Langkanya Pelatih Inggris di Premier League

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Sky Sports | Editor: Andi Wahyudi | 2 August 2017

SPORTKU.COM

Kompetisi Premier League musim ini hanya mencatat tiga pelatih asli kelahiran Inggris, kemana hilangnya mereka?

Ajang Premier League saat ini memiliki reputasi sebagai liga sepak bola terbaik di dunia lantaran persaingan merebut gelar juara begitu ketat sehingga dapat dikatakan setiap tim memiliki kesempatan untuk meraih gelar liga di akhir musim.

Reputasi yang terbentuk saat ini pun tak lepas dari adanya gesekan dengan sejarah dunia yang mengklaim bahwa Inggris merupakan negara penemu sepak bola modern, sehingga sudah dipastikan bahwa mereka sudah dianggap sebagai tempat kelahiran sepak bola itu sendiri.

Sayang, ada yang hilang dari sepak bola Inggris, yakni pelatih top berkebangsaan Inggris. Bahkan ajang Premier League didominasi oleh pelatih asing. Tercatat dari 20 peserta liga, hanya 3 klub saja yang manajemennya mempercayakan klub mereka ditangani oleh pelatih yang merupakan orang inggris asli.

Adapun ketiga pelatih tersebut adalah Eddie Howe (Bournemouth), Sean Dyche (Burnley), dan Craig Shakespeare (Leicester City). Ketiga nama di atas bukanlah pelatih yang dipercaya untuk menukangi tim besar atau calon juara semisal, Manchester United, Manchester City, Arsenal, Liverpool, Chelsea atau Tottenham Hotspurs.

Diantara ketiga pelatih asal Inggris yang disebutkan di atas, nama Howe mungkin yang paling baik lantaran ia sukses membawa Bournemouth sukses meraih peringkat ke-9 di klasemen akhir pada musim lalu.

Howe pun dapat dikatakan beruntung lantaran bisa menukangi klub Bournemouth hingga lima tahun. pasalnya, di ajang Premier League sendiri dikenal tak segan-segan memecat pelatih bila hasilnya tidak memuaskan. Musim lalu tercatat 6 manajer dipecat, termasuk Claudio Ranieri, manajer asal Italia yang musim lalu membuat keajaiban dengan membawa Leicester City juara Premier League.

Meski demikian, dapat dikatakan Howe—juga kedua manajer asli Inggris lainnya—hanya melatih tim kuda hitam di kancah Premier League.

Baca juga
Pentingnya Mengenal Teknik Balap Slipstream

Kurangnya Kepercayaan Kepada Pelatih Lokal

Menurut catatan sejarah, sejak Liga Inggris berganti nama Premier League—yang menjunjung tinggi sepak bola industri—yang dimulai pada musim 1992/1993, Tak ada satu pun pelatih asli Inggris yang mampu membuat klub yang ditukangi menjadi juara.

Kalaupun ada, hanyalah pelatih Inggris yang nyaris membawa klub Premier League juara, yakni Kevin Keegan. Sosok yang membuat Newcastle United menjadi runner up selama dua musim berturut-turut, yakni di musim 1995/1996 dan 1996/1997.

Padahal sebelum menjadi Premier League, Inggris dikenal sebagai salah satu pemasok pelatih terbaik dunia. Sebut saja Bob Paisley yang mengubah Liverpool menjadi tim yang paling disegani di Inggris, lalu Sir Bobby Robson yang membuat Ipswich Town dan Barcelona berprestasi di Eropa. Juga tak lupa bagaimana Brian Clough membuat Nottingham Forest menjadi juara European Cup (kini Liga Champions) sebanyak dua kali.

Memang kesempatan untuk bersaing dengan pelatih luar menjadi alasan mengapa pelatih Inggris justru sangat langka ditemukan di Premier League atau ajang sepak bola tertinggi di Inggris. Bahkan nama Howard Wilkinson menjadi pelatih asal Inggris terakhir yang mampu menjuarai liga dengan menukangi Leeds United itu terjadi di musim 1991/1992 atau terakhir terjadi pada 26 tahun yang lalu.

Era Premier League yang memiliki kecenderungan untuk berprestasi instan dianggap sebagai biang keladi atas sedikitnya kesempatan yang diberikan kepada pelatih asal Inggris untuk menukangi klub-klub kontestan liga utama di Inggris tersebut.

Howe sendiri mengaku bahwa ia kesulitan untuk bisa menukangi klub yang berada di lima besar Premier League.

’’Sulit sekali bagi pelatih Inggris untuk mendapatkan kans melatih klub besar dan mungkin dengan susah payah mendapatkannya,’’ ujarnya.

Gagalnya Regenerasi Pelatih di Inggris

Saat ini dapat dikatakan bahwa pemain era 90-an kini telah menjelma sebagai pelatih hebat. Sebut saja Pep Guardiola, Diego Simone, Zinedine Zidane, Antonio Conte dan Muricio Pochettino yang dahulu dikenal sebagai pemain hebat kini menjelma menjadi pelatih bertalenta.

Namun hal berbeda terjadi di Inggris. Mantan pemain 90-an mereka justru lebih memilih sebagai komentator di televisi atau berbisnis hal yang jauh dari sepak bola. Gary Neville contohnya, sebagai salah satu Legenda MU yang sempat berkarir sebagai pelatih dengan menjadi assisten pelatih Timnas Inggris dan Manajer Valencia ini pun pada akhirnya lebih senang menjadi komentator dan bisnis hotel.

Hal ini bahkan membuat chairman federasi sepak bola Inggris FA, Greg Dyke pun menyerah dengan keadaan yang terjadi dan mengakui bahwa mereka kesulitan dalam regenerasi pelatih yang berasal dari Inggris.

“Kami bermil-mil jauhnya di belakang negara-negara besar di sepak bola Eropa lainnya kalau bicara soal kepelatihan,’’ ujarnya

Baca juga
Inilah Juara Etape 4 Tour Polandia

  • facebook share

RELATED NEWS

Aktivitas Marquez-Pedrosa di Tangerang

Aktivitas Marquez-Pedrosa di Tangerang

HOT ISSUE
Michelin Indonesia Gandeng Marquez-Pedrosa

Michelin Indonesia Gandeng Marquez-Pedrosa

HOT ISSUE
Marquez-Pedrosa Gaungkan Safety Riding

Marquez-Pedrosa Gaungkan Safety Riding

HOT ISSUE
Ed Sheeran Kecelakaan Sepeda

Ed Sheeran Kecelakaan Sepeda

HOT ISSUE

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company