Mengenal dan Memahami Teknik Balap Late Braking

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Harsya Fikmazi | Editor: Andi Wahyudi | 4 September 2017

Memahami Teknik Balap Late Braking

SPORTKU.COM

Dari beberapa teknik balap yang harus dikuasai oleh pebalap, salah satunya adalah teknik late braking. Berikut penjelasannya!

Dalam melakoni balapan, banyak faktor penunjang yang menghantarkan pebalap untuk mencapai kemenangan. Bukan hanya bicara mengenai performa mobil, tapi juga bicara mengenai teknik balap yang harus dikuasai. Oleh karenanya, jika hanya bermodalkan mobil yang memiliki spek tinggi, tapi tidak dibarengi oleh skill atau teknik balap yang mumpuni, maka hasil pun akan kurang maksimal. Lain halnya dengan mobil kencang, ditambah dengan skill pebalap yang mumpuni, sudah pasti hasil yang memuaskan akan tercapai.

Untuk membahas teknik balap yang sering digunakan, salah satunya adalah late braking atau mengerem bukan pada braking point, melainkan melebihi braking point. Teknik balap late brake ini sendiri bertujuan untuk menyalip lawan saat berada di tikungan. Sehingga dalam penerapannya, pebalap harus benar-benar mengukur dan melihat kemungkinan bisa atau tidaknya untuk melakukan teknik tersebut.

Baca juga
Petenis Amerika Kuasai Arena

Dalam sebuah kesempatan, Andre Dumais, pebalap senior yang juga merupakan founder Kejuaraan ETCC Indonesia, menjelaskan mengenai apa itu late braking dan bagaimana teknik melakukan late braking tersebut. Pertama-tama, Dume (sapaan akrab Andre Dumais), mengatakan bahwa untuk melakukan teknik tersebut pebalap harus piawai dalam menyeimbangkan antara pedal gas dan pedal rem di saat yang bersamaan.

"Late braking, sebenarnya untuk melakukannya kita juga harus piawai untuk menyeimbangkan antara rem dan throttle. Biasanya itu dilakukan saat bersamaan. Jadi posisi tumit di pedal gas, dan jari kaki posisinya di pedal rem. Ini berguna untuk menjaga putaran rpm mesin mobil agar tidak terlalu jauh turunnya saat akan mengerem," buka Dume. Di samping harus terlatih, untuk melakukan late braking juga butuh perhatian khusus, Dume, menyebutkan untuk melakukannya akurasi ketepatan dalam melakukan late brake juga menjadi hal yang penting.

"Late braking itu butuh ketepatan. Kalau meleset dikit, kita akan bablas, justru kita rugi kalau telat mengukur atau tidak tepat saat melakukan late braking tersebut," tambah Dume. Berdasarkan penjelasan suami Debby Sahertian ini, teknik late brake ini biasanya digunakan saat akan bermanuver di tikungan. Hal ini bertujuan agar posisi mobil lebih dulu masuk ke clipping point dan bisa menyalip mobil lawan.

Baca juga
Pebalap Malaysia Rajai GFNY Indonesia

"Kita kebanyakan kalau menggunakan teknik late brake, saat kita akan bermanuver di tikungan. Dari straight (lintasan lurus) mau berbelok, kita harus mengacu pada clipping point, di poin itu kita harus late braking. Artinya mobil kita harus masuk lebih dulu daripada lawan. Namun tetap ada resikonya, jika salah perhitungan, maka kita akan bablas dan kemungkinan bisa masuk gravel," jelas Andre Dumais.

Agar mudah, mari kita analogikan dua mobil di lintasan lurus sirkuit Sentul yang akan masuk ke tikungan pertama. Mobil A berada di sisi luar, dan mobil B berada di belakangnya. Karena melihat ada celah untuk memanfaatkan late brake, maka mobil B akan berpindah jalur ke area dalam sirkuit untuk mendahului mobil A. Dalam kondisi tersebut, pebalap di mobil B akan melakukan braking point yang lebih jauh agar bisa mengunci gerakan belok dari mobil A.

Namun demikian, selaih teknik late brake, pria yang telah memakan asam garam balap Indonesia pun memberikan wejangan tambahan untuk mensiasati pebalap yang ingin melakukan teknik late brake tersebut.

Baca juga
Lewis Hamilton Pecahkan Rekor di Monza

 

"Pebalap yang ingin melakukan late braking itu juga bisa kita akalin. Jadi kita tahu bahwa pebalap di belakang akan melakukan late brake, kita juga harus melakukan hal yang sama, late brake juga. Ini berguna agar gerakan lawan yang akan mengovertake kita jadi berantakan. Karena lawan late brake, dan kita juga melakukan hal itu, maka lawan kita akan mengalami racing line yang berantakan," imbuhnya.

Agar lebih mahir dalam merealisasikan teknik balap ini, Dume, menyarankan untuk terus berlatih baik itu kemampuannya maupun ketepatan saat melakukannya. Jangan sampai terkecoh dan malah membuat boomerang untuk diri sendiri.

Baca juga
Puma Gelar Night Run

  • facebook share

RELATED NEWS

Gerry Nasution Bicara Tentang Persaingan

Gerry Nasution Bicara Tentang Persaingan

TOURING
Bos TTI Yakin Haridarma Berjaya

Bos TTI Yakin Haridarma Berjaya

TOURING
Haridarma Manoppo: Saya Terlalu Nafsu

Haridarma Manoppo: Saya Terlalu Nafsu

ITCC
Hasil Kualifikasi ISSOM Seri 4

Hasil Kualifikasi ISSOM Seri 4

TOURING

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company