Serena Williams Absen, Peluang Petenis Putri di Wimbledon 2017?

Text : Maya Soeparwoto | Photo / Video : Reuters | Media Source: Reuters | 1 July 2017

Serena Absen, Peluang Petenis Putri?

SPORTKU.COM

Absennya Serena Williams pada Wimbledon kali ini, membuka peluang bagi petenis-petenis wanita papan atas dunia.

Serena Williams yang mendominasi juara tujuh kali secara konsisten, telah membuat Wimbledon tahun ini menjadi angin segar setelah bertahun-tahun.

Seperti Williams membutuhkan waktu untuk melahirkan anak pertamanya, finalis tahun lalu yang kalah dan petenis nomor satu dunia Angelique Kerber dapat dianggap sebagai favorit namun petenis Jerman ini mengalami musim yang buruk, dan kurang percaya diri dan performanya.

"Ini peluang yang cukup terbuka, Anda melihat hasil dari turnamen, Anda tidak bisa pilih siapa pemenangnya karena Anda tidak pernah tahu apa yang diharapkan, siapa yang akan memiliki minggu yang lebih baik," kata petenis unggulan nomor sembilan asal Dominika, Cibulkova kepada Reuters.

"Ini tentang siapa yang akan menjadi yang paling konsisten, solid dan memiliki keberuntungan," tambah petenis Slowakia.

Dengan petenis favorit yang tak jelas dapat dijagokan kali ini, Petra Kvitova, seharusnya bisa kembali menampilkan performa baiknya untuk mengklaim gelar Wimbledon ketiganya. Kvitova meraih Wimbledon sebanyak dua kali di tahun 2011 dan 2014.

Pada bulan Desember, karirnya terguncang setelah dia mengalami tragedi kekerasan, tangannya ditusuk oleh sebilah pisau saat di rumahnya di Republik Ceko, menderita kerusakan serius pada tendon di tangan kirinya.

Petenis berusia 27 tahun itu kembali beraksi di Prancis Terbuka bulan lalu dan mengalami kekalahan pada putaran kedua di lapangan tanah liat Paris.

Tanpa bermaksud mengecilkan peluangnya, kiprah Kvitova dalam sebuah laga pemanasan di Edgbaston minggu lalu, menunjukkan kelas karir sebagai petenis tangguh.

Namun, ini adalah khas dari situasi permainan di kelas tenis wanita saat ini yang bahkan kembalinya Kvitova tetap juag meragukannya saat dia mengundurkan diri dari acara minggu ini di Eastbourne karena gangguan ketegangan perut.

"Saya menunjukkan diri saya bahwa saya bisa bermain lima pertandingan dalam enam hari, tapi sekarang saya perlu sedikit untuk rileks untuk siap. Saya tahu betapa sulitnya memenangkan Grand Slam, jadi saya tidak benar-benar melihat diri saya sebagai salah satu favorit sekarang, "katanya.

Rekan senegaranya Karolina Pliskova memiliki tahun yang pelik dan diperkirakan akan berjuang lebih keras, menggantikan aksi petenis jangkung asal Rusia, Maria Sharapova yang terkenal dengan pukulan kerasnya, kembali berlaga setelah hukuman dari larangan obat terlarang dan kini terpaksa absen di Wimbledon karena cedera.

Pliskova melakukan terobosan Grand Slam dengan berhasil ke final Amerika Terbuka tahun lalu, mengalahkan Serena dan menindaklanjuti perfoma saat di perempat final di Australia Terbuka dan mengklaim dua gelar tur sebelum pergi ke Prancis Terbuka.

Di sana ia mencapai babak empat besar dan hanya kekalahan di semifinal yang menyakitkan oleh Simona Halep, petenis Rumania beranking dua dunia.

Namun, catatan Pliskova di All England Club buruk dan dia tidak pernah maju melewati putaran kedua di Wimbledon dalam lima penampilan utama.

Satu lagi harapan datang dari petenis tuan rumah, Johanna Konta yang bisa menjadi pemenang Inggris pertama sejak Virginia Wade pada tahun 1977 setelah satu tahun di mana dia telah memantapkan dirinya di posisi 10 besar dan menikmati kemenangan turnamen terbesarnya di Miami Terbuka pada bulan Maret.

Petenis berusia 26 tahun itu telah menunjukkan peningkatan dalam Grand Slam, mencapai semifinal dan perempat final pada dua Australia Terbuka dan putaran keempat di Amerika Terbuka tahun lalu.

Meskipun pada putaran kedua tahun lalu adalah penampilan terbaiknya di Wimbledon, dia telah menunjukkan performa yang layak dalam laga pemanasan di lapangan rumput, kalah di final di Nottingham dan mengalahkan Kerber di perempat final di Eastbourne.

Sedangkan runner-up tahun 2015, petenis jangkung asal Spanyol Garbine Muguruza juga harus menjadi bagian dari persaingan ini setelah penampilan solid nya di Australia dan di Roland Garros.

Kerber, tentu tidak dapat dikesampingkan jika dia bisa kembali ke performanya tahun lalu, juga Venus Williams, yang meski sudah berusia 37 tahun telah menunjukkan kematangannya sepanjang musim dan membuatnya memenangkan lima gelar Wimbledon.

Jika Jelena Ostapenko petenis dari Latvia yang kini berusia 20 tahun secara mengejutkan memenangkan Prancis Terbuka, maka pemenang putri Wimbledon 2014 pastinya bisa menyesuaikan diri dengan lapangan rumput.

Petenis yang kalah di final Roland Garros, Simona Halep dari Rumania, belum mendapatkan kemenangan, namun ia memiliki peluang baik di Wimbledon dan merupakan salah satu pemain terberat yang bisa dikalahkan dalam laga ini.

Victoria Azarenka, yang kembali ke lapangan setelah melahirkan seorang putra pada bulan Desember, telah dua kali mencapai semifinal di Wimbledon tapi tahun ini mungkin akan segera tiba dalam performanya.

Caroline Wozniacki dan Svetlana Kuznetsova keduanya merupakan pemenang WTA Tour yang sarat dengan pengalaman untuk melangkah jauh, sementara Coco Vanderweghe dari Amerika juga merupakan kandidat yang patut diperhitungkan.




  • facebook share

RELATED NEWS

Kalah, Federer Tetap Bahagia

Kalah, Federer Tetap Bahagia

TENNIS
Federer Belum Terkalahkan di London

Federer Belum Terkalahkan di London

TENNIS
Federer Kembali Taklukan Bintang Muda

Federer Kembali Taklukan Bintang Muda

TENNIS
Nadal Dikejutkan Petenis Peringkat 8

Nadal Dikejutkan Petenis Peringkat 8

TENNIS

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company