Menanti Perpisahan Manusia Tercepat, Usain Bolt

Text : Maya Soeparwoto | Photo / Video : AP & Reuters | Editor: Dedi Hermawan | 12 August 2017

Menuju Perpisahan Usain Bolt

SPORTKU.COM

Hanya tinggal hitungan waktu, manusia tercepat dunia, Usain Bolt akan mengucapkan 'Selamat Tinggal'.

Dia seakan dituntut oleh publik olah raga dunia, tertulis satu tajuk terakhir - "Tak Terkalahkan. Tak terbendung". Dan di Kejuaraan Atletik Dunia pada hari Sabtu ini, Usain St Leo Bolt masih bisa mendapatkan keinginan terakhirnya.

Kaki-kakinya yang secepat kilat yang selalu diapresiasi dengan emas, memiliki kesempatan lain untuk menutup akhir karier sprintnya yang tak tertandingi dan mendapatkan gelar kejuaraan global ke-20 dalam nomor estafet 4 x 100 meter.

Mungkin tidak pernah ada anti klimaks dalam dunia olahraga seperti yang terjadi pada final 100 meter lalu, ketika Bolt, dalam lomba solo terakhirnya, dikalahkan oleh pemain berkasus doping dua kali Justin Gatlin.

Baca Juga:
Gatlin Dicemooh, Bolt Disanjung

(kika) Christian Coleman, perak, Justin Gatlin, emas, dan Usain Bolt yang harus puas dengan medali perunggu, London 2017menanti-akhir-bolt-494158089dfc0b0.jpg



Kelihatannya artis terbesar dalam dunia atletik dan bahkan dalam olahraga dunia telah kehabisan 'sihir-nya'. Bahkan saat dia berpose untuk semua selfie-nya, menunjukkan kebesaran dan sportivitas yang membuktikan sebagai pemenang besar, masih terasa salah. Akhir yang sangat suram bagi olahragawan yang telah membawa begitu banyak kegembiraan bagi dunia.

Namun masih ada kabar baik. Kini ada dua putaran terakhir untuk jalan itu. Seharusnya hanya ada satu, final estafet 4 x 100 meter pada Sabtu malam, tapi Bolt memilih untuk memanaskan lebih awal pagi itu.

Sabtu malam akan menjadi malam yang menjanjikan, terakhir kalinya kita melihat dia melesat di lintasan, dengan langkah unik melahap tanah yang biasa membuat pelari lainnya tampak tak berdaya. Bolt masih memegang rekor estafet tercepat 100m, 8,65 detik.

Bolt Tak tergantikan?

Kini semua catatan fantastis itu miliknya. Dia memulai segalanya dengan momen yang tak tertandingi, terutama di nomor 100 meter dengan 9,58 detik dan 200m dengan 19,19.

Sejak pertama kali menjalani laga yang lebih pendek di tahun 2007, ia telah melakoni 54 laga 100m, tidak termasuk laga pemanasan dan menyapu bersih kemenangan. Di nomor 200 meter, yang ia masuki sejak 2008, dia kalah, hanya satu dari 30.

Statistik memaparkan tentang dominasi di dunia sprint yang tidak pernah terlihat sebelumnya. Namun Bolt tidak bisa didefinisikan atlet sebagai sosok yang dingin dan tanpa emosi. Kegembiraan, gelak tawa, selalu datang bersama penampilan menawannya.

Ketika dia pergi, mungkin dengan satu emas terakhirnya dan satu 'Lightning Bolt' terakhir, cahaya yang menerangi olahraga ini akan segera hilang.

Lalu akan kemana dunia atletik selanjutnya? Sulit membayangkan olahraga ini akan mendapatkan sosok seperti Bolt. Terlahir dalam skandal doping, ditantang oleh ketidaktertarikan dan diperlakukan dengan meningkatnya sinisme publik, Bolt adalah figur olahraga dunia yang menyenangkan.


Bolt perpaduan Muhammad Ali Dan Pele

Kita mendapat kemenangan 100m Gatlin yang sarat cemoohan juga juara 200m Ramil Guliyev, yang waktu kemenangannya hampir satu detik lebih lambat dari waktu terbaik Bolt dan akhirnya 'diinterogasi' dalam konferensi pers seputar hijrahnya sebagai perwakilan Turki.

Kemudian, penerus Bolt yang dianggap sebagai daya tarik utama, Wayde van Niekerk yang berempati besar oleh sabotase IAAF terhadap rivalnya Isaac Makwala yang dilarang bertanding karena virus yang dia klaim tidak dimilikinya.

Hal ini tidak terjadi saat Bolt berlaga. Bolt membawa kesederhanaan, kaya akan hiburan dan disampaikan dengan senyuman.

Dunia tidak hanya menyukai Bolt, tapi tersenyum bersamanya saat ia membuat kemenangan terlihat sangat mudah; dunia atletik memercayakan Bolt dimana era olahraga itu diliputi kekecewaan.

Ketika Sebastian Coe, Presiden IAAF, menyaksikan perpisahannya dengan atletik Jamaika di Kingston tahun ini, dia mengatakan "Dia (Bolt) terhubung dengan semangat orang muda, dengan orang-orang yang bahkan tidak berpikir bahwa mereka menyukai trek dan lapangan, dia menjadikan mereka penggemar seumur hidup.

"Saya tidak hanya mengatakan hal ini bukan sebagai presiden IAAF, tapi saya mengatakan ini sebagai seorang penggemar. Karena Bolt membuat kita semua menjadi penggemarnya. Dia adalah sosok atletik perpaduan 'Muhammad Ali dan Pele'."

Jika ada orang lain yang menyatakan, seperti yang dia lakukan setelah kemenangan 200m di Olimpiade London 2012, "Saya adalah legenda hidup. Berjuanglah dalam kemuliaan saya!" Itulah Bolt, selalu membuatnya lebih menyenangkan.

Dan itulah akhir dari kemuliaan mahkota-nya. Bukan hanya karena dia adalah orang tercepat di dunia tapi ia begitu mencintai seperseratus detik dimana kita menikmatinya. Mari sambut Bolt dalam kemegahan yang terakhir kalinya.

Kita akan merindukan gaya khas 'Lightning Bolt'menanti-akhir-bolt-89622999723961f.jpg 

 

Baca Juga:
Gatlin Gagalkan Medali Emas Bolt
Usain Bolt, Dari Rio Ke Karpet Merah
Semarak Pameran Otomotif GIIAS 2017

 

 

 

 

 

Save

Save

  • facebook share

RELATED NEWS

Klub Hoki Ice Salamanders Diluncurkan

Klub Hoki Ice Salamanders Diluncurkan

OLYMPIC
Wiggins Berlomba di Kejuaraan Dayung

Wiggins Berlomba di Kejuaraan Dayung

OLYMPIC
Bolt: Selamat Tinggal, Terima kasih

Bolt: Selamat Tinggal, Terima kasih

OLYMPIC
Farah: Media Inggris Hancurkan Saya

Farah: Media Inggris Hancurkan Saya

OLYMPIC

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company