DEBUT KEJURNAS SUPERMOTO MASIH CARI IMEJ

Text : Suhartono | Photo / Video : Suhartono | Editor: Andi Wahyudi | 26 July 2017

SPORTKU.COM

Promotor balap EW702Sport sukses membuat gebrakan baru di dunia balap Indonesia dengan menghadirkan Kejurnas Supermoto.

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Supermoto alias Indonesia Supermoto Championship (ISC) 2017 direncanakan dalam agenda EW702Sport sebanyak tiga seri. Seri pembukanya pun telah sukses dihelat pada akhir pecan kemarin, 22-23 Juli di Sirkuit Gokart Sentul Bogor, Jawa Barat.

Meski bisa dibilang berjalan sukses, namun sejatinya masih ada beberapa kekurangan dari penyelenggaraan Seri 1 Kejurnas Supermoto 2017. Memang, bagi sebagian pihak balapan ini terbilang sukses. Apalagi kehadirannya sebagai ajang baru yang masih butuh penyesuaian.

"Ini (Kejurnas Supermoto) masih baru. Semuanya baru mulai dari peraturannya, infrastruktur juga baru ada trek offroad onroad. Perangkatnya juga baru karena menggabungkan divisi onroad dan offroad. Ini masihh konsolidasi,” ungkap Endi.

Berbicara mengenai kekurangan, fokusnya pada jumlah peserta yang tak mencapai target. Endi dalam pemaparannya, awalnya diharapkan bisa mencaplok 100 starter untuk ikut ambil bagian di 8 kelas yang dilombakan. Namun pada akhirnya hanya ada 70 starter saja.

Ada beberapa faktor yang menurut Endi membuat balapan ini tak mencapai target peserta. Salah satunya adalah jadwal yang kurang strategis. Di mana jadwal Seri 1 Kejurnas Supermoto berdekatan dengan Seri 4 Asia Road Racing Championship (ARRC) 2017 yang akan digelar di Sirkuit Sentul.

Hasilnya, para pebalap top Indonesia dari trek aspal akhirnya mengurungkan niatnya. Mereka lebih memilih untuk fokus dalam persiapan keikutsertaannya di ARRC Sentul. Bukan hanya itu, mereka juga tak dapat izin dari tim pabrikan yang menanunginya.

“Susahnya kalau pebalap road race itu kebanyakan ikut tim pabrikan. Jadi masalah perizinan agak sulit. Apalagi Seri 1 ini jadwalnya mepet dengan ARRC. Dan juga masih perlu penyesuaian karena ada trek offroadnya. Mudah-mudahan seri-seri berikutnya mereka bisa gabung,” harap Endi.

Baca Juga
Highlight Kejurnas Supermoto Sentul 2017 (Video)

Sebelumnya memang banyak pebalap yang sudah terpancing untuk ikutan Seri 1 Kejurnas Supermoto. Sebut saja pebalap Wahyu Aji Trilaksana, Galang Hendra Pratama, Gerry Salim dan beberapa pebalap lainnya. Tapi mereka tak mendapat izin dari tim pabrikan.

Debut Kejurnas Supermoto bagi Endi memang masih mencari imej. Maklum, ini merupakan event baru di Indonesia. Sebagai balapan genre baru yang menggabungkan dua alam berbeda. Di mana pebalap harus mampu menaklukkan medan offroad dan onroad sekaligus.

Hadirnya Kejurnas Supermoto juga sekaligus menjadi lahan untuk adu gengsi antara pebalap road race dan motocross. Dan di sinilah mereka unjuk skill balap mereka. Sayangnya, pada Seri 1 kemarin masih didominasi pebalap dari motocross.

Melalui balapan ini, Endi punya misi penting. Bukan hanya sekadar cari uang dari keterlibatan para sponsor. Melainkan juga memberikan wadah baru bagi para pebalap maupun komunitas. Karena memang pada dasarnya balapan ini juga menyasar para bikers dari komunitas dan klub supermoto yang ada.

“Kita harapkan balapan ini bisa menggabungkan pebalap motocross, grasstrack dan road race. Kita ingin berada di tengah-tengah. Dengan karakter sirkuit 70-80 persen aspal dan 20-30 persen trek tanah. Jadi harapannya pebalap road race maupun motocross dan grasstrack bisa bergabung.”

Bukan hanya pebalap pro saja yang dirangkul oleh Endi. Tapi para mantan pebalap juga diajak bergabung untuk meriahkan setiap seri Kejurnas Supermoto. Mereka dibukakan kelas khusus veteran yang hanya diperuntukan untuk para mantan pebalap motocross maupun road race.

“Dibuka kelas veteran karena kita ingin membangkitkan emosi lama. Karena banyak pebalap yang dulu basic-nya road race dan motocross, jadi mereka harus tetap kita bina,” beber Endi.

Menarik memang, di kelas ini tampil beberapa nama pebalap yang saat mudanya dulu begitu menjadi idola. Ada Asep Hendro, Hilman Laksana, Sandy Agung, H.M Harmono, Jeany Harmono dan beberapa nama pebalap veteran lainnya. Meskipun sudah terbilang tak muda lagi, tapi nyali mereka tak perlu diragukan.

Sementara itu, balapan ini sendiri pada tahun 2017 masih hanya diselenggarakan di sekitaran Pulau Jawa. Bukan tanpa sebab, karena Jawa memang memiliki basis komunitas supermoto terbesar di Indonesia. Seperti komunitas Supermoto Indonesia (SMI) dan Kracker yang merupakan dua komunitas supermoto terbesar saat ini.

Semoga dua seri tersisa dari Kejurnas Supermoto bisa lebih meriah lagi ya.

Baca Juga
Diva Ismayana Wakili Indonesia di Kejuaraan Supermoto Australia
Wajah Baru Safety Car ISSOM

  • facebook share

RELATED NEWS

Pesan Ducati Untuk Rossi

Pesan Ducati Untuk Rossi

TOPIC OF THE WEEK
Bursa Transfer Pebalap MotoGP 2018

Bursa Transfer Pebalap MotoGP 2018

TOPIC OF THE WEEK
Sepak Terjang Esapekka Lappi

Sepak Terjang Esapekka Lappi

TOPIC OF THE WEEK
Menanti Pembalasan Honda Racing Indonesia

Menanti Pembalasan Honda Racing Indonesia

TOPIC OF THE WEEK

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company