Berapa Banyak Air yang Harus Dikonsumsi Saat Bersepeda?

Text : Adi Supriyatna | Photo / Video : Adi Supriyatna | Editor: Andi Wahyudi | Media Source: Montrealgazette.com | 26 June 2017

SPORTKU.COM

Mungkin banyak yang bertanya, berapa banyak dan seberapa sering minum bagi pesepeda dalam perjalanan panjang.

Beberapa orang percaya untuk meraih botol air sesering mungkin atau minum sedikit air. Tapi ada orang yang mengikuti aturan yang sangat ketat, yang melibatkan jumlah air yang tepat untuk dikonsumsi secara berkala. Siapa yang benar?

Itulah pertanyaan besar dari sebuah tim peneliti yang menulis dalam makalah review tentang Pengaruh Cairan Minuman pada Kinerja Cadangan Ketahanan.

Sebelum menyelidiki temuan ini, perlu dicatat bahwa bagi banyak pesepeda, minuman dingin selama perjalanan panjang dan berat merupakan penghargaan yang lebih dari pada strategi yang dipikirkan untuk menangkal dehidrasi dan penurunan kinerja. Tapi mengandalkan haus untuk menentukan kapan harus minum menjadi rencana terbaik untuk pesepeda yang ingin menjadi yang terbaik, yang bisa mereka dapatkan selama berada di atas sadel sepeda mereka.

Untuk mendapatkan panduan terhadap berapa banyak cairan yang harus dikonsumsi pesepeda selama bersepeda dengan jarak yang bervariasi, para periset mengantongi 151 studi sebelum menemukan 15 yang sesuai dengan sembilan poin kriteria untuk mendapatkan sebuah kesimpulan.

Salah satunya termasuk hanya meninjau studi yang mengamati minum kurang dari lima menit sebelum bersepeda. Kesimpulan mereka juga berangkat dari pengalaman dari 70 pesepeda yang 10 persen di antaranya adalah wanita.

Penemuan penting pertama adalah, untuk bersepeda yang berlangsung satu jam atau kurang, pesepeda harus menghindari banyak minum. Terlalu banyak minum dalam waktu singkat dan bersepeda dengan intensitas tinggi, berpotensi menyebabkan gangguan pada perut sehingga mengurangi kinerja sebanyak 2,5 persen jika dibandingkan tanpa asupan cairan.

"Telah ditunjukkan bahwa di atas intensitas latihan 70-75 persen puncak Vo2, pengosongan lambung menjadi terganggu dan cairan mulai terakumulasi di perut, menyebabkan perut kembung, pencernaan yang tidak nyaman dan penurunan kinerja dalam bersepeda," kata para penulis yang diterbitkan bulan lalu di Sports Medicine.

Beberapa penelitian menunjukkan, 50 persen pesepeda yang terlibat dalam perjalanan singkat, cepat menderita gangguan perut dan ketidaknyamanan secara keseluruhan setelah mengkonsumsi terlalu banyak air. Perlu dicatat juga bahwa mayoritas pesepeda elit yang berpartisipasi dalam time trial 40 km tidak minum dari botol air mereka. Sebagai gantinya, mereka cenderung minum sebelum mengikuti lomba, yang memungkinkan cairan dicerna secara memadai sebelum mulai bersepeda.

Sedangkan untuk aktivitas yang lebih dari satu jam, para peneliti menyimpulkan bahwa mengikuti protokol yang sederhana, seperti minum saat haus untuk memperbaiki kinerja, serupa dengan protokol hidrasi yang lebih ketat dan menghasilkan waktu yang lebih baik daripada tidak minum sama sekali.

Konon, ada banyak variabel yang perlu dipertimbangkan saat menentukan berapa banyak minuman selama bersepeda dalam waktu yang panjang.

"Baik minum untuk haus dan merencanakan asupan cairan adalah strategi yang layak dan penggunaannya harus didasarkan pada preferensi, lingkungan, lintasan, jenis dan durasi pesepeda, durasi acara, peraturan dan kesempatan untuk minum," kata tim peneliti.

Pendekatan yang tampaknya masuk akal untuk menentukan kapan dan berapa banyak minuman ini serupa dengan yang direkomendasikan kepada pelari, yang seperti pesepeda, telah salah karena berpikir bahwa lebih banyak air sama dengan kinerja yang lebih baik. Ini juga merupakan pengingat bahwa pesepeda tidak boleh mengikuti strategi hidrasi yang sama setiap kali mereka naik sepeda - kebiasaan buruk lainnya yang dialami pesepeda.

Jadi saat kebanyakan pesepeda cukup tahu untuk meningkatkan asupan cairan dalam kondisi panas dan atau lembab, kebanyakan dari mereka tidak menyesuaikan, sesuai dengan seberapa jauh rencana mereka dalam bersepeda.

"Menyediakan resep dan volume cairan sebagai pedoman dan strategi penggantian, jelas tidak menawarkan manfaat bagi kinerja bersepeda untuk semua individu pada rentang durasi latihan, intensitas dan kondisi lingkungan," kata periset tersebut.

Mungkin ada beberapa keadaan, seperti kondisi cuaca dingin saat mekanisme haus berada di balik kebutuhan tubuh sebenarnya untuk mengganti cairan, dibutuhkan rencana strategi minum yang lebih. Dalam kasus tersebut, para peneliti menyimpulkan bahwa pesepeda harus mencapai 0,15 sampai 0,20ml cairan per menit, per kilogram berat badan, untuk perjalanan antara satu dan dua jam, dan 0,14 sampai 0,27ml cairan per menit, per kilogram berat badan, untuk perjalanan lebih dari dua jam.

Intinya adalah, ada konsekuensi kinerja bagi pesepeda yang minum terlalu banyak dan minum terlalu sedikit. Jadi hindari mengosongkan botol air Anda selama bersepeda dalam waktu singkat dan intens, bahkan di hari-hari yang panas. Tapi biarlah haus menjadi panduan Anda untuk jarak yang paling jauh yang membuat Anda tetap di sepeda selama lebih dari satu jam.

Ilustrasi: dua pesepeda saat mengikuti Gran Fondo Krakatau

krakatau-granfondo-2017-26783fb69a78d47.jpg

 

  • facebook share

RELATED NEWS

Mengapa Mesin 2JZ Jadi Primadona?

Mengapa Mesin 2JZ Jadi Primadona?

DID U KNOW
Tips Memperkuat Cengkeraman

Tips Memperkuat Cengkeraman

DID U KNOW
Apa itu Crank Narrow-Wide?

Apa itu Crank Narrow-Wide?

DID U KNOW
Mahalnya Biaya Balap MotoGP

Mahalnya Biaya Balap MotoGP

DID U KNOW

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company