Maverick Vinales dan Jorge Lorenzo.

Memulai balapan dari grid ke-7, Dovizioso tak terbendung. Hasil ini menjadi kemenangan kedua beruntun Ducati dan Dovizioso. Inilah rekor baru yang diraih Dovizioso untuk Ducati. Ducati mencapai kemenangan dua kali beruntun terakhir kali pada tahun 2010 silam. Saat itu rekor dicatatkan oleh pebalap Stoner yang menangi balapan dua kali beruntun di Aragon dan Jepang.

Kemenangan dua kali beruntun pun tak pelak mencuatkan namanya sebagai salah satu kandidat juara dunia MotoGP 2017. Kini Vinales yang menduduki posisi puncak klasemen sementara hanya unggul 7 poin atas Dovizioso yang masih tertahan di urutan kedua dengan 104 poin. Bahkan Marquez dan Pedrosan pun menjadikan nama Dovizioso sebagai kandidat untuk menjadi juara dunia MotoGP 2017.

Kebangkitan Jorge Lorenzo
Di sisi lain, bangkitnya Ducati juga terjadi dengan pebalap barunya Lorenzo. Awalnya memang banyak yang meragukan jika pebalap Spanyol tersebut bisa mengendalikan motor Ducati dengan mesin Desmosedici yang dikenal liar dan sulit dikendalikan.

Publik ketika itu menganggap jika langkah Lorenzo meninggalkan Yamaha demi Ducati adalah keputusan yang salah.

Kondisi tersebut diperparah dengan buruknya penampilan Lorenzo di beberapa balapan pembuka MotoGP 2017. pada laga pembuka di Qatar, Lorenzo hanya bisa finish ke-11. Penampilan buruk Lorenzo kembali dialami saat tampil di Seri 2 di Argentina. Loremzo mengalami kecelakaan di lap pertama tikungan pertama dan gagal finish.

Namun Lorenzo segera bangkit dari masa kelamnya. Pada Seri 3, untuk pertama kalinya Lorenzo berhasil membawa Ducati finish di podium juara. Saat itu balapan berlangsung di Jerez. Di mana Lorenzo mampu membawa mesin Desmosedici GP17 menduduki posisi ke-3.

Kondisi Lorenzo pun semakin menunjukkan tanda positif. Meski tak membuahkan podium pada tiga balapan berikutnya. Akan tetapi berbagai masalah yang ditemui olehnya berhasil dia selesaikan. Bukan tidak mungkin di sisa musim 2017 Lorenzo bisa kembali memberikan gebrakan baru.

Bantuan Stoner
Tahun 2015 lalu menandai kembali Stoner ke pangkuan Ducati. Bukan sebagai pebalap. Namun Stoner menjadi test rider dan brand abassador Ducati. Tentu bukan pekerjaan mudah bagi Stoner untuk mengambil keputusan kembali ke Ducati seteleh beberapa tahun bersama Honda.

Kembalinya Stoner ke Ducati pun menjadi kabar bahagia. Tak terkecuali bos Ducati, Gigi Dall’Igna. Dall’Igna mengatakan jika dirinya sangat senang karena Stoner bisa kembali bersama tim yang bermarkas di Bologna ini. Menurut Dall’Igna, Stoner adalah sosok yang bisa membawa Ducati kembali tampil kompetitif.

Dan kini omongan Dall’Igna mulai terbukti. Stoner pun optimistis Ducati bisa meraih titel juara dunia MotoGP 2017 sekaligus mengakhiri puasa gelar yang sudah berlangsung selama 10 tahun.

Kita tunggu saja bukti selanjutnya.

  • facebook share

RELATED NEWS

Pesan Ducati Untuk Rossi

Pesan Ducati Untuk Rossi

TOPIC OF THE WEEK
Bursa Transfer Pebalap MotoGP 2018

Bursa Transfer Pebalap MotoGP 2018

TOPIC OF THE WEEK
Sepak Terjang Esapekka Lappi

Sepak Terjang Esapekka Lappi

TOPIC OF THE WEEK
KEJURNAS SUPERMOTO MASIH CARI IMEJ

KEJURNAS SUPERMOTO MASIH CARI IMEJ

TOPIC OF THE WEEK

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company