Atlet Afrika Dominasi Juara Marathon London 2017

Text : Maya Soeparwoto | Photo / Video : AP | 7 August 2017

Afrika Dominasi Juara Marathon

SPORTKU.COM

Para atlet Afrika mendominasi nomor marathon pria, Kejuaraan Dunia London 2017.

Duel menarik Afrika Timur terjadi antara Atlet Kenya Geoffrey Kipkorir Kirui dan Tamirat Tola dari Ethiopia di sepanjang jalan-jalan di London untuk memenangkan nomor maraton putra di Kejuaraan Atletik Dunia pada hari Minggu (6/8/2017)

Kirui, pemenang di Boston Marathon pada bulan April, akhirnya mematahkan Tola, pria tercepat di lapangan, dengan jarak tempuh lima mil (8.05 km) dari 26,2 mil yang tersisa setelah mereka berhadapan langsung pada paruh kedua lomba.

Pada saat sampai 19 mil, Tola, melakukan usaha yang menentukan dan melesat jauh dari atlet Kenya Kirui, 24, namun dalam jarak dua mil, Kirui berhasil memimpin sebelum melonjak dengan cepat dan pasti.

Kirui ditempa sangat kuat sehingga pada akhir lomba saat ia menuju garis di Tower Bridge, ia bahkan sempat memeberi salam pada beberapa fans dari ratusan penggemar yang berjajar di garis finish.

"Inilah saat terbaik dalam karir saya, dengan mudah, saya sangat senang bisa memenangkan gelar juara dunia karena ini adalah pertama kalinya saya mengikuti kejuaraan ini," kata Kirui.

"Ini adalah jalan terbaik dan penonton terbaik yang pernah saya lihat di maraton."

Baca Juga:
Gatlin Gagalkan Medali Emas Bolt

Sujud syukur Geoffrey Kipkorir Kirui atas kemenangannya di nomor marathonmen-s-marathon-london-2017-618941e64bcbbc0.jpg


Juara dunia kelima putra atlet Kenya ini mengemas waktu 2 jam 8 menit 27 detik, finis satu menit dan 22 detik di depan Tola (2:09:49).

Sedangkan atlet tuan rumah Callum Hawkins kemudian mendapatkan sorak sorai terbesar dari kerumunan penonton yang berbaris di jalanan saat ia finis di tempat keempat yang luar biasa, catatan terbaik dalam hidupnya 2:10:17 di tengah dominasi para atlet Afrika.

Para penonton yang antusias berdesakan sepanjang rute empat putaran yang dimulai dan selesai di Tower Bridge dan juga di beberapa tempat wisata paling terkenal di London seperti Tower of London.

Lonceng-lonceng bergemerincing dari gereja Katedral St. Paul sebagai tanda sambutan untuk Kirui saat dia meluncur pulang di sirkuit terakhir, untuk menyelesaikan terobosan tahunnya yang luar biasa.

Dia mengatakan bahwa dia tidak mengharapkan kemenangan karena Tola telah melakukan laga 2:04:11 yang dominan dalam memenangkan maraton Dubai di awal tahun.

"Saya takut pada kemampuan Tola karena dia memiliki waktu yang begitu cepat, jadi saya mengikuti rencana sampai 35km dan kemudian merasakan tubuh ini untuk melihat bagaimana keadaan saya. Ternyata baik untuk saya, merespon dengan baik, saya cukup pintar untuk tidak mengikutinya," tambah Kirui.

"Memenangkan gelar ini telah menjadi impian lama saya. Sekarang tujuan saya adalah mengulanginya."

Dia telah menjalankan balapan serupa di Boston, menghasilkan gelombang akhir beberapa mil terakhir untuk menghancurkan lawannya.

Sekarang, dalam maraton keempatnya, dia melangkah dengan anggun pada hari bersejarah ketika kedua laga kelas pria dan wanita itu dipentaskan, satu demi satu.

Pada suatu pagi yang cerah, arena lomba dengan 75 atlet harus menegosiasikan jalan yang rumit dan berliku-liku dengan tikungan yang ketat, terutama saat para pelari memasuki wilayah bisnis The City.

Dengan lintasan yang telah lewat setengah jalan pada 1:05:28, meskipun Tola, Kirui dan atlet Kenya lainnya Kipketer Gidon memilih untuk melakukan perubahan dalam balapan saat mereka maju terus melaju.

Ketiga atlet tersebut kemudian tersisa menjadi dua sebagaina Kipketer finis di urutan kelima.

Sementara itu, atlet favorit, Daniel Wanjiru, yang telah memenangkan Marathon London pada musim semi berjalan pada jalur yang sangat berbeda, tidak pernah terlihat nyaman dan akhirnya finis kedelapan.

Kejutan sesungguhnya berasal dari Hawkins yang, yang terinspirasi oleh bersaing ketat sebagai atlet tuan rumah. Dia sangat senang bisa melaju lebih cepat selama paruh pertama balapan dan kemudian bertahan dengan luar biasa untuk mencatat hasil terbaik yang pernah ada oleh seorang atlet Inggris di kejuaraan dunia maraton.

Atlet tuan rumah Callum Watkins, kiri, menorehkan prestasi terbaik sepanjang sejarah
men-s-marathon-london-2017-20517a780f4a39d.jpg

 

 

Baca Juga:
Farah Atasi Cedera dalam Kemenangan 10.000m
Van Niekerk Mulus ke Semifinal
Kilas Balik Sejarah MotoGP Ceko

 

 

 

 

 

Save

Save

  • facebook share

RELATED NEWS

Bolt: Selamat Tinggal, Terima kasih

Bolt: Selamat Tinggal, Terima kasih

OLYMPIC
Farah: Media Inggris Hancurkan Saya

Farah: Media Inggris Hancurkan Saya

OLYMPIC
Perpisahan Pilu Bolt, Inggris Berjaya

Perpisahan Pilu Bolt, Inggris Berjaya

OLYMPIC
Farah Berpisah Dengan Perak

Farah Berpisah Dengan Perak

OLYMPIC

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company