Akhiri Laga di 2017, Djokovic Optimis di 2018

Text : Maya Soeparwoto | 27 July 2017

Djokovic Akhiri Laga di 2017

SPORTKU.COM

Juara dua belas kali Grand Slam Novak Djokovic menghentikan laganya di 2017 karena cedera siku.

Mantan petenis nomor satu dunia Djokovic, 30, terpaksa mengakhiri kiprahnya di 2017 ini karena cedera dalam laga perempat final Wimbledon melawan Tomas Berdych pada 12 Juli.

Dia mengaku telah menderita masalah siku selama 18 bulan.

"Secara profesional ini bukan keputusan yang mudah bagi saya, tapi saya mencoba untuk melihat sisi positifnya," kata petenis Serbia, yang kini menduduki nomor empat dunia itu. Ini adalah pengalaman baru bagi saya, keadaan baru," kata Djokovic.

Baca Juga:
Djokovic Undur Diri, Dirinya Makin Terpuruk
Pasca Cedera, Djokovic-Murray, Tampil di Amerika Terbuka?

 

Rehat akan membantu Djokovic memulihkan sepenuhnya

Pada bulan Juli, Djokovic memenangkan Aegon International di Eastbourne, gelar ke-68 karirnya, namun yang pertama sejak Januari.

Dia mengalami kekalahan mengejutkan dari petenis nomor 117 dunia Denis Istomin pada turnamen Australia Terbuka Januari lalu dan kemudian kehilangan mahkota trofi Prancis Terbuka saat dia dikalahkan oleh Dominic Thiem di perempat final pada bulan Juni.

Djokovic mengatakan bahwa ia akan menghabiskan waktu untuk membangun kembali kebugaran dan kekuatannya, serta melatih  area permainannya yang ia rasa perlu ditingkatkan.

"Saya ingin bermain tenis profesional selama bertahun-tahun yang akan datang," tambahnya dalam sebuah pesan di halaman Facebook-nya.

Itu berarti Djokovic akan absen di AS Terbuka, yang dimulai pada 28 Agustus dimana dia menjadi juara di 2011 dan 2015.
Abesn dirinya di Flushing Meadows mengakhiri serangkaian 51 penampilannya berturut-turut di Grand Slam.

"Semua dokter yang telah saya konsultasi, dan juga semua spesialis yang pernah saya kunjungi, di Serbia dan di seluruh dunia, telah sepakat bahwa cedera ini memerlukan istirahat," kata Djokovic.

"Istirahat panjang dari olahraga tidak bisa dihindari, saya akan melakukan apapun yang diperlukan untuk pulih. Siku saya sakit karena bertanding berlebihan, dan ini selalu merepotkan saat saya melakukan servis bahkan untuk pukulan forehand.

"Tubuh saya memiliki batas, dan saya harus menghormati itu dan bersyukur atas semua yang telah saya capai sejauh ini.

"Pada awal karir, saya menghadapi masalah kesehatan, tapi bertahun-tahun, dan dengan banyak kesabaran dan dedikasi, saya menemukan solusinya.

"Itulah pendekatan yang saya hadapi dalam situasi ini, dan saya yakin saya akan kembali lebih kuat."

Ada yang hilang dan ada yang datang. Meski harus menghentikan laganya namun Djokovic mendapat berkah dengan penantian kelahiran anak keduanya.

"Saat hal penting lainnya datang, kita akan menjadi orang tua untuk kedua kalinya. Istri saya Jelena dan saya mengharapkan anak kedua kami, dan kami sedang mempersiapkan untuk menyambut anggota keluarga baru. Ini adalah hal-hal yang memenuhi saya dengan kebahagiaan dan kegembiraan terbesar. Saya yakin saya akan siap untuk memulai musim baru ini."

Djokovic juga mengungkapkan bahwa ia akan terus bekerja sama dengan Andre Agassi sebagai pelatih utamanya.

"Kami sudah berbicara secara seksama, Andre bersama saya saat di Toronto dan dia membantu saya menemukan dokter, spesialis dalam merawat luka siku.

"Selama periode singkat ini, kami saling mengenal dan membangun kepercayaan dan pengertian. Dia mendukung keputusan saya untuk beristirahat, dan tetap menjadi kepala pelatih kepala. Dia akan membantu saya bangkit kembali dan kembali kuat setelah masa pemulihan."

"Saya pasti akan bermain di minggu pertama musim depan," katanya. "Saya memiliki cukup waktu untuk pulih saat turnamen pertama 2018 yaitu enam bulan lagi.

"Percaya atau tidak, saya benar-benar melihat ke depan untuk bermain dengan unggulan teratas di putaran ketiga atau keempat turnamen besar. Jika itu terjadi maka segala tekanan akan hilang."

Hampir setahun yang lalu, yaitu pada pada 26 Juli, Roger Federer mengumumkan bahwa dia akan beristirahat sepanjang tahun itu.
Pertarungan tersebut menjadikan bintang Swiss, yang berusia 36 di bulan Agustus, menjadikan keunggulan yang sangat baik dengan kemenangan Grand Slam di Australia Terbuka dan Wimbledon pada 2017.

Lantas, apakah formula yang dilakukan oleh Federer akan berhasil pada Djokovic yang berusia 30 tahun?

Speedy recovery Djokovic! See you in 2018 smile!


  • facebook share

RELATED NEWS

Piala-Davis: Penantian 16 Tahun Prancis

Piala-Davis: Penantian 16 Tahun Prancis

TENNIS
ATP Finals Cetak Sejarah Baru

ATP Finals Cetak Sejarah Baru

TENNIS
Kalah, Federer Tetap Bahagia

Kalah, Federer Tetap Bahagia

TENNIS
Federer Belum Terkalahkan di London

Federer Belum Terkalahkan di London

TENNIS

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company