Rincian Biaya Reparasi Motor MotoGP Setelah Kecelakaan

Text : Suhartono | Photo / Video : Motor Sport Magazine | Editor: Andi Wahyudi | 30 August 2017

SPORTKU.COM

Tak bisa dipungkiri, balapan memang membutuhkan biaya mahal. Untuk kelas tarkam saja, para tim harus menyiapkan uang hingga puluhan juta.

Untuk terjun di dunia balap memang banyak yang harus dipersiapkan. Bukan hanya soal kebutuhan balap menyangkut peralatan maupun sepeda motor hingga pebalap yang harus ada. Namun ekspektasinya harus lebih dari itu. Terlebih lagi bila bicara soal biaya. Bicara mengenai biaya untuk balap, harus dihitung dengan cermat.

Kita ambil contohnya balapan bergengsi MotoGP. Melihat MotoGP, terlintas dalam pikiran kita jika balapan tersebut pasti membutuhkan banyak uang. Apalagi jika tim yang terlibat masih harus menyewa motor. Alias motor yang digunakan belum dimiliki sendiri secara legal. Seperti tim satelit MotoGP. Lalu berapa biaya yang harus disediakan untuk ikutan MotoGP?

Uang senilai 1 juta Euro adalah minimal yang harus ada di kantong. Uang tersebut baru untuk menyewa sepeda motor yang kompetitif jika ingin ikut balapan di MotoGP dan itu masih berupa motor prototipe. Namun isi dompet harus lebih dari itu jika ingin mengikuti balapan selama satu musim penuh di MotoGP.

Tim LCR Honda dengan pebalap andalannya Cal Crutchlow adalah salah satu tim satelit terkemuka. Tim ini juga mendapat fasilitas untuk bisa menggunakan motor balap Honda RC213V. Crutchlow yang kini sudah berusia 31 tahun juga merupakan salah satu dari tiga pebalap satelit MotoGP yang diberikan peralatan sekelas tim pabrikan dari HRC.

Kepala mekanik Crutchlow, Christophe Bourguignon mencontohkan motor RC213V. Melihat motor prototipe 1000cc tersebut, seperti mengagumi patung kain perca. Mengesankan, penuh dengan nuansa dan kontur teknologi pada setiap detail bagian.

"Saya tidak ingin mengatakan bahwa motor tersebut dibuat khusus, namun tidak ada yang standar pada setiap bagian. Setiap bagian mahal. Kami menyewa sepeda motor ini dengan harga yang Anda bayarkan untuk pengembangan. Kami juga menggunakan beberapa alat dan perangkat lunak mereka (HRC). Kami memiliki staf dari HRC dan terus bersama kami di setiap balapan dan itu adalah bagian dari biaya yang kami keluarkan. Ini adalah paket keseluruhan. Bisa dibilang 'wow, itu banyak uang' tapi ada banyak yang terlibat disekitarnya dengan sumber daya manusia," beber Bourguignon.

Ketika segala sesuatunya terjadi, seperti halnya kecelakaan. Lalu apa yang akan dilakukan oleh para mekanik tersebut? Saat-saat seperti ini terjadi membuat Beefy -panggilan Crutchlow kepada Bourguignon- akan memanggil stafnya untuk bertindak efisien. Sementara di sisi lain kecelakaan akan membuat pemilik tim mulai berkeringat.

Baca Juga
Begini Ciri Knalpot Racing Terbaik

"Jika terjadi kecelakaan, biaya bisa antara 15.000 Euro (Rp236 juta) hingga 100.000 Euro (Rp1,5 milyar). Jika kita beruntung maka kita hanya perlu mengganti beberapa part dan kita bisa mencari stok di truk balap. Tapi kalau tidak cocok justru bisa menimbulkan masalah lain," cerita Bourguignon.

Bourguignon menambahkan, maka setiap tim pasti akan memiliki dua versi part. Satu untuk latihan dan satunya lagi untuk balapan. "Ini sama untuk knalpot dan radiator. Kami memiliki versi untuk latihan dan balapan. Anda bisa mengalami satu atau dua kecelakaan besar di akhir pekan. Jika saya memesan bagian dari HRC maka Anda harus mempertimbangkan waktu dari setting sampai pengiriman dan bisa lima atau enam minggu lagi," imbuhnya.

Ada dua kategori kecelakaan menurut Bourguignon. Kecelakaan kecil dan besar. Kecelakaan kecil adalah jika sebagian besar komponen masih bisa direparasi ulang, seperti halnya fairing maupun part kecil lainnya. Kecelakaan jenis ini maka biaya yang dikeluarkan tidaklah cukup besar. Lain halnya jika mengalami kecelakaan besar yang bisa merusak sasis maupun swingarm.

Lalu Bourguignon menunjukkan beberapa part sekaligus menyebutkan harganya. Misalnya untuk satu set rem karbon seharga 10 ribu Euro atau sekitar Rp160 juta. Dan biasanya setelah terjadi kecelakaan, sangat rentan jika part tersebut digunakan lagi.

"Terlalu berbahaya untuk menggunakannya kembali jika rusak. Anda tidak ingin membiarkan pebalap Anda melaju di kecepatan 300km/jam dengan sesuatu yang bisa meledak karena serat karbon cukup rentan rusak,” kata Bourguignon dikutip dari Telegraph.

Sedangkan part lain seperti sepasang velg magnesium harus ditebus seharga 4 ribu Euro atau setara dengan Rp63 jutaan. Radiator juga termasuk salah satu part yang rentan mengalami kerusakan jika terjadi kecelakaan. Part tersebut bisa mencapai 10 ribu Euro.

Untuk komponen kelistrikan yang memperlihatkan tombol switch, sensor suhu dan tekanan, serta dashbor 2D mencapai sekitar 2.500 Euro atau sekitar Rp40 juta. Sebuah harness (komponen kelistrikan) utama bisa mencapai 10 ribu Euro sampai 15 ribu Euro (Rp240 juta).

Tentu biaya di atas baru sebagian kecil. Belum semua komponen pada motor motor MotoGP tercantum. Yang pasti, biaya untuk balap memang membutuhkan kocek tebal.

Baca Juga
Heboh Isu BBM Basi Mencuat di Seri 3 Kejurnas IRS 2017
Ajang Balap BSD Grand Prix Berlanjut (Video)

  • facebook share

RELATED NEWS

Harlan Fadhillah Mengaku Kecolongan

Harlan Fadhillah Mengaku Kecolongan

INDOSPEED
Espargaro Ingin Ulangi Momen Baik

Espargaro Ingin Ulangi Momen Baik

MOTOGP
Rekor Rossi di Phillip Island

Rekor Rossi di Phillip Island

MOTOGP
Koleksi Foto Kejurnas IRS

Koleksi Foto Kejurnas IRS

INDOSPEED

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company