Nadal Tersingkir Dalam Laga Epik Putaran Keempat

Text : Maya Soeparwoto | Photo / Video : AP | Media Source: BBC Sport,Reuters | 11 July 2017

Nadal Tersingkir Dalam Laga Epik

SPORTKU.COM

Harapan Rafael Nadal untuk memenangkan gelar Wimbledon ketiga pupus sudah.

Nadal kalah lima dalam lima set epik dari unggulan ke-16 Gilles Muller dari Luksemburg. Juara utama dunia 15 kali itu bangkit dari ketertinggalan dua set sebelum akhirnya Muller mengambil satu match point kelima untuk menang 6-3 6-4 3-6 4-6 15-13 dalam empat jam dan 47 menit, Senin (10/7/2017)

Ini mengakhiri usaha petenis Spanyol itu untuk ambisi gelar Grand Slam usai gelar Prancis Terbuka dan terhentinya upaya gelar Wimbledon untuk ketiga kalinya.

 

Baca Juga:
Kuasai Wawrinka, Rafael Nadal Rebut Gelar ke-10 Prancis Terbuka

Muller, 34, selanjutnya akan berhadapan dengan unggulan ketujuh asal Kroasia Marin Cilic dalam delapan besar.

"Itu sulit. Terutama dalam dua match point terakhir saya hanya bisa kerahkan kemampuan 100%," kata Muller, yang telah mencapai perempat final Grand Slam pertamanya sejak AS Terbuka 2008.

Unggulan nomor dua Nadal tidak bisa menghentikan Muller dalam set terakhir yang mencekam yang memakan waktu dua jam 15 menit - lebih dari setengah jam kemenangan Roger Federer atas unggulan ke-16 asal Bulgaria Grigor Dimitrov.

Baik Nadal dan Muller mendapat standing ovation dan tepuk tangan meriah setelah pertandingan terpanjang dan bisa dibilang terbaik dari turnamen tahun ini.

Ketahanan mental Nadal dan daya tahan fisik telah lama dipuji, namun Muller yang berkepala dingin itu dengan mengesankan mengeyahkan segala ikatan kesulitan saat ia akhirnya merebut titik temu kelima selama satu setengah jam setelah absen pertama.

Nadal menjalani sembilan pertandingan untuk bertahan dalam laga ini saat kedua pemain tersebut tersebut saling bertukar 32 gol dalam final yang mencengkeram. Sebuah klimaks tegang terlihat saat Nadal menyelamatkan dua match point ke level 5-5 dan melewatkan empat break point sendiri pada 9-9.

Masih drama ketegangan berlanjut saat Muller gagal mengonversi dua match point lagi di 10-9, sampai akhirnya ia menyelesaikan kemenangan terbaik dalam karirnya.

Kesengsaraan Wimbledon Nadal terus mendera

Nadal, 31, dijagokan salah satu favorit untuk memenangkan gelar tunggal pria tersebut setelah dirinya melewati tahun yang sangat baik, mencapai final Australia Terbuka, kalah dari Roger Federer, dan meraih rekor kemenangan ke-10 di Roland Garros.

Keberhasilan pemain kidal ini telah terhenti dalam beberapa tahun terakhir karena masalah pergelangan tangan, turun peringakt ke-10 terendah di dunia dan tidak mencapai final Grand Slam hampir tiga tahun sebelum akhirnya berlaga di Melbourne pada bulan Januari.

Perjuangan Nadal yang terbaik selama beberapa bulan terakhir bukanlah sia-sia, ia mengembalikan rankingnya ke urutan dua dunia.

Namun, kekalahan kali ini menandakan kegagalannya ke perempat final sejak kekalahannya di final tahun 2011. Nadal tidak menjatuhkan satu set dalam tiga pertandingan pembukaannya di SW19, tapi Muller mewakili tantangan yang jauh lebih berat daripada lawan sebelumnya.

"Itu bukan pertandingan terbaik saya saat melawan saingan yang sangat tidak nyaman," kata Nadal, yang memenangkan gelar Wimbledon pada 2008 dan 2010.

"Bagus untuk dia, dia bermain hebat, terutama di set kelima, tapi saya berjuang sampai bola terakhir. Itu adalah atmosfir yang hebat, saya meletakkan semua yang ada di lapangan, saya bermain dengan segenap gairah saya."

"Saya melakukannya dengan sangat baik di dua set pertama, maka Rafa mengatasinya. Itu adalah pertarungan besar. Ketika saya memiliki dua match point terakhir, saya pikir saya harus mencobanya. Entah bagaimana akhirnya saya berhasil." ujar Muller.

Legenda tenis John McEnroe berkomentar Nadal bermain hebat pada turnamen, luar biasa di lapangan tanah liat dan hebat di Wimbledon.

Pukulan servis Muller sangat mengagumkan, dia mengayunkan tangannya dengan baik dan bertahan lebih lama tapi kejutan terbesar adalah seberapa bangganya dia dapat bertahan dalam pertandingan itu.

Pada 13-13, adalah penentuan, membawanya pada Nadal, siapa pemain terkuat, terberat dan paling berenergi. Tidak ada yang mencoba lebih keras di lapangan ini.

Muller menjatuhkan empat match point, namun tetap berhasil menjaganya. Kebanyakan orang akan mengatakan "Saya menyerah" terhadap orang yang sangat menginginkan kemenangan.

 

 

 

Baca Juga:
Petenis Wanita Yang Lolos Perempat-Final, Konta Cetak Sejarah
Murray Capai Perempat-Final Wimbledon Dalam 10 tahun
Federer Capai Perempat-Final Grand Slam ke-50

Save

  • facebook share

RELATED NEWS

Federer Belum Terkalahkan di London

Federer Belum Terkalahkan di London

TENNIS
Federer Kembali Taklukan Bintang Muda

Federer Kembali Taklukan Bintang Muda

TENNIS
Nadal Dikejutkan Petenis Peringkat 8

Nadal Dikejutkan Petenis Peringkat 8

TENNIS
Nadal Sang Nomor Satu Dunia

Nadal Sang Nomor Satu Dunia

TENNIS

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company