Kemenangan Team Order, Baikkah untuk Balapan?

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Scuderia Ferrari | Editor: Andi Wahyudi | 19 June 2017

SPORTKU.COM

Istilah team order memang sudah sangat identik dengan kemenangan yang berikan tanpa perlawanan. Tapi bagaimana hal itu bisa terjadi?

Sering kali pebalap harus menyerahkan kemenangannya kepada pebalap lain karena perintah dari tim. Ini adalah hal yang sudah lumrah terjadi di dunia motorsport, khususnya Formula 1. Kejadian seperti ini sering kita temui saat balapan F1 berlangsung. Tak terhitung berada banyak pebalap nomor dua harus mengalah karena perintah tim untuk memberikan jalan kepada pebalap utama agar bisa naik podium.

Team order ini merupakan perintah tim kepada dua pebalapnya. Hal ini ditujukan agar salah satu pebalap mengalah demi keberhasilan pebalap lainnya dalam meraih podium. Biasanya team order ini terjadi pada pebalap yang berada di bawah naungan tim yang sama. Ketika tim sudah memberi instruksi kepada salah satu pebalap untuk memberi jalan, biasanya mereka langsung menuruti perintah tersebut, meskipun ada beberapa pebalap yang enggan melakukannya.

Sejarah awal team order ini sudah ada sejak pertama kali Formula 1 digelar. Pertama kali team order dilakukan adalah di tahun 1955, dimana pebalap Mercedes, yakni Juan Manuel Fangio, harus mengalah lantaran disalip oleh Stirling Moss yang merupakan rekan satu timnya untuk bisa menjuarai Grand Pix Inggris yang menjadi laga kandang baginya. Perisitiwa ini selalu dikenang dan diingat karena terjadi begitu saja.

Adanya team order ini langsung mendapat banyak reaksi. Ada banyak penggemar Formula 1 yang secara terang-terangan menolak adegan tersebut. Memang, jika dipikir dengan adanya team order seperti ini pertarungan tidak semenarik dan sesengit yang kita harapkan. Karena ya sudah jelas, di penghujung balapan, yang menang sudah bisa ditebak. Dengan begitu, penonton seperti tertipu dan merasa dirugikan atas sirkus tersebut.

Jika Anda berpikir team order ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi, ternyata tidak. Perintah ini langsung diberikan oleh team melalui radio komunikasi, yang menyarankan agar salah satu pebalap harus mengalah dan memberikan jalan kepada pebalap lainnya untuk berada di depannya.

Salah satu kejadian team order yang menarik adalah ketika Grand Prix Malaysia 2013. Saat itu, Sebastian Vettel yang masih berada di Red Bull Racing, diminta untuk tetap berada di belakang Mark Webber, namun Vettel menolak dan tetap bermanuver untuk mengambil alih posisi pertama. Perintah team order untuk Mark Webber pun tidak diindahkan oleh Vettel, Ia lebih senang menang ketimbang harus menaati perintah tim.

Tidak hanya Red Bull Racing, di balapan yang sama, tim Mercedes pun juga melakukan hal tersebut. Namun kini berbeda, tidak seperti Vettel yang menolak, Nico Rosberg yang dipaksa untuk mengalah kepada Hamilton, menuruti perintah tim tersebut. Usai kejadian tersebut, Mark Webber merasa kesal dengan apa yang dilakukan oleh Vettel. Aura tidak senang terpancar saat podium berlangsung.

FIA sebagai induk olahraga motorsport, sebenarnya pernah melarang team order untuk dilakukan pada 2002. Meskipun demikian, tim Formula 1 tetap mencari celah agar tetap melakukan team order. Akhirnya mereka pun menggunakan kode untuk kedua pebalapnya. Adapun contoh yang biasa dilakukan kala itu adalah "Rekan mu lebih cepat" atau "Kamu lebih lambat". Ketika mendengar pesan tersebut, pebalap yang dimaksud akhirnya paham bahwa Ia diminta mengalah untuk kebaikan tim.

Sempat dilarang pada akhirnya team order kembali diperbolehkan lagi sejak tahun 2011. Pencabutan larangan FIA tersebut langsung memaksa penonton yang tidak suka dengan team order, harus tetap mau menyaksikannya. Apapun tujuannya, harusnya perlakukan team order tidak bisa dilakukan begitu saja. Dengan diberlakukannya team order, balapan menjadi tidak begitu sengit karena ada strategi yang mengatur di belakangnya. Memang di era sekarang pengaplikasian team order dilakukan dengan cara yang halus, tapi tetap saja merugikan penonton dan fans yang menonton. 

  • facebook share

RELATED NEWS

Taipan Cina Borong Mobil F1

Taipan Cina Borong Mobil F1

FORMULA 1
Kepuasan Haridarma Merengkuh Juara Nasional

Kepuasan Haridarma Merengkuh Juara Nasional

ITCC
Apresiasi Ananda Mikola untuk ETCC

Apresiasi Ananda Mikola untuk ETCC

ETCC
Pentingnya Camber di Drifting

Pentingnya Camber di Drifting

DRIFT

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company