Mencermati Penalti yang Diterima Sean Gelael

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Team Jagonya Ayam | Editor: Dedi Hermawan | 2 August 2017

Mencermati Penalti Sean Gelael

SPORTKU.COM

Pebalap F2 Indonesia, Sean Gelael, gagal meraih dua poin karena dianggap menyalahi regulasi tentang pengaktifan fungsi DRS. Seperti apa regulasinya?

Sean Gelael, sebagai wakil pebalap Indonesia yang tengah bertarung di ajang Formula 2 Championship 2017 hampir kembali mendulang poin dalam balapan feature race di Grand Prix Hongaria akhir pekan kemarin (29/7). Pebalap Pertamina Arden yang didukung Jagonya Ayam KFC Indonesia tersebut berhasil menuntaskan balapan di posisi kedelapan, artinya sesuai peraturan yang diberlakukan, putera Ricardo Gelael ini berhasil mendulang dua poin.

Baca juga:
TORO ROSSO KEMBALI PERCAYAKAN SEAN TES MOBIL STR12

Namun, asa tersebut harus pupus. Keberhasilan yang diraih pemuda kelahiran 1 November 1996 ini harus sirna lantaran Race Director, menjatuhi hukuman penalti 10 detik untuk Sean. Hal ini ditengarai karena Sean melakukan pengaktifan sistem Drag Reduction System (DRS) di waktu yang tidak tepat. Menurut aturan dalam balap Formula 2, penggunaan DRS diperbolehkan jika pebalap telah melewati 2 lap. Aturan DRS di Formula 2 serupa dengan yang diatur di balap Formula 1, hanya saja ada perbedaan dalam aktivasi. Di F1, fitur DRS diaktifkan by system secara terpusat dari Race Director. Ketika lampu penanda DRS di kemudi pebalap menyala hijau, maka pebalap dapat memakai fitur tersebut. Nah, di F2 pada dasarnya juga seperti itu, tapi kemudian ada perubahan pada GP Hungaroring kemarin. Dan sialnya berdampak buruk terhadap beberapa pebalap termasuk Sean Gelael.   

Menurut M Wahab, pengamat balap yang saat itu berada di Sirkuit Hungaroring, penyelenggara lomba melakukan perubahan terkait DRS di weekend balap itu. Perubahan yang dimaksud adalah terbukanya aktivasi fitur DRS oleh race director terjadi saat pebalap terdepan melewati garis start. Menurut Wahab, ketika pebalap terdepan melewati garis start, lampu penanda DRS menyala hijau di semua pebalap, termasuk pebalap yang belum melewati garis start. Di situlah miskomunikasi terjadi. Beberapa pebalap mengira dengan menyalanya lampu penanda, mereka diizinkan untuk menggunakan DRS.

Menyalanya lampu penanda DRS seakan menjebak pebalap. Di posisi yang rapat dan saling susul, secara insting pebalap akan memanfaatkan semua potensi keuntungan -yang dilegalkan tentu saja, termasuk penggunaan DRS. Idealnya, lampu DRS tidak menyala bagi pebalap yang belum melewati garist start di lap ke-2. Dalam kondisi persaingan yang ketat, pebalap mungkin tidak begitu memperhatikan jumlah lap yang sudah ia jalani. Begitu lampu menyala, dengan refleks ia menekan tombol DRS. Karena logikanya, tidak mungkin lampu akan menyala jika dia tidak diizinkan menggunakan fitur DRS.    

Dan rupanya, bukan hanya Sean saja yang berpikiran seperti itu. Kabarnya ada 6 pebalap yang menekan tombol DRS di waktu yang sebetulnya masih dilarang. Tapi cuma 2 pebalap yang terkena penalti, yaitu Sean Gelael dan Sergio Sette Camara. Sebab, pebalap lain dianggap tidak jauh dari zona pengaktifan DRS. Hal itu kemudian membuat beberapa tim menyampaikan protes, apalagi pemberitahuan penalti dikeluarkan seusai lomba. 

Akibat protes tersebut penyelenggara lomba mengubah lagi peraturan pada Minggu pagi menjelang Sprint Race. "Yang tadinya dilihat dari pebalap terdepan yang melewati garis start, berubah menjadi pebalap yang paling akhir," ucap Wahab. Dengan aturan yang baru itu, sistem DRS tidak akan aktif hingga pebalap terakhir melewati garis start.   

Baca juga:

NATO SUMBANG POIN, SEAN GELAEL MASUK SEPULUH BESAR

Rekan satu tim Sean Gelael, Norman Nato, masih beruntung karena tidak mendapat penalti tersebut. "Sean dirugikan dengan aturan seperti itu, tetapi Norman Nato tidak. Ini karena Nato memulai balapan dari pit lane, dan saat melewati garis, jarak dengan pebalap depan lebih dari satu detik, artinya keuntungan DRS tidak ia dapatkan," imbuhnya.

Drag Reduction System alias DRS ini adalah sistem yang memungkinkan pebalap untuk mengurangi drag atau hambatan angin lewat perubahan posisi sayap belakang. Sistem DRS ini akan berfungsi di zona-zona yang telah ditetapkan. Lewat fitur ini, pebalap akan terbantu dalam usaha menyalip pebalap di depannya. Nah, keuntungan DRS ini akan diberikan kepada pebalap yang berjarak paling jauh satu detik dari pebalap di depannya. 

Pemberlakukan DRS dalam balapan merupakan usaha dari FIA untuk memberikan atraksi yang menarik bagi penonton. Awalnya diterapkan di balap F1 yang kemudian juga dihadirkan di balap GP2 yang kini menjadi F2.

  • facebook share

RELATED NEWS

Sean Gelael Latihan Gokart

Sean Gelael Latihan Gokart

FORMULA 2
Sean Gelael Dapat Ujian Berat

Sean Gelael Dapat Ujian Berat

FORMULA 2
Sean Gelael Kembali Balapan F2

Sean Gelael Kembali Balapan F2

FORMULA 2
Sean Mulus Jalani FP1 Sepang

Sean Mulus Jalani FP1 Sepang

FORMULA 1

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company