Ban Reli Bukan Ban Sembarangan

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Volkswagen Motorsport | Editor: Andi Wahyudi | 15 June 2017

SPORTKU.COM

Ban yang digunakan untuk balap reli rupanya tidak sembarangan. Ini dikarenakan medan yang dilalui lebih beragam, seperti aspal dan gravel.

Dengan begitu, engineer tim reli harus lebih paham tentang medan yang akan dilalui oleh pereli. Mereka harus bisa membaca situasi medan dan mengimplementasikan pada mobil reli. Dikarenakan reli menjadi balapan yang lebih ekstrem ketimbang balap touring, di sinilah pemahaman ban harus dimengerti.

Berbeda dari dunia reli internasional yang menjalani reli dalam tiga karakter lintasan: aspal, salju, dan gravel. Di Indonesia, balap reli hanya berjalan di dua lintasan, yakni aspal (tarmac) dan gravel. Tentunya ini berpengaruh dari iklim Tanah Air yang memang tidak ada cuaca salju. Namun demikian, untuk pemahaman mengenai dua karakter lintasan tersebut, sudah cukup membuat pusing engineer.

Pertama, jika Anda berpendapat bahwa balapan reli bisa menggunakan ban biasa, itu adalah pandangan yang salah. Pasalnya, ban reli sejatinya berbeda dengan ban yang kita gunakan untuk passenger car biasa. Ban reli ini dibuat lebih kuat dan lebih berperforma tinggi, sehingga mampu memberikan traksi serta cengkraman yang lebih kuat dari ban biasa. Tidak hanya itu, ban reli ini memiliki friksi yang lebih rendah dari ban biasa.

Secara keseluruhan, ban reli memiliki reinforcement yang lebih kuat. Ini berguna untuk menunjang performa mobil reli yang memiliki spesifikasi tinggi yang mampu menikung dengan kecepatan tinggi. Oleh karena itu, dengan spesifikasi ban yang tinggi atau berbeda dengan mobil biasa, maka setiap reli itu harus menempuh jarak yang tidak biasa, dan selalu dalam kondisi high speed. Sedangkan untuk jenisnya, berikut pemaparannya:

Ban aspal

Seperti yang telah dibahas di atas. Pereli harus menyiapkan dua jenis ban, yakni aspal dan gravel. Untuk ban aspal sendiri jika kita merunut dari balap World Rally Championship (WRC), mereka terbagi lagi menjadi dua, yakni ban kering dan intermediate. Namun di Tanah Air umumnya ditemui adalah hanya ban aspal kering, untuk intermediate mereka sulit ditemukan. Bahkan, ketika hujan mengguyur di lintasan basah, pereli tetap percaya diri dengan ban kering, hanya saja ada settingan suspensi yang sedikit direvisi agar handling bisa lebih nyaman.

Beberapa model ban reli :
1. Ban RS : Bisa digunakan untuk cuaca kering biasa. Didesain untuk aspal kering atau lembab.
2. Ban RE : Diperuntukan untuk aspal kering dan basah, ban tipe ini bisa dicutting jika aspal makin basah.
3. Ban N : Ini biasanya disebut juga ban intermediate, atau untuk kondisi aspal yang sangat basah. Polanya pun berbeda, karena ban seperti ini dikembangkan untuk membuang air sebanyak-banyak sehingga mobil bisa jalan lebih stabil.

Ban gravel

Mengenai karakter ban gravel, jenis ini memiliki pola tapak yang bervariasi, hal ini disebabkan karena pola tapak ban gravel mengikuti kondisi jalan dan permukaan jalan. Namun yang pasti, biasanya untuk kembangan yang sempit, akan digunakan untuk medan gravel kasar, akan tetapi jika kembangannya lebar, ban ini cocok digunakan pada gravel halus. Mayoritas, di Indonesia ini lebih sering melakukan reli gravel dibanding reli aspal. Sehingga persediaan ban yang dilakukan pereli, lebih banyak ban gravelnya.

Persediaan ban untuk satu kali lomba

ban-reli-75964b0ea99d685.jpg

  • facebook share

RELATED NEWS

Tim Balap Indonesia Dinilai Sukses

Tim Balap Indonesia Dinilai Sukses

RALLY
Mikkelsen Dikontrak Hyundai

Mikkelsen Dikontrak Hyundai

WRC
Kunci Sukses Erwin Mancha

Kunci Sukses Erwin Mancha

SPEED RALLY
Generasi Muda Dominasi Kejurnas Rally

Generasi Muda Dominasi Kejurnas Rally

SPRINT RALLY

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company