Bikers Paruh Baya, Freddy Soemitro Touring Cikampek - Timor Leste

Text : Suhartono | Photo / Video : Royal Enfield | Editor: Andi Wahyudi | 2 August 2017

Freddy Soemitro Jelajahi Timor Leste

SPORTKU.COM

Freddy Soemitro berhasil menguji kekuatan fisiknya dengan melakukan riding adventure dengan menjelajahi Indonesia hingga Timor Leste.

Usianya yang sudah menginjak lebih dari 60 tahun tidak menyurutkan niat Freedy Soemitro untuk tetap menggeluti hobi touringnya. Seperti yang belum lama ini dia lakukan bersama para sahabatnya.

“Ride into the Sunrise” dengan rute perjalanan yang cukup menantang, yaitu dari Cikampek menuju Timor Leste menjadi tema perjalanan Freddy Soemitro.

Sekitar akhir tahun lalu, tepatnya pada tanggal 15 Agustus hingga 2 September 2016, Freddy dan rekannya sesama penyuka riding, mewujudkan rencana untuk melakukan riding adventure mengarungi nusantara dengan mengendarai motor klasik Royal Enfield Classic 500.

Freddy memulai perjalanan 19 September 2016 dari Cikampek menuju Solo dengan total jarak sekitar 500 kilometer. Melewati jalur Pantura, ke arah Semarang sampai akhirnya tiba dan bermalam di Kota Solo.

Baca juga
Tim Voli Jepang Pertahankan Gelar

Di hari ke-2, perjalanan dilanjutkan menuju Malang, Jawa Timur. Rute yang dipilih melalui medan-medan esktrem dengan berbagai macam tanjakkan dari wilayah Madiun, Kertosono, Pare, sampai ke Batu, Malang.

Di hari berikutnya, perjalanan dilanjutkan hingga ke Denpasar, Bali hingga ke Mataram, Lombok. Perjalanan dari Denpasar ke Mataram ditempuh selama kurang lebih 4 jam. Di Lombok, Freddy diundang oleh komunitas Royal Enfield yang akrab dikenal dengan “The Green Team”.

“Selama perjalanan ini, kondisi motor Royal Enfield terbilang cukup kuat dan aman, tidak ada 1 baut pun yang kendur padahal medan yang dilewati cukup ekstrim” jelas Freddy.

Dari Lombok, Freedy menuju Sumbawa Besar, Labuan Bajo hingga ke Bajawa, kota kecil di daerah Flores yang memiliki panorama langka yaitu desa yang dikelilingi pemandangan gunung volkano.

Dari Bajawa, Freddy menuju Maumere dengan ekspektasi melihat sunrise di Gunung Kelimutu. Namun tak disangka, di tengah perjalanan justru menemui kabut tebal disertai hujan.

Baca Juga
Kenali Teknik Balap Slipstream

“Akhirnya, kami berhenti sejenak di wilayah Ende, karena terhalang oleh jalanan yang tertutup longsor untuk melanjutkan kembali perjalanan di malam hari. Di tengah udara dingin yang menusuk, flu menyerang, serta kabut dan hujan gerimis menghalangi kami untuk mempercepat laju menuju Maumere.”

Tengah malam Freedy baru tiba di Maumere. Dan keesokan paginya langsung melanjutkan perjalanan ke Larantuka. Pada pukul 10 pagi, Freddy mengirimkan motor ke Kupang dengan menggunakan Kapal Ferry karena harus menyeberangi lautan yang pelayarannya memakan waktu sekitar 18 jam.

Selama di Kupang, Freddy bertemu dengan teman-teman sesama pencinta motor, dari Asosiasi Bikers Kupang (ASBAK). Perjalanan dilanjutkan menuju Atambua dengan melewati jalanan sepanjang 270 kilometer melintasi jalan perbukitan berkelok yang sangat menantang.

Di sekeliling tampak pemandangan unik berupa rumah-rumah adat khas budaya Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun penerangan jalan yang cukup minim menjelang malam hari membuat riders harus ekstra hati-hati.

Simak juga
Highlights Eshark Rok Round 4

“Kami sempat tersesat di perjalanan ketika tiba di kota Kefamenanu karena salah mengambil arah jalan. Setelah melintas sejauh 28 kilometer, kami menemui perbatasan daerah yang tidak seharusnya kami lewati, yakni wilayah Oecusee. Disini kami berhadapan dengan pihak berwajib yang menjaga kawasan ini dengan cukup ketat.”

“Kami sempat bersitegang dengan petugas setempat karena dicurigai dan tidak diperkenankan masuk ke wilayah tersebut. Setelah melalui perdebatan panjang, kamipun berputar arah kembali menuju Atambua hingga akhirnya tiba di titik Pos Lintas Batas Negara Republik Indonesia dan Timor Leste.”

“Kami disambut langsung oleh salah seorang kerabat kami di Timor Leste, Paolo Martin. Olehnya, kami diberi keistimewaan untuk menginap di hotel dengan lokasi yang bersebelahan dengan kediaman Xanana Gusmao, Presiden Pertama Timor Leste.” jelas Freddy yang pernah merasakan touring ke Malaysia, Australia, Selandia Baru, Himalaya, hingga Eropa Timur.

Setelah puas menjelajah Kota Dili, ibu kota Timor Leste dan bersenda gurau dengan kawan lama, Freddy pun kembali pulang ke Jakarta.

Freddy Soemitro merupakan salah satu tokoh penting dalam dunia bikers tanah air. Sejak muda, ia telah menyukai dunia otomotif. Dia bergabung di Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) dari tahun 1989 baik sebagai pengendara motor besar maupun sebagai pengurus hingga saat ini.

Dalam rangka 100 tahun Kebangkitan Nasional, tepatnya Mei 2008, pria ini pernah menjabat sebagai Project Officer dalam kegiatan keliling Pulau Jawa dengan 275 motor besar dan 44 mobil selama 9 hari dengan total jarak 1.908 kilometer yang disebut Jalur Merah Putih.

Sosok senior ini juga merupakan salah satu pendiri dari HOG (Harley-Davidson Ownes Group) Jakarta Chapter, pencetus Women on Wheels (WOW) Indonesia dan penggerak Bintaro Bikers Community.

Baca Juga
Antusiasme Pedro di Kejurnas Supermoto (Video)

  • facebook share

RELATED NEWS

Innova Community Tangerang Belajar Usaha

Innova Community Tangerang Belajar Usaha

ACTUAL
Accent-Er Resmikan Chapter Baru

Accent-Er Resmikan Chapter Baru

ACTUAL
Satria Depok Gelar Seminar

Satria Depok Gelar Seminar

ACTUAL
BCK Supermoto Genap 5 Tahun

BCK Supermoto Genap 5 Tahun

ACTUAL

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company