Beragam Jenis Rintangan di Balap Motocross

Text : Suhartono | Photo / Video : Motosport | 17 June 2017

Beragam Jenis Rintangan Balap Motocross

SPORTKU.COM

Kejuaraan motocross sudah dikenal di dunia sejak puluhan tahun silam. Sesuai namanya, balapan ini mengandalkan trek tanah dengan berbagai rintangan.

Ajang balap motocross menjadi salah satu yang populer di dunia. Tak hanya di dunia, balap garuk tanah ini juga menjadi favorit di Indonesia. Bahkan saking banyaknya penggemar balap motocross di Tanah Air, Indonesia pernah kebagian jatah sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Motocross atau Motocross Grand Prix (MXGP) di Pangkal Pinang.

Motocross diadakan di trek tanah dengan berbagai rintangan khusus. Tak hanya gundukan tanah sebagai lompatan yang menjadi rintangan para crosser saat balapan. Namun, khusus di Kejurnas (Kejuaraan Nasional) Motocross, ada beberapa rintangan yang sering digunakan.

"Untuk Kejurnas Motocross di Indonesia dikenal dengan rintangan yang tidak terlalu banyak jenisnya. 
Yang umum dipakai di Kejurnas ada double jump, roller, single jump. Sementara yang paling sering dipakai dan seolah menjadi wajib yakni table top yang biasanya dipakai untuk finish line. Kalo lumba lumba, cross up, cross down, triple jump agak jarang," ungkap Ari Anggoro, crosser senior.

Semua yang disebut diatas, menurut Ari Anggoro disebut handycap atau rintangan yang khusus dibuat di sirkuit motocross. Karena tanpa adanya hadycap seperti diatas, namanya bukan sirkuit motoross. Setiap crosser harus punya cara jitu untuk bisa melewati setiap rintangan tersebut.

"Masing-masing handycap punya teknik tersendiri untuk melewatinya. Baik dari bentuk maupun ukuran, track master (pembuat trek) yang piawai, bisa memadukan berbagai macam handycap menjadi suatu lintasan yang asyik dan berirama, ibarat main musik harmoninya ada," imbuh Ari Anggoro yang juga sering kali terlibat dalam pembuatan trek balap motocross.

Sejatinya banyak sekali jenis rintangan dalam dunia balap motocross. Untuk kelas dunia, bahkan jumlah rintangannya mencapai lebih dari 20. Namun yang umum dipakai di Indonesia masih hanya 4 rintangan saja.

Berbagai rintangan di balap motocrossyuk-kenali-beragam-jenis-7037896f404176a.png

Berikut 24 jenis rintangan di balap motocross
1. Bermed Corner
Rintangan ini memberikan kesempatan kepada para crosser untuk bisa saling overtake di tikungan pertama setelah garis start. Di tikungan ini juga crosser mendapatkan holeshoot (keluar tikungan pertama di posisi terdepan).

2. Step On
Lompatan kecil yang mendahului Table Top

3. Table Top
Bagian trek datar yang digunakan sebagai pendaratan setelah jumping. Biasanya terletak di area garis finish, namun ada juga yang membuat rintangan ini di bagian lain.

4. Step Off 
Sebuah lompatan kecil dari Table Top. Step On dan Step Off biasanya bersamaan.

5. Flat Corner
Sebuah tikungan yang menyerupai tikungan di balap Flat Track. Biasanya tikungan ini dibuat memanjang.

6. Rollers
Bagian kecil trek yang menyerupai perbukitan, biasanya naik di ketinggian.

7. Ski Jump
Sebuah drop off panjang setelah bagian trek yang tinggi.

8. Double Jump
Dua lompatan besar dan crosser biasanya mendarat di sisi bawah lompatan kedua setelah berhasil melewati dengan sempurna lompatan pertama.

9. Sharp Turn
Sebuah tikungan tajam. Di sini biasanya para crosser sering melakukan kesalahan sehingga terjadi saling overtake antar pebalap. Untuk bisa melewati rintantan ini, crosser harus memperlambat laju motornya dan membutuhkan kemampuan skill yang tinggi.

10. Sweeping Turn
Tikungan dengan bentuk yang luas, memberikan kesempatan kepada para crosser untuk mempercepat lajunya.

11. Whoops
Sebuah gundukan tanah atau lompatan yang dibuat dengan jumlah banyak. Biasanya crosser akan terjebak di salah satu gundukan yang ada. Sehingga tak sedikit pebalap yang mempercepat lajunya dan meluncur di atas untuk menghindari rintangan ini.

12. Triple Jump
Tiga lompatan besar berturut-turut. Sebagian besar pebalap mendarat di sisi bawah lompatan kedua dan meluncur dari lompatan ketiga namun beberapa berhasil melompati lompatan kedua dan mendarat di sisi bawah lompatan ketiga. Terkadang, salah perhitungan mengakibatkan pendaratan pada lompatan ketiga.

13. Rhythm Section
Mirip Whoops dengan puncak dan lembah yang kurang dramatis.

14. Sand Section
Bagian trek yang berpasir yang akan memperlambat laju pebalap. Di rintangan ini crosser bisa kehilangan kesempatan untuk nai podium jika tidak berhati-hati atau laju motor terlalu cepat.

15. Quad Jump
Empat lompatan besar berturut-turut.

16. Off Camber
Tikungan tanpa berm dan bagian dalam trek lebih tinggi dari jalur normal dan bagian luarnya lebih rendah sehingga sulit untuk tetap berada di dalam.

17. S Curve
Bagian dari trek dalam pola "S".

18. Step Up
Mendahului sebuah Table Top tapi tidak securam Step On, sebagian besar pebalap menggunakannya untuk naik ke Table Top.

19. Step Down
Mengikuti Table Top dan karena panjang sebagian besar pebalap melakukan downside.

20. Step Over/Dragon Back
Biasanya hanya ada di trek Supercross. Step Over atau Dragon Back menyerupai Rhythm Section tapi dengan lompatan kecil.

21. Talladega Corner
Tikungan berkecepatan tinggi dengan bank (seperti Berm).

22. Downhill
Bagian trek menurun, biasanya curam.

23. Split Lanes
Bagian sirkuit yang menawarkan dua jalur berbeda ke arah yang sama.

24. Booter
Satu lompatan sangat besar yang sering diterapkan pada bagian sebelum garis finish.

Baca Juga
Ragam dan Jenis Motor Trail di Dunia

  • facebook share
  • twitter shere

RELATED NEWS

Kemenangan Honda di MXGP Ceko

Kemenangan Honda di MXGP Ceko

MXGP
Crosser Ini Ngebir Saat Balapan

Crosser Ini Ngebir Saat Balapan

MXGP
Dunia Motorcross Berduka

Dunia Motorcross Berduka

MXGP
Palembang Gelar MXGP 2018

Palembang Gelar MXGP 2018

MXGP

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company