5 Alasan Terkait Kepindahan Bonucci ke AC Milan

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Ac Milan Official | Editor: Andi Wahyudi | 16 July 2017

5 Alasan Terkait Kepindahan Bonucci

SPORTKU.COM

Leonardo Bonucci hengkang ke AC Milan. Berikut ini adalah lima alasan mengapa ia pergi dari Juventus.

Kabar kepindahan Leonardo Bonucci ke AC Milan menjadi berita transfer yang paling menarik sejauh ini. Pasalnya, klub yang ia bela sebelumnya, Juventus merupakan tim yang menjadi rival di ajang Serie A.

Untuk menebus kepemilikan Bonucci, Manajemen Milan dikabarkan sampai merogoh kocek sebesar 42 juta euro atau sekitar Rp 640 miliar. Dengan biaya transfer sebesar itu menjadikan pemain yang kini menginjak usia 30 tahun itu sebagai pembelian termahal Rossoneri sejauh ini.

Kepergian mantan pemain Inter Milan itu pun tentu meninggalkan duka yang teramat dalam, terutama bagi penggemar Juventus. Pasalnya Bonucci merupakan pemain andalan Juventus selama 7 tahun di mana ia tak tergantikan ketika berperan sebagai bek tengah. Bahkan duetnya bersama Giorgio Chiellini dapat dikatakan sebagai pasangan bek terbaik di Italia.

Tentunya ada alasan yang menyebabkan pemain yang pernah bermain di Genoa tersebut bisa pindah dari Juventus yang dalam 6 tahun terakhir sukses menjuarai ajang Serie A secara berturut-turut.

Berikut lima asalan kepindahan Bonucci dari Juventus ke AC Milan:

1. Keretakan Hubungan dengan Allegri

Manajer Juventus, Massimiliano Allegri dianggap sebagai kambing hitam atas kepergian Bonucci ke Milan. Pasalnya, hubungan kedua orang tersebut dianggap sudah tak lagi harmonis. Hal ini sudah terlihat sejak jauh-jauh hari.

Bonucci dan Allegri sempat terlihat adu mulut ketika Juventus menghadapi Palermo pada Februari silam. Padahal Juve dalam pertandingan tersebut berhasil menang dengan skor 4-1. Di duga lantaran bek yang memiliki tinggi 1,90 m ini ditarik di babak kedua.

Dari situ sudah terlihat keretakan hubungan antara pelatih dan pemain. Bahkan kabarnya, lantaran insiden tersebut Allegri sempat meminta mundur dari kursinya sebagai allenatore Juventus yang kemudian ditolak oleh manajemen.

2. Insiden di Final Liga Champions 2017

Ada kabar yang mengatakan bahwa Bonucci dianggap sebagai biang keladi kekalahan Juventus di final Liga Champions musim 2016/2017 yang lalu di mana ia begitu emosi di ruang ganti dengan melibatkan Dani Alves, Paulo Dybala dan Andrea Barzagli ketika saat turun minum babak pertama.

Alhasil Juventus akhirnya menyerah 1-4 dari Real Madrid. Penampilan Bianconerri dianggap buruk di babak kedua. Itulah sebab isu ini beredar luas terkait apa yang terjadi di ruang ganti klub asal Turin tersebut.

Sebelum kepergian Bonucci, Alves pun terlebih dahulu pergi. Hal ini menandakan bahwa memang ada sesuatu yang tidak beres di ruang ganti Juventus. Bonucci yang merasa terbebani pun akhirnya memilih Milan sebagai langkah paling aman.

Baca juga
Kemenangan Sempurna Tim Pertamina Arden

3. Faktor Anak dan Istri

Bonucci sendiri mendapat cibiran lantaran pindah ke tim Milan yang merupakan rival abadi dari Juventus. Padahal, Manchester City dan Chelsea beberapa waktu lalu dikabarkan berani menawarkan harga yang lebih mahal ketimbang Rossoneri saat ini.

Pindah ke Milan bisa jadi merupakan langkah Bonucci untuk bisa tetap berkarir tanpa merepotkan anak dan istrinya. Matteo Bonucci yang notabene merupakan anak sang pemain baru saja sembuh dari sakit.

Lingkungan di luar Italia ditakutkan akan membuat kondisi anaknya tersebut memburuk lantaran faktor home sick. Sedangkan istrinya, Martina Maccari merupakan model yang saat ini sibuk berkarir di Milan dan tak berminat hijrah ke luar negeri.

Selain itu, Bonucci mungkin bisa kembali mengenang masa mudanya yang dihabiskan di kota Milan di mana ia menjadi salah satu andalan Inter Milan Primavera namun akhirnya dilepas ke Bari setelah sebelumnya dipinjam Treviso dan Pisa.

4. Mencoba Tantangan Baru

Kepindahan ke Milan bisa jadi merupakan keinginan terpendam Bonucci yang sudah merasa puas berkarir di Juventus di mana ia sudah memiliki segala.iya, kecuali gelar Liga Champions.

Sementara, Milan —meski musim ini hanya bermain di babak kualifikasi Piala Europa— mungkin menawarkan sesuatu yang tidak atau belum dimiliki saat berada di Juventus. Apalagi mereka saat ini sedang membuat revolusi untuk mengembalikan kejayaan mereka.

Bahkan, kedatangan Bonucci ke Milan langsung dibuahi tanggung jawab yang cukup besar dari Vincenzo Montella, Manajer Rosonerri dengan dipromosikan sebagai kapten baru untuk musim 2017/2018 mendatang.

5. Uang

Bisa jadi ini adalah alasan yang paling masuk akal mengapa Bonucci mengadaikan kesetiaanya bersama Juventus dengan menyebrang ke Milan. Tawaran gaji sebesar  8 juta euro atau sekitar Rp121 miliar per musim menjadi sebuah tawaran yang mungkin tak bisa ia tolak.

Dengan gaji sebesar itu, nama Bonucci pun langsung berada di puncak teratas sebagai pemain sepak bola dengan gaji tertinggi Italia. Bahkan melebihi gaji Gianluigi Donnarumma yang menerima gaji sebesar 6 juta euro atau sekitar Rp 91,8 miliar.



Baca juga
Ada Pelatih Asing di AQUADNC 2017

  • facebook share

RELATED NEWS

Tukar Guling Bayern-Dortmund

Tukar Guling Bayern-Dortmund

TOP 5
Lima Pemilik Nomor 7 MU

Lima Pemilik Nomor 7 MU

TOP 5
5 Kejadian Menarik GP Singapura

5 Kejadian Menarik GP Singapura

TOP 5
5 Merek Helm MotoGP

5 Merek Helm MotoGP

TOP 5

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company