Pemandu Bakat Sepakbola Bekerja Ala Detektif

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Gang Green Nation | Editor: Andi Wahyudi | 9 August 2017

SPORTKU.COM

Pemandu bakat memang bukanlah unsur utama dalam sebuah klub, namun perannya kini semakin penting, terutama untuk mencari pemain berbakat. 

Musim lalu baik Arsenal dan Everton sama-sama dikabarkan merekrut dua bintang milik Leicester City, yakni Riyad Mahrez dan Jamie Vardy. Namun ujung-ujungnya, kedua klub tersebut justru merekrut staff klub tersebut.

Everton merekrut Steve Walsh sebagai Direktur Teknik, sedangkan Arsenal mendatangkan Ben Wrigglesworth. Usut punya usut, dua orang staff tersebut merupakan otak di balik penemuan pemain seperti Mahrez dan Vardy. Sebelumnya keduanya bekerja di Leicester sebagai pemandu bakat atau scout.

Sebelum menjadi sensasi dunia, baik Mahrez dan Vardy bukanlah siapa-siapa. Mahrez sebelumnya hanyalah pemain klub antah berantah bernama Le Havre yang bermain di Ligue 2. Bahkan, meski lahir di Prancis, pada tahun 2013 ia justru memilih membela Aljazair—yang merupakan negara asal ayahnya—lantaran kemampuannya tak masuk dalam Badan Tim Nasional (BTN) Prancis saat itu.

Baca juga
Stadion Gelora Bung Karno Berbenah

Sementara Vardy. Dia lebih parah lagi. Pemain bertinggi 178cm itu sebelumnya merupakan pemain amatir yang nyambi sebagai buruh pabrik. Bahkan pernah mendapatkan bayaran gaji hanya sebesar 30 poundsterling atau sekitar Rp600 ribu.

Keduanya kini menjelma sebagai pemain kelas dunia, Mahrez di dua musim lalu terpilih menjadi pemain terbaik Liga Premier, sementara Vardy sukses mencatatkan debut bagi Timnas Inggris pada tahun 2015, sebuah hal yang tak pernah terlintas sebelumnya.

Kedua pemain di atas ditemukan oleh para pemandu bakat milik Leicester. Mahrez hanya dibeli dengan harga 375 ribu pound atau sekitar Rp6,38 miliar dari Le Havre. Sementara Vardy dibeli dari Fleetwood Town hanya seharga 1 juta pounds atau sekitar Rp19,2 miliar.

Baca juga
Virus Menerpa, Kritikan Melanda IAAF

Kini keduanya memiliki harga yang fantastis, Mahrez dikabarkan akan direkrut AS Roma dengan biaya transfer sebesar 35 juta euro atau sekitar Rp550,49 miliar. Sementara Vardy memilki klausul kontrak dengan biaya pelepasan transfer sebesar 30 juta euro atau sekitar Rp472 miliar.
Dari situlah, baik Arsenal maupun Everton justru malah mendatangkan otak di balik ditemukannya bakat macam Mahrez dan Vardy yang dibeli murah, namun kemampuannya di atas rata-rata dan memiliki harga jual tinggi di kemudian hari.

Tugas Utama Pemandu Bakat

Pemandu bakat itu layaknya seperti detektif. Ia pergi ke tempat kejadian perkara (TKP) di lapangan sepak bola, kemudian ia menonton pertandingan tersebut. lewat intuisi—juga ditambah bukti berupa statistik pemain, si pemandu bakat nantinya bisa melapor ke direktur teknik atau manajer sebuah klub bahwa ada pemain berbakat yang ia temukan.

Adapun tempat yang biasa ditunjuk biasanya adalah negara-negara yang terbukti memiliki talenta sepak bola yang banyak, seperti Brasil, Argentina, dan Uruguay. Namun tak menutup kemungkinan sang pemandu bakat mencari di pelosok Afrika seperti Zimbabwe atau Burkina Faso.

Simak juga
Ini Loh Fungsi Rear Wing

Namun kebanyakan pemandu bakat biasanya juga dikirim ke turnamen-turnamen akbar seperti Piala Dunia, Piala Arfika, bahkan Piala Asia dari segala umur. Hal ini diharapkan mereka mampu menemukan berlian mentah yang bisa diasah dan menjadi pemain yang berguna bagi klub.

Sebagai contoh adalah penemuan Lionel Messi yang ditemukan oleh Carles Rexach, pemandu bakat Barcelona saat usianya masih 11 tahun. Messi kecil diboyong ke Barcelona dengan jaminan akan dibiayai pengobatan sang pemain yang terkena didiagnosa menderita kekurangan hormon pertumbuhan.

Hasilnya kini terlihat, Messi tak hanya menjadi pemain andalan Barcelona, tapi juga sebagai pemain terbaik yang pernah dimiliki oleh dunia—lewat catatan individunya sebagai pemain terbanyak peraih gelar pemain terbaik dunia.

Siapa yang Cocok Menjadi Pemandu Bakat?

Lewat intuisi, sebenarnya semua orang yang gemar sepak bola pasti bisa menjadi pemandu bakat. Namun ada keahlian tertentu, misalnya terkait penilaian suatu pemain yang berbeda antara orang biasa dengan pemandu bakat yang dibayar profesional.

Mayoritas pemandu bakat di dunia, terutama di Eropa sebelumnya merupakan mantan pemain, juga ada beberapa mantan pelatih yang banting setir menjadi seorang pemandu bakat. Pasalnya, orang yang benar-benar berkecimpung di dunia kulit bundar lebih memiliki sense lebih tajam ketimbang orang biasa.

Baca juga
Galeri Aksi Taekwondo Kukkiwon Korea

Salah satu pemandu bakat jempolan adalah Steve Rowley, dia adalah otak dari suksesnya Arsenal yang kini dikenal sebagai klub yang didominasi oleh pemain muda berbakat. Dan kita sama-sama ketahui bahwa Rowley sebelumnya merupakan seorang pensiunan pesepak bola.

Tapi tenang, orang biasa pun tetap bisa menjadi Scout, bahkan Ben, eks pemandu bakat Leicester yang kini bekerja di Arsenal juga merupakan orang biasa. Tapi, sebelumnya ia memiliki basic sebagai pemandu bakat lantaran ia bekerja di badan statistic pemain Prozone dan pernah melatih di SSB Kansas City.

Pemandu Bakat di Indonesia?

Di Indonesia nampaknya belum banyak pemandu bakat. Bahkan kebanyakan klub bola mendatangkan pemain adalah (1) pemain yang ditawarkan dari agent, (2) melihat melalui video saja, atau (3) orang atau pemain yang dekat dengan pelatih.

Sebagai contoh, Persita Tangerang mendatangkan Firman Utina muda bukan karena ia memang berbakat, tapi karena ada faktor Benny Dollo yang membawanya ke Tangerang dari klub bernama Persma Manado. Di masa depan, bila ada Benny, maka di situ ada Firman.

Namun dalam buku "Mencintai Sepak bola Indonesia Meski Kusut" karya Miftakhul Faham Syah di situ tercatat bahwa Evan Dimas merupakan pemain hasil scout yang kemudian sebagai mana kita tahu saat ini ia merupakan salah satu playmaker terbaik yang dilahirkan di Indonesia.

Baca juga
Sebastien Loeb Kembali Ke WRC?

  • facebook share

RELATED NEWS

IMI Masuki Era Modern

IMI Masuki Era Modern

HOT ISSUE
Sean Gelael Dapat Penghargaan IMI

Sean Gelael Dapat Penghargaan IMI

HOT ISSUE
Daftar Pemenang IMI Award 2017

Daftar Pemenang IMI Award 2017

HOT ISSUE
Bengkel Bos Kasih Oli Gratis

Bengkel Bos Kasih Oli Gratis

HOT ISSUE

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company