Mantan Direktur Olahraga Barcelona Toni Freixa Kecewa dan Marah

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Fc Barcelona Official | Editor: Andi Wahyudi | Media Source: twitter,barcelona official | 10 July 2017

Memahami Amarah Toni Freixa

SPORTKU.COM

Toni Freixa kecewa dengan atmosfir Camp Nou yang tidak seramai biasanya. Padahal yang bertanding adalah para legenda klub.

Barcelona baru-baru ini menyelenggarakan sebuah laga testimonial untuk memperingkati 25 tahun mereka untuk pertama kalinya sukses merengkuh gelar Liga Champions dalam sejarah klub setelah di dua percobaan sebelumnya, yakni di final tahun 1961 dan 1986 mereka gagal.

Laga yang digelar di Camp nou Stadion pada Minggu, 11 Juni 2017 ini dapat dikatakan cukup menarik karena yang bermain dalam pertandingan tersebut adalah pemain-pemain legenda Barcelona yang sukses memenangkan Si Kuping Besar pada tahun 1992 tersebut. Sedangkan lawannya adalah pemain legenda Benfica dari berbagai edisi.

Nama-nama besar seperti Ronald Koeman, Eusebio Sacristan, Michael Laudrup, dan Hristo Stoichkov hadir dalam laga yang bertajuk The Dream Team tersebut. Bahkan Pep Guardiola dan Txiki Begiristain yang notabene keduanya adalah manajer dan direktur olahraga Manchester City pun menyempatkan diri untuk bisa tampil.

Kehadiran nama-nama di atas dalam pertandingan ini tentunya adalah sebuah penghormatan. Meski semua yang hadir sudah gantung sepatu. Bahkan nama seperti Ronald Koeman dan Pep Guardiola saat ini dapat dikatakan sedang sibuk-sibuknya lantaran tengah berjuang mendapatkan pemain incarannya di bursa transfer kali ini namun tetap bisa menyisihkan waktunya untuk mengenang kejadian yang terjadi pada 20 Mei 1992 silam di Stadion Wembley tersebut.

Laga malam itu dapat dikatakan cukup menarik. Di awal laga nama-nama legenda Barcelona dipanggil satu persatu. Pep Guardiola dapat dikatakan menjadi yang paling fit lantaran masih sanggup berlari. Sedangkan Ronald Koeman, yang kini berat badannya sudah naik berkali-kali lipat dari saat masih aktif bermain tersebut terlilhat hanya lari-lari kecil saja. Padahal, saat masih aktif bermain, pelatih Everton tersebut merupakan pahlawan kemenangan dengan mencetak gol di babak perpanjangan waktu, tepatnya pada menit ke-112.

Baca juga
Ini Kontribusi Allianz untuk Majukan Sepak Bola Usia Dini

Seragam yang dikenakan para legenda Barcelona tersebut juga adalah seragam yang sama digunakan waktu itu, yakni warna emas yang notabene adalah seragam tandang klub berjuluk Blaugrana tersebut.

Selain itu, juga ditampilkan videotron yang cukup besar yang memutar tayangan untuk mengingat kejadian saat itu. Bahkan ada tampilan Johan Cruyff, pelatih Barcelona saat itu yang kini telah berpulang di tahun 2016 karena berjuang melawan kanker.

Meski demikian, mantan Direktur Olahraga Barcelona Toni Freixa mengaku kecewa lantaran penonton yang hadir dalam laga peringatan ini sangat sedikit. Menurutnya para legenda yang sudah memberikan gelar perdana Liga Champions bagi Blaugranes harus diberikan apresiasi yang setimpal sebagai ungkapan terima kasih.

"Tim imipian yang memenangi Liga Champions tidak berhak mendapatkan perlakuan seperti itu," tulis Freixa melalui akun Twitter pribadinya yang beralamat @tonifreixa.

“Komplain saya murni ditujukan kepada pada suporter Barcelona. Tidak normal rasanya melihat hanya ada sedikit orang yang menyaksikan tim legenda seperti itu," lanjut Frexia.

Apa yang diutarakan oleh Freixa adalah sebuah kewajaran. Maklum, Camp Nou yang memiliki kapasitas sebesar lebih dari 99 ribu ini memang terlihat kosong lantaran tak banyak penonton yang hadir dalam laga malam itu.

Padahal rangkain acara ini sudah dipersiapkan sejak lama. Sebelumnya, Manajemen Barcelona juga begitu giat mempromosikan ajang ini. Salah satunya adalah dengan mempopulerkan tagar #Wembley25 dan juga sempat menjadi trending topic di media sosial Twitter.

Tak hanya itu, mereka juga menyematkan tagar tersebut di jersey Barcelona di pekan terakhir La Liga musim lalu atau saat melawan kesebelasan Eibar. Namun pada laga itu diselenggarakan, kursi yang kosong begitu terlihat jelas. Bahkan tak bisa ditutup-tutupi lagi.

Meski demikian, para legenda mengaku tetap senang dengan adanya acara ini. Ronald Koeman misalnya, ia mengingat seluruh kejadian yang terjadi di malam tersebut bahkan masih ingat bahwa ia sempat berciuman dengan Hristo Stoichkov.

“Dari videonya anda mungkin bisa lihat itu karena apa,” ungkap Ronald Koeman yang mengaku ketika itu sudah dibuat mabuk oleh alkohol. Lebih lanjut, pelatih asal Belanda melakukan hal itu sebagai ungkapan terima kasih karena kehadiran Hristo Stoichkov sebagai rekan setim. Menurutnya,kerja sama tim itu penting untuk meraih kejayaan.

“Kamu tidak akan menjadi seorang bintang tanpa rekan se-tim, kecuali jka kamu adalah Messi atau Ronaldo,” ungkap Ronald Koeman seperti yang dikutip dari Marca, Jumat, 9 Juni 2017 lalu.

Baca juga
Perut Besar Mkhitaryan Disindir Netizen

 

 

 

  • facebook share
  • twitter shere

RELATED NEWS

Irvansyah Gantikan Buldok di Kaboci

Irvansyah Gantikan Buldok di Kaboci

HOT ISSUE
MAT7 Diboyong ke Kalimantan

MAT7 Diboyong ke Kalimantan

HOT ISSUE
Hino Dakar Tampil di GIIAS

Hino Dakar Tampil di GIIAS

HOT ISSUE
ISSI Jakarta Segera Bentuk Pengcab

ISSI Jakarta Segera Bentuk Pengcab

HOT ISSUE

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company