Memacu Sensasi Klasik Royal Enfield Continental GT

Text : Andi Wahyudi | Photo / Video : Greg Bima,Sonny Hastara,Harsya Fikmazi | 15 June 2017

Royal Enfield Continental GT

SPORTKU.COM

Fenomena Cafe Racer kembali booming belakangan ini. Motor beraroma klasik ini mulai digandrungi. Royal Enfield pun membidiknya.

Yup, motor Inggris yang kini diproduksi di India ini tidak ketinggalan menghadirkan motor bernafaskan Cafe Racer. Maka hadirlah Royal Enfield Continental GT, yang kini memperkuat line up motor-motor Royal Enfield di Tanah Air di bawah bendera PT Distributor Motor Indonesia (DMI).

Sejatinya, Continental GT bukanlah varian yang asing dalam deretan produk Royal Enfield. Model old school ini meluncur pertama kali pada tahun 1964. Tentunya dengan berbagai fitur yang dibutuhkan pada masanya. Dan kini, selang setengah abad, Continental GT hadir dengan nuansa yang tetap tidak berubah dan menyesuaikan dengan zamannya.

Diklaim sebagai motor paling ringan, paling cepat dan paling bertenaga yang pernah dibuat Royal Enfield, Continental GT menyuguhkan sebuah sensasi klasik yang tetap nyaman dinikmati di era milenial ini. Wujudnya yang jadul menjadi oase ditengah keriuhan model motor yang beraneka rupa.

Tongkrongan Continental GT memang kental dengan nuansa klasik Inggris era 60-an. Masa dimana peradaban baru mengalami revolusi yang begitu cepat. Gaya mengendarai Continental GT yang sedikit merunduk seolah menjadi representasi perubahan yang sangat cepat dalam budaya transportasi pada masa itu.

SPORTKU yang mencicipi Continental GT merasakan sendiri bagaimana sebuah budaya klasik sanggup memberikan sensasi yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Semua rasa berbaur tanpa sekat. Dan pengalaman seminggu bersama motor ini jelas menjadi catatan khusus di hati.

Yang sungguh menggedor adrenalin kami adalah performa yang ditawarkan Continental GT. Oke, dia bukanlah moge dengan kapasitas mesin besar. Dengan modal 535cc, sangat naif jika dikatakan Continental GT adalah motor terbaik diantara moge-moge di Tanah Air. Tidak. Continental GT bukan seperti itu. Yang pasti dia adalah motor yang penuh dengan sensasi dan kesan manis.

Continental GT juga bukan motor balap, meski Royal Enfield mengklaimnya sebagai motor paling cepat yang pernah mereka buat. Tapi, yes, dia memang asyik diajak melaju kencang. Pada satu sesi tes, kami sempat membesutnya hingga 120kpj dan terasa begitu menggairahkan saat melirik jarum putaran mesin yang naik turun dengan cepat.

Semburan torsinya (44Nm) terasa cukup memenuhi ekspektasi. Power yang mencapai 29,1 bhp juga cukup membuat pemandangan sekeliling terlihat kabur saat dipacu pada 5100 rpm. Raungan suara mesin satu silinder yang sempat membuat kami mengernyitkan dahi, seolah hilang bersama terpaan angin yang mengelus wajah.

Meski posisi merunduk saat berkendara, namun tidaklah sulit bagi kami melakukan manuver. Lalu lintas Jakarta yang cukup padat, masih asyik diarungi Continental GT. Kondisi start and go, masih bisa dilakoni dengan baik. Koplingnya yang ringan tidak menjadi masalah saat bercengkrama dengan kemacetan Jakarta. Hanya saja harus diakui, getaran mesin memang cukup membuat otot-otot tangan bekerja ekstra keras. Pastikan Anda menggunakan sarung tangan untuk tetap membuat tangan Anda nyaman.

Yang cukup menyenangkan, motor berbobot 184kg ini dibekali suspensi belakang racikan Paioli yang bisa diseting sesuai kebutuhan. Sedangkan suspensi depannya mengadopsi model Teleskopis. Sistem suspensi tersebut dikawinkan dengan ban Pirelli Sprot Demon 100/90-18, 56 H (depan) dan 130/70-18, 63 H (belakang). Untuk rem dipercayakan pada Brembo 300mm (depan) dan 240mm (belakang).

Untuk pasokan bahan bakarnya, motor ini sudah mengadopsi model injeksi elektonik Keihin yang berujung pada efisiensi bahan bakar yang dikonsumsi.

Yang disayangkan, row material panel instrumen di setang, jauh dari kesan eksklusif. Padahal dengan banderol harga Rp172 juta, seharusnya tombol instrumen dibuat dengan bahan terbaik dengan polesan yang memikat dan berkelas. Tapi mungkin Royal Enfield punya alasan tentang itu. Yang pasti, kami happy menunggangi motor ini. Bagaimanapun juga, motor old school punya kenangan khusus yang terpatri di memori.

  • facebook share

RELATED NEWS

Highlights Continental GT

Highlights Continental GT

TEST RIDE
Test Ride Suzuki GSX-S150

Test Ride Suzuki GSX-S150

TEST RIDE
Aksi Versys-X 250

Aksi Versys-X 250

TEST RIDE
City Touring Honda Bandung

City Touring Honda Bandung

TEST RIDE

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company