Boris Becker: Murray Harus Belajar Pada Federer-Nadal

Text : Maya Soeparwoto | Photo / Video : AP | Media Source: BBC Sport | 14 July 2017

Murray Harus Belajar Pada Federer-Nadal

SPORTKU.COM

Perjuangan Andy Murray atas gelar Wimbledon berakhir dengan tertatih-tatih di perempat final saat dikalahkan petenis AS Sam Querrey, Rabu (12/7/2017)

Petenis Inggris berusia 30 tahun itu tetap mempertahankan peringkat nomor satu dunia untuk saat ini, karena Novak Djokovic terpaksa undur diri dari pertandingan perempatfinal melawan Tomas Berdych karena cedera siku.

 

Baca Juga:
Andy Murray Terhenti di Wimbledon Dengan Menyakitkan

Kini dengan cedera yang mendera Murray, apa yang harus dilakukannya?

Juara Wimbledon tiga kali Boris Becker yang juga mantan pelatih Novak Djokovic menjelaskan bagaimana bintang tenis papan atas mengatasi bertambahnya usia dan cedera kronis dan mengapa kita seharusnya menghargai perjuangan Murray untuk meraih kemenangan ketiga di Center Court.

Grand Slam berikutnya adalah AS Terbuka, dimulai 28 Agustus. Murray, juara 2012, kalah di perempat final di New York tahun lalu. Sebelum itu, ia dijadwalkan untuk bermain di turnamen ATP di Montreal dari 7 Agustus dan Cincinnati seminggu kemudian.

Becker: Kekalahan Andy Murray seharusnya tidak dilihat sebagai awal dari akhir peluangnya untuk memenangkan Grand Slam lain. Sama sekali tidak.

Saya pikir apa yang terjadi sejauh tahun ini benar-benar membuktikan, semakin tua Anda, semakin baik Anda. Lihat Roger Federer dan Rafa Nadal, juga Williams bersaudara,  Serena dan Venus. Mereka semua lebih tua darinya.

Umur hanyalah sebuah angka, tapi Anda hanya memiliki satu tubuh. Andy harus merawatnya.

Dia harus berpikir jangka panjang, tidak perlu  khawatir  dengan gelar AS Terbuka. Jika dia lakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan di Wimbledon, maka dia tidak akan memenangkannya.

Jadi, jika hal terburuk terjadi yaitu dengan absennya Murray di New York maka dia akan kehilangan satu gelar Grand Slam, namun itu tidak masalah, karena Australia Terbuka sudah menanti pada awal 2018.

Masalah peringkatnya juga tak perlu dirisaukan. Sekali lagi, dia tidak akan mempertahankannya jika dia tidak sehat, jadi dia harus melupakannya saja. Kiprah, perjuangan dan prestasi ranking telah diraihnya, dia tidak perlu membuktikan apapun lagi bahwa dia cukup baik untuk menjadi nomor satu.

Becker: Dengan cedera ini, ada keterbatasan pergerakan Andy. Ada beberapa pemain yang lebih mengandalkan servis mereka yang bisa mendapatkan poin cepat, namun Andy mengandalkan kecepatan dan gerak kaki, yang merupakan bagian integral dari permainannya.

Itu sebabnya dia perlu 100% fit. Tidak baik baginya kalau hanya fit 75%. Ya, dia mungkin cukup baik untuk sampai ke perempatfinal, seperti yang dia lakukan di sini, tapi dia adalah nomor satu dunia dan dia memasuki turnamen untuk membuktikan sebuah kemenangan.

Rangkaian turnamen tour adalah jadwal yang melelahkan dan saya akan memberikan saran yang sama untuk Novak juga untuk  beristirahat.
Mereka berdua harus mencontoh Rafa dan Roger. Lihatlah apa yang telah mereka lakukan sejak kembali fit sepenuhnya.

Rafael Nadal menarik diri dari Prancis Terbuka pada Mei 2016 dengan cedera pergelangan tangan dan tidak bermain lagi sampai akhirnya kembali di Olimpiade Rio bulan Agustus. Ia meraih gelar ke-10 di Roland Garros awal tahun ini. Sedangkan Roger Federer absen dalam lima bulan terakhir di tahun 2016 untuk pulih dari cedera lututnya namun kembali untuk memenangkan Australia Terbuka pada bulan Januari.

 

Baca Juga:
Federer Tumbangkan Nadal Untuk Raih Gelar Grand Slam Ke-18

Jadi mungkin itu pelajaran yang harus ditelaah oleh Andy dan Novak untuk benar-benar menjaga tubuh mereka, luangkan waktu dan harus menjaga tetap sehat, dan jangan bermain saat mereka tidak mampu.

Murray mengakui bahwa dia berhasil mengatasi kondisi pinggulnya sejak berusia 22 tahun. Dia juga menderita sakit punggung kronis yang mempengaruhi  di awal karirnya, dan dia menjalani operasi pada cedera pada tahun 2013.
Hal serupa juga dialami oleh Djokovic  setelah dirinya keluar dari Wimbledon karena cedera siku telah mengganggunya selama lebih dari 18 bulan.

Becker: Cedera adalah bagian dari dunia tenis. Sebagian besar pemain mengalami gangguan dan nyeri sepanjang tahun dan biasanya Anda bisa mengelolanya dengan jadwal para tim fisioterapi dan jadwal pemulihan yang Anda berikan. Tapi di Grand Slam Anda memainkan pertandingan lebih lama dan ada kemungkinan buruk bisa terjadi.

Saya mengerti mengapa Andy memaksa bermain di Wimbledon, karena ini adalah turnamen nomor satu setiap tahunnya, dan dia juga merupakan juara bertahan. Dia sangat ingin membuatnya berhasil.

Sebenarnya saya juga sama. Kalau dipikir-pikir, seharusnya saya tidak memainkan beberapa pertandingan, tapi saya selalu ingin bermain di babak berikutnya atau pada event berikutnya.

Tapi tahukan bahwa Anda berisiko melakukan kehancuran  yang lebih serius jika Anda bermain, dan itu terjadi pada diri saya. Saya mengalami pertarungan dengan cedera tertentu, terutama dengan pergelangan kaki kanan saya, dan saya membayar harga yang mahal sampai hari ini.
Andy sekarang pada satu titik di mana dia harus benar-benar jujur dengan dirinya sendiri karena jika dia tidak bisa berlari dalam kondisi prima, berati dia tidak bisa bermain.

Itu terlihat buruk baginya pada hari Rabu lalu tapi mungkin dia belum tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Saya memuji dia karena tidak ingin menggunakan cedera pinggul sebagai alasan untuk kekalahannya tapi dia perlu mendapatkan beberapa pendapat dari dokter sebelum dia berpikir untuk kembali.

'Motivasi Anda berubah seiring bertambahnya usia'

Becker memenangkan Wimbledon dua kali saat remaja pada tahun 1985 dan 1986. Kemenangan terakhir Grand Slam adalah pada Australia Terbuka 1996 pada usia 28. Dia pensiun pada usia 32 di tahun 1999.

Becker: Saat memasuki usia 30 adalah tonggak sejarah bagi pemain tenis tapi bukan alasan untuk cedera lebih banyak. Itu tergantung pada jumlah pertandingan tenis yang Anda mainkan, dan bagaimana Anda menangani masalah Anda.

Sebuah atraksi bagi saya ketika tidak dapat bermain selalu sama - setiap minggu melewati turnamen lain dan lebih banyak peringkat, dan tentu saja Anda ingin kembali melakukan sesuatu yang Anda sukai.

Saya yakin Andy sama - keinginan untuk tetap bermain tenis bukanlah masalahnya, tapi menurut saya emosi adalah hal yang salah baginya saat ini. Dia harus mengikuti logika dan hanya memikirkan sisa karirnya.

Seiring bertambahnya usia, semakin sulit untuk kembali. Jika itu adalah sebuah cedera baru di setiap tahun maka itu bisa ditangani. Jika itu adalah cedera yang sama selama beberapa tahun, maka pada akhirnya hal itu dapat mempengaruhi pola pikir Anda - dan itulah hal yang sangat penting di sini.

Menurut pengalaman saya, motivasi Anda berubah seiring bertambahnya usia. Tidak mungkin sama pada usia 30 seperti di usia 20, dan Anda tidak dapat memiliki motivasi yang sama untuk memenangkan Wimbledon lagi ketika Anda sudah pernah menang sekali, karena kedua kalinya tidaklah sama.

Anda harus menemukan berbagai cara untuk merangsang diri sendiri, karena pada akhirnya itulah yang memperpanjang karir Anda dan berarti Anda menjaganya untuk kembali.

Lihatlah Roger Federer, yang tampil baik pada usia 35 tahun karena ia telah memiliki segalanya dengan baik sepanjang sisa hidupnya juga.

Federer telah memenangkan total 19 gelar Grand Slam. Juara Wimbledon sebanyak tujuh kali, Federer telah memenangkan 18 dari pertandingannya. 

Marin Cilic, yang memenangkan AS Terbuka 2014, adalah satu-satunya pemenang utama lainnya yang tersisa di turnamen tersebut.

Becker: Roger tidak akan pernah mengakuinya tapi nayatanya dia kini menjadi favorit.

Semifinal Wimbledon tidak pernah berlangsung mudah karena lawan Anda telah menang lima kali untuk sampai kesana dan penuh percaya diri.

Tomas Berdych tidak akan rugi saat memainkannya nanti, dan untuk Roger akan alami hal-hal berbeda tahun ini.

Tidak ada orang yang telah memenangkan delapan gelar Wimbledon dan menurut saya ini adalah sejarah dari semua lawannya dan dari pemain mana pun yang tersisa di turnamen ini.

Di semifinal lainnya, saya akan memberi tepuk tangan untuk Marin Cilic dan Sam Querrey, karena dia telah memenangkan Grand Slam sebelumnya dan rasanya keberuntungannya akan datang tahun ini.  

Cilic telah melewati perempat final di sini dalam tiga tahun terakhir, dia telah mengetuk pintu untuk sementara waktu, dan akhirnya dia berhasil melewatinya.

 

Baca Juga:
Djokovic Undur Diri, Dirinya Makin Terpuruk
Venus Menakjubkan, Pupuskan Harapan Final Konta

  • facebook share

RELATED NEWS

Federer Belum Terkalahkan di London

Federer Belum Terkalahkan di London

TENNIS
Federer Kembali Taklukan Bintang Muda

Federer Kembali Taklukan Bintang Muda

TENNIS
Nadal Dikejutkan Petenis Peringkat 8

Nadal Dikejutkan Petenis Peringkat 8

TENNIS
Nadal Sang Nomor Satu Dunia

Nadal Sang Nomor Satu Dunia

TENNIS

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company