Kejutan, Turki Pertama Kali Juara Dunia 200m Putra

Text : Maya Soeparwoto | Photo / Video : AP | Editor: Dedi Hermawan | 11 August 2017

Turki Pertama Kali Juarai Dunia

SPORTKU.COM

Ramil Guliyev dari Turki menghancurkan impian sang juara 400m Wayde van Niekerk dan Isaac Makwala untuk merebut gelar dunia 200m.

Guliyev yang berusia 27 tahun, yang belum pernah memenangkan medali dalam sebuah acara global senior, menyelesaikan kemenangan apik dalam 20,09 detik dan mengusung kehormatan kedua bendera bangsanya.

Van Niekerk dari Afrika Selatan telah memburu gelar 200m-400m pertama sejak Michael Johnson 22 tahun yang lalu, sementara Makwala dari Botswana menjalani laga uji coba waktu perorangan setelah pengecualian kontroversial terkait alasan medis.

Namun Guliyev yang berusia 27 tahun, yang beralih dari Azerbaijan pada tahun 2011, menahan Van Niekerk pada 20.11 detik dan Jereem Richards dari Trinidad Tobago rampung dengan waktu yang sama namun terdegradasi ke posisi ketiga oleh seperseribu detik, untuk memenangkan medali emas pertama di Turki pada Kejuaraan Dunia di 2009. Inilah pencapaian yang tidak dapat diprediksi dari kejuaraaan dunia London 2017 ini.

"Ini bukan kejutan," kata sang juara. "Tapi itu tidak terasa nyata.

"Saya telah menunjukkan yang terbaik sepanjang kompetisi ini, saya memberikan kompetisi terbaik saya pada saat yang tepat, saya sangat senang menjadi juara dunia, inilah saat terbaik dalam karir saya."

Sedangkan atlet tuan rumah Nethaneel Mitchell-Blake kalah 0,13 detik untuk medali perunggu di urutan keempat. Satu lagi kekalahan yang mengejutkan bagi Inggris setelah tempat keempat untuk Laura Muir di nomor 1500m, Kyle Langford di nomor 800m dan Callum Hawkins dalam maraton.

Mitchell-Blake mengatakan, "Saya senang dapat bertanding dalam keadaan fit. Saya merasa seperti telah mengecewakan Inggris hari ini Saya tahu saya memiliki peluang untuk mendapatkan medali. Saya ingin menang. Inilah yang saya pikirkan ketika saya berlaga di kompetisi ini.

Tak ada dongeng indah bagi Makwala

Makwala menjadi pahlawan bagi negaranya pada London 2017. Ia sempat dikeluarkan dari nomor 400m dan 200m karena komisi medis IAAF berpendapat bahwa dia menunjukkan gejala norovirus. Akibatnya, Makwala masuk karantina selama 48 jam.

Dia kemudian menjalani uji coba dalam kondisi hujan pada Rabu malam untuk menyelesaikan semifinal, berjuang keras meski baru menempuhan pemulihan dua jam.

"400m adalah satu-satunya yang saya perjuangkan dengan seluruh kemampuan. Saya tidak pernah menggunakan starting block, tapi saya senang bisa mencapai di final.

"Saya pikir saya bisa mendapatkan medali, tapi saya berlari kemarin dalam dua balapan sulit dan itu tidak mudah. Saya akan meninggalkan kejuaraan ini dengan kecewa."

Isaac Makwala harus mengakui keunggulan Ramil Guliyef (kanan)final-200m-men-london-256948089dfc0b0.jpg


Van Niekerk juga terlihat letih dalam lomba keenamnya dalam enam hari ini, dan hanya menahan Richards di perunggu dalam seperseratus detik.

Laga final ini adalah malam milik Guliyev, dan dia merayakannya dengan bendera Turki dan Azerbaijan di tangannya.

"Ini adalah minggu yang sulit," kata Van Niekerk, yang menangis saat wawancara dengan BBC Sport. "Saya benar-benar merasa bekerja keras untuk malam ini dan memberikan semuanya, saya telah membuktikan berkali-kali dan layak mendapatkan apa yang telah saya capai.

"Ini adalah minggu yang sulit. Ada banyak orang yang tidak menganggap saya pantas melakukan ini.

"Saya bekerja sama kerasnya dengan setiap pesaing lainnya, saya rasa saya tidak mendapatkan apresiasi keberhasilan di nomor 400m -tapi itu baru permulaan dan saya akan menunjukkan dominasi saya."

Tidak terjadi catatan waktu yang mengesankan pada nomor 200m. 

                                                               Wayde Van Niekerk bersalaman usai final 200m putrafinal-200m-men-london-72625f2df0a7a60.jpg



Baca Juga:
Virus Menerpa Atlet, Kritikan Melanda IAAF
Diva Ismayana Bermasalah dengan Transponder di Kejurnas Motocross Ciamis 2017








 

  • facebook share

RELATED NEWS

Bolt: Selamat Tinggal, Terima kasih

Bolt: Selamat Tinggal, Terima kasih

OLYMPIC
Farah: Media Inggris Hancurkan Saya

Farah: Media Inggris Hancurkan Saya

OLYMPIC
Menuju Perpisahan Usain Bolt

Menuju Perpisahan Usain Bolt

OLYMPIC
Bebas Karantina, Makwala Kejar Target

Bebas Karantina, Makwala Kejar Target

OLYMPIC

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company