Bedah Karakter Sirkuit untuk Drifting dan Slalom

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Greg Bima | Editor: Andi Wahyudi | 13 July 2017

SPORTKU.COM

Meski sama-sama melakukan balapan di atas aspal dengan aksi sideways, dalam hal sirkuit, slalom dan drifting memiliki perbedaan.

Drifting dan slalom, merupakan dua cabang olahraga balap mobil yang mewajibkan pebalapnya memiliki keterampilan mengemudi. Kedua cabang balap tersebut hampir memiliki kesamaan, yakni melakukan slide atau sideway dalam setiap balapan. Jika diurai lebih jauh, untuk drifting, balapan ini lebih memfokuskan pada keindahan slide yang ditampilkan oleh drifter. Sementara untuk slalom, yang oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) tahun ini diberi nama gymkhana, pebalap lebih dituntut untuk mencetak waktu tercepat dalam melewati rintangan.

Selain dua hal tersebut, drifting dan slalom juga dibedakan berdasarkan roda penggerak. Untuk balap drift, mobil yang digunakan adalah mobil dengan penggerak roda belakang. Sedangkan untuk slalom atau gymkhana, mobil yang digunakan bisa menggunakan penggerak roda depan. Meski demikian, belakangan ini slalom juga memperlombakan mobil penggerak roda belakang yang masuk dalam kelas F.

Baca juga:
ANJASARA WAHYU PECAHKAN PUASA GELAR JUARA GYMKHANA

Perihal lintasan, bagi orang awam mungkin tidak begitu jelas melihat perbedaan arena untuk slalom maupun drifting. Namun sebenarnya perbedaan itu begitu nyata, setidaknya jika dilihat dari cone atau rintangan di arena. Dalam kesempatan bincang-bincang bersama Demas Agil, peslalom Toyota Team Indonesia yang juga sekaligus drifter Abbey and Rigby Racing Team, secara gamblang menjabarkan seperti apa perbedaan antara lintasan drifting dan slalom.

"Kalau menurut saya, antara lintasan drfit dan slalom itu beda banget. Karena kalau diperhatikan, untuk balap slalom, kita berpacu dengan waktu, jadi handicap atau rintangannya memang dibuat sesulit mungkin. Di samping itu, mobilnya juga harus bermanuver dalam dengan waktu yang singkat. Berbeda dengan drifting, untuk karakter lintasan dan desainnya," buka Demas di sela-sela gelaran GT Radial Auto Gymkhana seri ketiga, Bandung (8/7).

Memang dalam pengaplikasiannya, baik drift atau slalom, lintasannya sama-sama dibuat oleh panitia yang mengadakan. Hanya saja perbedaan lainnya terletak pada regulasi yang mengatur dua balapan tersebut. "Lintasan yang dibentuk pada drifting, memang diperuntukan bagi high speed drift dan patokan juaranya bukan dengan menggunakan catatan waktu. Drift ini karakter lintasannya sengaja di buat agar mampu menampilkan sisi yang menarik dengan gaya slide," beber pemilik online shop @DemasMultiStore itu

Tidak hanya dalam segi lay out lintasan saja yang membedakan antara lintasan slalom dan drift. Dari pemakaian lahan yang digunakan, juga mengalami perbedaan. "Jadi kalau dari sisi lintasan, pencapaian kecepatan yang dihasilkan berbeda. Untuk slalom paling maksimum adalah 80 kpj, sedangkan drift bisa sampai 120 kpj, dengan catatan saat treknya panjang," imbuh Demas.

Baca juga:
DEMAS AGIL DAN TOTO MICHDAR SAHABAT DI LUAR LINTASAN

Selain hal tersebut, hal lain yang membedakan lintasan slalom dan drift adalah handicap yang digunakan oleh penyelenggara balap. "Di drifting, adannya outer sama inner clipping point, itu yang harus kita dekatin. Tapi kalau di slalom, adanya cone, cone hijau dan cone merah, itu patokan jalannya," sambung kakak kandung navigator Febrizky ini.

Nah, bicara arena yang digunakan, baik itu aspal maupun beton, baik drift atau slalom tetap bisa menggunakan dua jenis medan tersebut. Pasalnya, menurut pria yang tahun lalu meraih double winner di kejuaraan slalom kelas A dan F ini keduanya masih bisa dilewati oleh mobil drift dan slalom. Hanya saja yang harus diperhatikan adalah dimensi treknya sendiri. Secara implementasi di lapangan, balap drifting memerlukan trek yang lebar. Namun demikian, jika diukur dengan satuan kilometer, balapan slalom menempuh jarak yang relatif lebih jauh.

"Kalau dari aspalnya, dengan aspal yang sama pun, bisa untuk slalom atau untuk drifting, tinggal tergantung dimensi treknya, Seperti di kemayoran, dipakai slalom bisa, drifting juga bisa. Kalau drifting dia butuh trek besar, tapi kalau dihitung perkilometernya, lebih jauh slalom. Berbeda dengan drifting, yang hanya sekali lewat. Satu kali lewat, kalau drfiting itu kan hitunglah 10-15 detik, tapi kalau slalom, lebih dari itu. Jadi lebih ke dimensi treknya saja," tambah Demas.

 

  • facebook share

RELATED NEWS

Duet Kompak Anjasara dan Adrianza

Duet Kompak Anjasara dan Adrianza

GYMKHANA
Nasmoco Purwokerto Dukung Penuh TTI

Nasmoco Purwokerto Dukung Penuh TTI

SLALOM
Semarak Putaran Keempat GT-Radial Gymkhana

Semarak Putaran Keempat GT-Radial Gymkhana

GYMKHANA
Adrianza Yunial Cetak Kemenangan Sempurna

Adrianza Yunial Cetak Kemenangan Sempurna

GYMKHANA

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company