Kaidah Membuat Pacenote dan Pelafalannya

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Greg Bima | Editor: Andi Wahyudi | 4 August 2017

Mengupas Pedoman Membuat Pacenote

SPORTKU.COM

Pacenote, merupakan sebuah catatan wajib yang harus dimiliki oleh seorang navigator. Lalu bagaimana cara membuat pacenote? Simak ulasannya berikut ini

Pernah memperhatikan navigator saat balapan reli maupun speed offroad? Navigator selalu membacakan kode-kode sepanjang balapan berlangsung. "Mantra" tersebut dibaca oleh navigator melalui pacenote yang telah dibuat bersamaan dengan driver. Mungkin, bagi Anda yang awam, Anda akan mengira bahwa navigator menghapalkan seluruh mantra tersebut, namun pada kenyataannya adalah tidak, navigator membaca buku catatan yang biasa disebut pacenote.

Sebelum balapan dimulai, navigator dan driver melakukan survey lintasan secara bersamaan. Di saat itulah, mereka berdua menyelaraskan kode-kode dengan situasi lintasan balap.

Ade Ramadhan, salah satu navigator handal Indonesia, membagi ilmu mengenai bagaimana cara membuat pacenote. Dalam satu kesempatan, pria yang tahun ini menavigatori Toto Michdar di Sprint Rally, menjelaskan secara detail.

Baca juga
Rider Top Danny MacAskill Siap Mentas di Jakarta

"Pacenote ini kita buat berdasarkan kerjasama dengan driver. Driver ingin seperti apa? Kita harus tahu terlebih dahulu. Dalam membacakan pacenote ada kode-kode yang harus dibacakan, seperti kanan tiga, kanan lima. Maksud kanan tiga dan kanan lima ini adalah kondisi lintasan," buka Ade Ramadhan.

Pemakaian angka lima dalam pacenote ini mengacu pada jam. "Driver yang satu dengan yang lainnya pasti memiliki perbedaan. Jadi ketika saya dengan Toto Michdar, dia menggunakan angka satu sebagai belokan yang cepat, dua lebih berbelok, dan angka tiga lebih menyiku," tambahnya.

Berbeda dengan saat Ade Ramadhan menavigatori Prasetyo Edi, offroader Banteng Motorsport. "Kalau dengan pak Pras, dia lebih senang angka lima menjadi cepat, angka empat berbelok sedikit dan angka tiga baru mulai belok menyiku," sambung Ade. Dalam pengaplikasiannya, mobil dianalogikan berada di posisi angka 6 atau angka 12.

Baca juga
Fitness First Dukung Pebalap M Fadli

Tidak hanya persoalan membuat pacenote, melainkan cara membacanya pun juga turut haris diperhatikan. Dalam pelafalannya, harus ada intonasi kata yang sesuai. "Kalau bacanya datar, driver juga kan agak gimana. Tapi kalau kita pakai intonasi atau penekanan kata, driver menjadi lebih reaktif. Kalau dalam membawa mobil biasa, lalu penumpang bilang 'tahan', pasti kita sebagai driver langsung reflek, seperti itu juga dalam balapan," beber Ade.

Adapun kode lainnya yang ditulis dalam pacenote adalah saat melintasi jumpingan. "Kalau jumping, biasanya saya gambar, biasanya saya gambar seperti huruf U terbalik dan saya kasih panas ke atas di sebelahnya. Seumpama jembatan, ada yang menulis jembatan, tapi saya gambar seperti huruf C namun lebih kotak. Itu si tergantung saya, driver kan juga tidak tahu," ucap Ade.

Simak juga
Highlights New Honda CR-V Tembus Bromo

  • facebook share

RELATED NEWS

Aksi Jumping Sprint Rally

Aksi Jumping Sprint Rally

SPRINT RALLY
Aksi Pereli di Malam Hari

Aksi Pereli di Malam Hari

SPRINT RALLY
Torehan Positif Bintang Automotive

Torehan Positif Bintang Automotive

SPRINT RALLY
Usaha Erwin Mancha Tembus Podium

Usaha Erwin Mancha Tembus Podium

SPRINT RALLY

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company