Dampak Buruk Penggunaan Cairan Penambal Ban Otomatis

Text : Suhartono | Photo / Video : Sonny Hastara | Editor: Andi Wahyudi | 7 July 2017

SPORTKU.COM

Cairan penambal ban otomotis kini sudah banyak beredar dipasaran. Namun tahukah Anda dampak buruk dari penggunaan cairan penambal ban otomatis tersebut?

Lahirnya ban tubeless memang membuka peluang usaha lain. Contohnya kini marak merek dagang cairan penambal ban otomatis yang bisa kita jumpai. Harga yang ditawarkan pun tergolong cukup murah alias gak terlalu mahal. Apalagi dengan embel-embel bisa menambal ban secara otomatis tanpa harus bongkar ban.

Cara tersebut memang cukup praktis. Bayangkan saja, jika ban bocor karena terkena paku atau benda lainnya maka ban akan langsung tertambal dengan otomatis dengan cairan tersebut. Tapi ternyata, para pabrikan ban justru menghimbau untuk sebaiknya para bikers tidak memakai cairan ajaib ini.

Munculnya himbauan untuk tidak memakai cairan penambal ban otomatis tentunya bukan tanpa alasan. Karena ternyata ada dampak serius yang bisa ditimbulkan dengan cara singkat menambal ban tersebut. Lalu apa dampaknya pada ban jika terpaksa memakai cairan penambal ban otomatis.

"Kalau ban bocor, untuk ban tubeless sih idealnya bisa ditambal. Tapi di tukang tambal ban yang menggunakan alat khusus untuk menambal ban tubeless. Sekarang banyak cairan penambal ban otomatis, sebenarnya kami tidak menyarankan untuk memakai itu," ungkap Arijanto Notorahardjo, Executive VP Marketing, Sales MC & Product Development PT Gajah Tunggal Tbk selaku produsen ban motor IRC dan Zeneos.

Arijanto melanjutkan, cairan penambal ban otomatis yang dimasukkan ke dalam ban justru bisa memberikan potensi kerusakan pada ban itu sendiri. Bahkan menurut Arijanto, penggunaan cairan penambal ban otomatis ini juga bisa mengurangi usia pakai ban.

"Cairan tersebut kan dimasukkan ke dalam ban pada saat ban masih bagus. Dan cairan tersebut lama-lama kalau kena panas dan sebagainya justru bisa merusak bagian dalam ban. Tidak hanya mengurangi usia pakai ban, tapi juga akan membuat ban tersebut menjadi lebih rentan. Karena bagaimanapun ban juga pori-pori. Ban pada motor yang tidak dipakai pun bisa berkurang anginnya," imbuhnya.

Ban tubeless sendiri merupakan ban yang pemakaiannya tidak menggunakan ban dalam. Ban dalam pada ban tubeless digantikan dengan lapisan yang biasa disebut inner liner. "Inner liner sendiri tidak 100 persen kedap, jadi ada pori-porinya yang ukurannya sangat kecil. Maka kalau kena cairan tersebut lama-lama juga bisa melebar," pungkas Arijanto.

  • facebook share

RELATED NEWS

5 Cara Perlindungan dari Matahari

5 Cara Perlindungan dari Matahari

DID U KNOW
Mengapa Mesin 2JZ Jadi Primadona?

Mengapa Mesin 2JZ Jadi Primadona?

DID U KNOW
Tips Memperkuat Cengkeraman

Tips Memperkuat Cengkeraman

DID U KNOW
Apa itu Crank Narrow-Wide?

Apa itu Crank Narrow-Wide?

DID U KNOW

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company